Diduga Pembunuhan Berencana, Keluarga Pegawai Honorer Minta Pelaku Dihukum Berat

H Lidya Arisna dan Isna Wijayani yang merupakan ibu dan bibi korban menunjukkan foto Ahmad Yoga Meydiko semasa hidup. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Suasana duka menyelimuti kediaman korban Ahmad Yoga Meydiko (28), di Jalan Demang I Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang, Rabu (22/4/2020). Korban Yoga merupakan pegawai honorer yang tewas dibunuh oleh tersangka Priamos (41), yang kini pelaku telah diamankan oleh Polsek IT I Palembang.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban menilai pembunuhan korban Yoga diduga telah direncanakan oleh pelaku, sehingga pihak keluarga meminta agar pelaku dijatuhkan hukuman berat. Sementara jenazah korban Yoga telah dimakamkan di TPU Kamboja Palembang.

Isna Wijayani (58), Bibi korban Yoga yang juga juru bicara dari keluarga korban didampingi ibu korban H Lidya Arisna mengatakan, ketika kejadian terjadi korban yang kala itu sedang duduk langsung diserang oleh pelaku Priamos dari belakang menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan korban Yoga ditusuk pelaku dengan pisau sebanyak delapan kali.

“Pembunuhan keponakan saya ini sudah direncanakan oleh pelaku, jadi bukan perkelahian biasa. Sebab saat itu korban Yoga yang sedang duduk langsung ditusuk dari belakang tanpa ada perlawanan dari korban. Akibatnya korban menderita delapan luka tusukan, yang terdiri dari; tiga luka tusuk di bagian tubuh belakang, dan luka lainnya di tubuh bagian depan, di tangan dan di dahi. Bukan hanya itu, mata korban juga terdapat luka membiru yang kemungkinan karena ditendang atau dipukul pelaku,” ungkapnya saat di temui di rumah duka.

Baca Juga :   Keterlibatan Pihak Bank Sumsel Babel Tunggu Fakta Sidang Dugaan Kasus Korupsi Kredit

Masih dikatakannya, dari sejumlah luka tusukan di tubuh korban terdapat luka tusukan senjata tajam yang mengenai jantung korban Yoga.

“Karena luka tusuknya banyak, dan jantung keponakan saya pun terkena luka tusukan dari pisau pelaku hingga korban banyak kehabisan darah dan meninggal dunia disaat tiba di rumah sakit. Dari kejadian ini, kami menilai jika pelaku sangat sadis melakukan penyiksaan yang bertubi-tubi terhadap korban Yoga,” ujarnya.

Dilanjutkannya, selain itu pihak keluarga korban juga membantah keterangan tersangka Priamos yang menuding keponakannya korban Yoga berselingkuh dengan istri tersangka.

“Semua keterangan tersangka yang mengatakan jika korban Yoga selingkuh dengan istri tersangka, dan korban mengirimkan video porno ke handphone (HP) istri tersangka tidak benar. Kami pihak keluarga sudah memeriksa HP milik korban Yoga, dan di dalam HP tersebut tidak ada Yoga mengirimkan video porno, dan isi pesannya juga tidak ada yang mengatakan selingkuh. Jadi, kami tegaskan pengakuan tersangka itu tidaklah benar,” paparnya.

Lebih jauh diungkapkannya, pihak keluarga menilai jika pelaku membunuh korban karena pelaku memiliki unsur iri kepada korban Yoga.

“Di tempat kerjanya Yoga ini rajin dan sering menolong sehingga atasannya percaya kepadanya, bahkan beberapa kali Yoga mendapat tugas ke luar kota. Hal inilah yang membuat pelaku yang merupakan teman sekantor korban menjadi iri. Apalagi, keponakan saya ini disuainya yang belum menikah sudah mapan karena memiliki usaha toko Sembako dan kosan. Hal inilah yang kemungkinan membuat pelaku iri sehingga pelaku melakukan penusukan tersebut kepada korban,” terangnya.

Baca Juga :   Antisipasi Corona, Pemkot Palembang Semprot Masjid dengan Disinfektan (FOTO)

Dilanjutkannya, sebelum kejadian tersebut terjadi memang ada firasat dimana kala itu korban selama tiga hari mengajak makan bersama ibunya, yakni H Lidya Arisna.

“Bahkan korban Yoga ini membuatkan kopi untuk ibunya. Mungkin itulah firasat jika kejadian tersebut akan menimpa korban Yoga,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek IT I Kompol Deni Triana mengatakan, kejadian pembunuhan korban Ahmad Yoga Meydiko terjadi Selasa siang (21/4/2020). Usai kejadian pihaknya berhasil mengamankan tersangka Priamos (41), warga Jalan Demang Lebar Daun Palembang.

“Antara korban dan tersangka ini teman sekantor, karena mereka sama-sama pegawai honorer di BPKAD Sumsel. Saat kejadian memang tersangka sempat pulang ke rumah mengambil pisau, setelah itu tersangka menemui korban dan langsung menikam korban berkali-kali dengan pisau tersebut. Kini tersangka dan barang bukti telah kami amankan guna diproses hukum lebih lanjut,” tegas Kapolsek. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

3 Warga Palembang Meninggal 45 Positif Corona

Palembang, KoranSN Berdasarkan data dari Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.