Diduga Permasalahan Penumpang, Sopir Bus Kertapati Tewas Dikeroyok Kakak Beradik

Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Febri (42), harus meregang nyawa setelah sempat dilarikan ke RSUD Palembang BARI akibat luka serius yang dialaminya ketika menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang kakak beradik.

Korban yang kesehariannya sebagai Sopir Bus Kota Jurusan Kertapati-KM 12 ini, tewas dianiaya saat bus yang ia kemudikan melintas di depan Hotel Semeru, Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan SU I Palembang.

Informasi yang dihimpun, pengeroyokan terhadap warga yang tinggal di Jalan Ki Kemas Rindo Sungki Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati ini, diduga dilandasi permasalahan dendam lama dimana kedua pelaku berinisial ‘MD’ dan ‘GG’ yang juga berprofesi sebagai sopir bus kota, sakit hati kepada korban karena diduga pernah merebut penumpang kedua pelaku.

“Korban tewas dengan beberapa luka tusuk senjata tajam di leher serta dadanya,” jelas Lekat (35), kernet korban saat ditemui di RSUD Palembang BARI.

Baca Juga :   Miliki Sabu, Oknum Security Bank di Pagaralam Diringkus

Lekat yang saat kejadian menyaksikan pengeroyokan terhadap korban tersebut mengatakan, pengeroyokan yang menewaskan korban bermula saat bus yang kendarai korban melintas di lokasi kejadian. Ketika itu, dua pelaku yang merupakan kakak beradik tersebut menghadang laju bus dan langsung memasuki bus.

“Kedua pelaku mengeluarkan Sajam dan langsung menikam korban yang sedang duduk dibangku sopir. Saya yang saat kejadian tak bisa berbuat banyak, karena para pelaku membawa Sajam. Setelah itu mereka (pelaku, red) turun dengan tangan penuh darah, sementara sopir saya tersungkur dan banyak mengeluarkan darah, lalu saya meminta bantuan para penumpang untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun belum sampai di rumah sakit korban sudah meninggal dunia,” terang Lekat.

Baca Juga :   Motor Curian Mogok, Pelaku Curanmor di Banyuasin Tertangkap Usai Sembunyi di Dalam Hutan

“Saya ini baru jadi kernet korban. Ini disebabkan mungkin karena dua pelaku dendam dengan korban karena permasalahan penumpang,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui KA SPK Terpadu, Ipda Dofan yang mendatangi lokasi kejadian menjelaskan, kasus ini masih dalam penyelidikan petugas.

“Laporan dari keluarga korban sudah kita terima, dan kini unit Satreskrim masih memburu dua pelaku yang melakukan pengeroyokan hingga korban meninggal dunia,” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Surati 239 Penyelenggara Negara Terkait LHKPN Tidak Lengkap

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyurati 239 penyelenggara negara terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara …