Rabu , Januari 23 2019
Home / Lacak / Diduga Lecehkan Al-Quran, Ario Dituntut 5 Tahun Penjara

Diduga Lecehkan Al-Quran, Ario Dituntut 5 Tahun Penjara

Suasana sidang terdakwa Ario di PN Lubuklinggau dengan agenda tuntutan JPU. (foto-rifat/koransn.com)

Lubuklinggau, KoranSN

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Nanda Hardika, Selasa (23/10/2018) menuntut Ario Febriansyah yang merupakan terdakwa dugaan pelecehan Al-Quran di media sosial dengan hukuman pidana 5 tahun penjara.

Hal ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau yang diketuai oleh Majlis Hakim, Indra Lesmana didampingi Syahreza Papelma dengan agenda pembacaan amar tuntutan JPU kepada terdakwa yang tercatat sebagai warga Desa Srijaya Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Menurut JPU, terdakwa dianggap sengaja melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2), dan atau Pasal 27 ayat (1) dan ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (1) dan (3) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari itu dalam dugaan kasus ini terdakwa dituntut 5 tahun kurungan penjara.

Baca Juga :   Buron 3 Bulan, Jambret di Lubukklinggau Barat Ditangkap

Pantauan di lapangan, selama sidang berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB, tampak terdakwa Ario hanya menunduk seolah menyesali perbuatannya, sesekali matanya menerawang ke atas dan menoleh ke kiri dan ke kanan.

Sementara terdakwa Ario mengaku, jika ia tidak menginjak-injak Al-Quran sebagaimana informasi yang beredar, sebab ketika kejadian dirinya hanya meletakkan kaki di atas Al-Quran.

“Saya tidak menginjak-nginjak Al-Quran tapi meletakkan kaki di atas Al-Quran,” terangnya .

Untuk itulah ia meminta agar Majelis Hakim mempertimbangkan sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga :   Diupah Rp 60 Juta, 2 Warga Riau Selundupkan Sabu ke Palembang

“Mohon dipertimbangkan lagi, jangan memperadukkan urusan Tuhan dengan hukum,” katanya.

Sekedar mengiatkan, Ario ditangkap pihak kepolisian setelah foto-foto dirinya diduga mencoret-coret dan diduga menginjak Al-Quran beredar di media sosial beberapa waktu lalu.

Bahkan saat itu terdakwa memposting tulisan di akun facebook miliknya dengan kata-kata menantang aparat maupun warga yang ingin menangkapnya. Bukan hanya itu, terdakwa juga memposting alamat tempat tinggalnya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya. (rif)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sabu dan Ekstasi 45 M Dimusnahkan

Palembang, KoranSN Sebanyak 13,5 Kg sabu dan 5.550 butir ekstasi dengan nilai Rp 45 miliar, ...