Home / Headline / Diduga Tak Miliki Izin, BPOM Stop Produksi Air Minum PT SSS

Diduga Tak Miliki Izin, BPOM Stop Produksi Air Minum PT SSS


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tampak petugas BPOM saat menyegel air minum kemasan. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, koranSN

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, Selasa (7/3/2017) mendatangi PT Subur Sukses Sentosa (SSS) yang merupakan perusahaan produksi dan penjualan air minum kemasan di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Kemuning, Palembang.

Kedatangan petugas BPOM didampingi pihak kepolisian dan Sat Pol PP Kota Palembang ke lokasi untuk menyetop produksi dan peredaran air minum jenis cup dan botol yang diproduksi oleh perusahaan. Hal ini dikarekanakan pihak perusahaan diduga tak memiliki izin produksi dan edar, sebab izi tersebut tidak diperpanjang sejak tahun 2006 lalu.

Pantauan di lapangan, petugas BPOM yang mendatangi perusahaan tersebut dipimpin langsung Plh Kepala BPOM Palembang, Devi Lidiarti. Setiba di lokasi, petugas tampak tak disambut baik oleh pemilik perusahaan sehingga sempat terjadi perdebatan antara petugas BPOM dengan pemilik perusahaan yang diketahui bernama Sutiyono.

Sutiyono tampak marah dan menanyakan surat perintah penggeledahan yang dibawah petugas BPOM yang ketika itu masuk ke dalam gudang perusahaannya untuk melakukan pemeriksaan. Kemudian, Plh Kepala BPOM Palembang, Devi Lidiarti meredahkan amarah si pemilik perusahaan itu.

Dikatakan Devi Lidiarti, jika kedatangan pihaknya ke PT Subur Sukses Sentosa dikarenakan sejak tahun 2006 lalu perusahaan tersebut tidak memperpanjang surat izin produksi dan edar minuman kemasan yang diproduksi. Bahkan sebelum pihaknya datang kelokasi, sejak tahun 2014 lalu BPOM telah melayangkan surat peringatan.

“Oktober 2016 lalu terakhir kami layangkan surat peringatan agar PT Subur Sukses Sentosa memperpanjang izinnya. Tapi, sampai kini izin produksi dan edar air minuman kemasan perusahaan ini belum juga ada,” kata Devi di hadapan pemilik PT Subur Sukses Sentosa, Sutiyono.

Baca Juga :   Andika Spesialis Jambret di Seputaran Cinde Dibekuk

Sementara Sutiyono menegaskan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan upaya untuk memperpanjang izin tersebut. Namun pihak dari BPOM Palembang yang terkesan lamban menerbitkan izin sehingga sampai saat ini izin tersebut belum dikeluarkan.

“Kita sudah setor uang Rp 4 juta ke BPOM untuk mengurus izin itu. Kami sudah sesuai prosedur tapi justru pihak BPOM yang susah birokrasinya. Yang jelas, kedatangan BPOM ini, kami tidak terima. Mana surat perintah penggeledahan, kalau mau menyita mana surat dari pengadilan. Kami jelas tidak terima, kalian (BPOM) sudah menganggu ketertiban kami dan kalian masuk ke sini tanpa izin. Dari itu kami akan melaporkan BPOM ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Usai mendengar perkataan Sutiyono, lalu Devi Lidiarti meminta Sutiyono agar tenang. Diungkapkan Devi, memang dalam penggeledahan tersebut pihaknya tak membawa surat penggeledahan, namun tindakan yang dilakukan sudah sesuai prosedur.

“Saudara itu sudah kami layangkan surat pringatan keras, dan hari ini kami mengambil tindakan. Tindakan kami ini merupakan tangkap tangan, karena perusahaan bapak masih memproduksi dan mengedarkan minuman kemasan tanpa memiliki izin,” jawab Devi.

Mendengar jawaban tersebut, Sutiyono kembali menegaskan kalau pihaknya akan menempuh jalur hukum dan akan melaporkan tindakan BPOM tersebut ke pihak kepolisian.

“Tangkap tangan, memangnya saya ini maling. Kalau mau menyita atapun menyegel harus ada putusan pengadilan, ini Negara hukum. Saya tidak senang dengan perlakuan BPOM terhadap perusahaan saya ini, nanti kita adu permasalahan ini di pengadilan,” tutupnya.

Meskipun pemilik perusahaan dan keluarganya tidak memperbolehkan petugas BPOM melakukan tindakan. Namun, petugas tetap saja memeriksa gudang PT Subur Sukses Sentosa yang berisi ratusan dus air minum kemasan siap edar. Bahkan petugas memasang segel disemua kardus yang berada di dalam gudang tersebut.

Baca Juga :   Bandit Bobol Rumah di Lahat Tewas Ditembak Polisi

Plh Kepala BPOM Palembang, Devi Lidiarti usai pemeriksaan dan pemasangan segel di Gudang PT Subur Sukses Sentosa mengungkapkan, tindakan yang dilakukan pihaknya dikarenakan sejak tahun 2006 lalu izin edar perusahaan tersebut sudah tak di perpanjang atau izinya sudah mati.

“Perusahaan ini memproduksi dan menjual empat jenis minuman kemasan terdiri dari; minuman cup dan botol bermerek SSS, minuman kemasan botol merek Long Life dan satu lagi minuman botol merek Topone. Keempat jenis minuman ini tidak memiliki izin edar dari BPOM, dari itu kita menyetop PT Subur Sukses Sentosa memproduksi dan mengedarkan minuman kemasan tersebut, untuk yang telah beredar di pasaran nanti akan kami tarik. Dari lokasi, kita juga membawa sample 50 kardus minuman untuk diperiksa di laboraturium BPOM, “ungkap Devi.

Disinggung terkait pihak perusahaan telah menyetorkan uang Rp 4 juta untuk memperpanjang izin, namun sampai kini belum dikeluarkan BPOM Palembang? Devi mengungkapkan jika sampai saat ini
PT Subur Sukses Sentosa tidak ada izin.

“Sampai kini izin mereka kan belum diterbitkan namun mereka masih saja tetap memproduksi dan menjual minuman kemasan tersebut. Yang jelas, kalau memang sudah mangajukan perpanjang perizinan dan persyaratannya sudah seusai tentunya izinya juga cepat dikeluarkan BPOM,” terangnya.

Ditanya niat pihak perusahaan yang akan melaporkan BPOM ke pihak kepolisian? Devi enggan berkomentar banyak. ” Itu urusan dia bukan urusan saya,” tutupnya. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ketua Waria Palembang Digorok Usai Bercinta, Pelaku Tertangkap di Lubuklinggau

Palembang, KoranSN Muhammad Jagad (30), tersangka kasus pembunuhan Ketua Organisasi Waria Kota Palembang, yakni korban …