Diduga Melakukan Pemerasan, Sekdes Suka Damai Terjaring Saber Pungli

Amil. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Amil (40), Plt Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI terpaksa harus berurusan dengan hukum.

Pasalnya, pria yang merupakan warga asli Desa Suka Damai tersebut diduga telah melakukan pemerasan terhadap korbannya bernama Syafarudin, warga Komplek Pertamina Kelurahan Talang Ubi Utara yang hendak mengurus surat hibah ke kepala desa Suka Damai.

Akibatnya Amil digelandang tim Saber Pungli Polsek Talang Ubi pimpinan Ipda Nasron Junaidi SH, pada Rabu (24/1/2018) berikut barang buktinya berupa uang tunai sebesar Rp 7 juta dan satu unit handphone serta delapan rangkap surat pernyataan hibah.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kasubag Humas Polres AKP Arsyad bahwa bermula pada saat korban mengurus surat-surat hibah untuk pengurusan SPPH di Kecamatan Talang Ubi.

Baca Juga :   Polda Kejar 5 Pelaku Pemerkosa Bidan Desa di OI

Namun, pihak kecamatan menyerahkan agar di dalam surat-surat tersebut harus dibubuhi tanda tangan yang mengetahui Kepala Desa Suka Damai. Kemudian korban pun membawa surat-surat yang telah di buat oleh pihak kecamatan untuk di ketahui Kepala Desa Suka Damai melalui pelaku yang menjabat Plt Sekdes.

“Pelaku meminta uang sebesar Rp 7 juta untuk tanda tangan Kepala Desa Suka Damai.Karena merasa surat-surat tersebut sangat penting maka korban pun memberikan uang tersebut kepada pelaku,” katanya.

Namun, karena merasa diperas dan dirugikan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talang Ubi. “Berdasarkan laporan tersebut tim saber Pungli dan Tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan Dan setelah ada bukti permulaan yang cukup, maka dilakukan upaya jemput paksa terhadap pelaku/tersangka yang keberadaannya diketahui masih berada di rumahnya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Dua Remaja Tewas dengan Puluhan Luka Tusukan di Muba

Saat ini, tersangka masih dalam pemeriksaan, dan polisi masih meminta keterangan para saksi dan mengumpulkan barang bukti lainnya.

“Kita jerat dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 9 tahun penjara,” tandasnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Turut Sita Empat Mobil dan Tanah Kasus Korupsi Pengadaan CSRT

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita empat unit mobil serta tanah dan bangunan …