Home / Lacak / Diduga Loncat dari Jembatan Ogan Usai Bunuh Istri, Polisi Cari Febrianto di Sungai Musi

Diduga Loncat dari Jembatan Ogan Usai Bunuh Istri, Polisi Cari Febrianto di Sungai Musi


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Pihak kepolisian Sat Polair Polresta Palembang bersama Unit Reskrim Polsek IB II saat menyisir Sungai Musi mencari keberadaan Febrianto. (foto-sat polair Polresta Palembang)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Sat Polair Polresta Palembang bersama Unit Sat Reskrim Polsek IB II Palembang, Senin (11/2/2019) melakukan pencarian Febrianto (38), dengan menyisir kawasan perairan Sungai Musi.

Pencarian ini dilakukan karena sebelumnya Febrianto diduga bunuh diri dengan loncat dari atas Jembatan Ogan Kertapati, hal itu nekad dilakukannya diduga usai membunuh istrinya sendiri, yakni korban Linda Fitria (38) di rumah mereka di Jalan Sepakat No.101 RT 02 RW 01 Kelurahan Kemang Manis IB II Palembang.

Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan, pencaraian tersebut dilakukan lantaran dari keterangan saksi di sekitaran lokasi ada yang melihat dugaan Febrianto saat loncat dari atas Jembatan Ogan Kertapati.

“Karena itulah kami turun melakukan pencarian Febrianto dengan menyisir sekitaran perairan Jembatan Ogan dan kawasan Sungai Musi,” ungkapnya.

Dijelaskan Kasat, dugaan sementara Febrianto loncat dari atas jembatan diduga usai menikam istrinya sendiri hingga korban meninggal dunia.

“Tapi itu masih dugaan, dan kami masih melakukan pencarian Febrianto dengan menyisir sungai,” ujarnya.

Dalam pencarian tersebut lanjut Kasat, pihaknya juga dibantu oleh unit Sat Reskim IB II Palembang.

“Pencarian kami lakukan bersama-sama dengan mengendarai kapal Sat Polair,” tutupnya.

Sementara Kapolsek IB II Palembang, Kompol Agus Hairuddin didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hermansyah mengungkapkan, hingga sore hari pencarian belum membuahkan hasil. Namun proses penyisiran tetap dilakukan untuk mencari Febrianto yang diduga loncat dari atas Jembatan Ogan Kertapati.

Baca Juga :   Tersangka Penggelapan Mobil Ditangkap Korbannya

“Sedangkan apakah ada kaitannya antara dugaan loncatnya Febrianto dengan meninggal dunianya korban Linda Fitria yang tak lain istri dari Febrianto, itu masih dalam penyelidikan. Selain itu, kami juga masih menyelidiki motif tewasnya korban Linda Fitria,” tandasnya.

Terpisah, Nabila (15), anak pertama dari korban Linda Fitria dan Febrianto saat ditemui di kediamannya di Jalan Sepakat Kelurahan Kemang Manis IB II Palembang mengungkapkan, jika dirinya berharap ayahnya Febrianto yang dikabarkan loncat dari Jembatan Ogan Kertapati saat ini masih hidup.

“Ibu saya telah meninggal dunia, dan kini ayah belum ditemukan keberadaannya, saya khawatir dengan ayah. Sebab walaupun adanya kejadian ini, saya adalah anak ayah dan semoga ayah masih hidup,” ungkapnya.

Dijelaskan Nabila, sebelum ibunya ditemukan meninggal dunia, keluarganya selama ini baik-baik saja.

“Dari itulah saya berharap ayah tidak loncat dari jembatan itu,” tandas Nabila.

Diberitakan sebelumnya, korban Linda Fitria, Minggu (10/2/2019) pukul 07.00 WIB ditemukan tewas bersibah darah di kediamannya di Jalan Sepakat Kelurahan Kemang Manis Kecamatan IB II Palembang. Korban diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, Febrianto (38) menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Kemudian di waktu bersamaan, warga dan pihak keluarga menemukan sepeda motor milik Febrianto di atas Jembatan Ogan Kertapati. Dari itulah diduga usai membunuh korban, Febrianto diduga loncat dari atas jembatan tersebut.

Baca Juga :   Kejagung RI Kembangkan Penyelidikan Dugaan Kasus Dana Hibah

“Pagi hari kami mengetahui adik saya ini sudah meninggal dunia, sementara sepeda motor suaminya ditemukan di atas Jembatan Ogan Kertapati. Kalau kata saksi tukang ojek yang sempat melihat Febrianto di atas jembatan tersebut, katanya dia (Febrianto) loncat ke sungai. Dari itulah hingga kini Febrianto tidak ditemukan keberadaannya,” ungkap Lina (40), kakak perempuan korban Linda Fitria.

Kapolsek IB I Palembang, Kompol Agus Hairuddin saat itu mengatakan, usai mendapati informasi korban Linda Fitria ditemukan tewas kemudian pihaknya bersama Tim Identifikasi Polresta Palembang mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Setelah itu jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum.

“Hasil dari pemeriksaan, di tubuh korban ditemukan luka tusukan dan goresan senjata tajam. Sementara untuk suami korban belum ditemukan keberadaannya, hanya sepeda motornya saja yang kami temukan di atas Jembatan Ogan Kertapati. Sedangkan terkait dugaan suami korban loncat dari jembatan diduga usai membunuh korban, itu masih kami selidiki,” tegas Kapolsek.

Sedangkan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Sakti mengatakan, pihaknya telah memeriksa jenazah korban Linda Fitria. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka tusukan senjata tajam di tubuh korban.

“Ada tujuh luka tusuk senjata tajam di tubuh korban yang terdiri dari luka tusukan di bagian tubuh belakang, punggung dan dada korban. Sedangkan untuk bekas pukulan benda tumpul tidak kami temukan. Jadi dari pemeriksaan visum luar yang mengakibatkan korban tewas, yakni akibat tusukan senjata tajam yang ditikamkan pelaku sebanyak tujuh kali ke tubuh korban,” pungkas dr Indra. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pelaku Penusukan Guru di Muba Ditangkap

Sekayu, KoranSN Pihak kepolisian Sat Reskrim Polres Muba, Selasa (23/4/2019) meringkus tersangka Heri Susanto alias …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.