Diduga Terima Suap Rp 5,3 M Terkait Seleksi Penerimaan Anggota Polda Sumsel, Oknum Kombes (Purn) & AKBP Aktif Dijebloskan ke Rutan Pakjo

Kombes Pol (Purn) ‘SP’ (foto dua dari kiri), AKBP ‘SY’ (foto kiri) saat berada di Rutan Pakjo Palembang. Suasana kedua tersangka dijebloskan ke Rutan Pakjo. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dua tersangka dugaan kasus suap menerima gratifikasi uang Rp 5,3 Miliar dari seleksi penerimaan anggota Brigadir Polri (Bintara Umum dan Bintara Penyidik) Polda Sumsel Tahun 2016, dijebloskan jaksa ke sel tahanan Rutan Pakjo Palembang.

Kedua tersangka tersebut, yakni; oknum Kombes Pol (Purn) ‘SP’ (60) yang saat dugaan kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Sumsel, dan oknum anggota Polri aktif, yakni AKBP ‘SY’ (51).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palembang, Asmadi melalui Kasi Pidsus, Dede Muhamad Yasin, Rabu (22/1) mengatakan, Kombes Pol (Purn) ‘SP’ dan AKBP ‘SY’ dimasukan ke sel tahanan Rutan Pakjo Palembang, Selasa sore (21/1/2020) setelah Tim Bareskrim Mabes Polri didampingi Tim Kejagung RI menyerahkan kedua tersangka tersebut ke Kejari Palembang.

“Penahanan kedua tersangka dilakukan lantaran satu minggu sebelum diserahkan ke Kejari Palembang, keduanya telah ditahan pada tingkat penyidikan di Mabes Polri. Oleh karena itu saat kedua tersangka dilimpahkan dalam rangka tahap dua maka keduanya kami tahan di Rutan Pakjo guna persiapan persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Detik Detik Penangkapan Bupati Ogan Ilir (foto foto)

Masih dikatakannya, dugaan kasus ini terjadi pada Mei 2016 yang lalu atau saat adanya kegiatan penerimaan anggota Brigadir Polri (Bintara Umum dan Bintara Penyidik) Polda Sumsel.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede Muhamad Yasin. (Foto-Dedy/KoranSN)

“Adapun modus tersangka dalam kasus ini, yakni menjanjikan sejumlah peserta yang mengikuti seleksi penerimaan anggota Brigadir Polri dapat lulus seleksi dengan syarat membayarakan uang Rp 200 juta sampai Rp 300 juta, sehingga kedua tersangka memperoleh uang gratifikasi dengan total Rp 5,3 Miliar. Namun aksi kedua tersangka tersebut akhirnya tertangkap oleh Tim Bareskrim Mabes Polri,” ujarnya.

Menurutnya, setelah dilakukan penyelidikan akhirnya berkas perkara kedua tersangka dilimpahkan ke Kejagung RI hingga berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap (P21).

“Karena tempat kejadian dalam dugaan kasus ini terjadi di Kota Palembang maka Tim Bareskrim Mabes Polri dan Kejagung RI menyerahkan berkas perkara dan kedua tersangka kepada kami guna disidangkan di Pengadilan Tipikor Palembang,” paparnya.

Diungkapkannya, dalam perkara ini sebenarnya ada tiga tersangka yang telah ditetapkan namun dari ketiga tersangka tersebut baru berkas perkara dengan tersangka Kombes Pol (Purn) ‘SP’ dan AKBP ‘SY’ yang telah dinyatakan lengkap.

Baca Juga :   Polda Sumsel Warning Tembak Mati 2 Buronan Kasus Mayat Dicor di TPU Kandang Kawat

“Sedangkan untuk satu tersangka lagi yang identitasnya tidak kami ketahui, berkasnya belum diserahkan lantaran dinyatakan Kejagung belum lengkap (P19) hingga perlu dilengkapi penyidik Bareskrim Polri,” katanya.

Lanjutnya, dalam dugaan kasus ini untuk kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan atau Pasal 5 ayat (2) huruf a dan atau Pasal 11 dan atau Pasal 5 ayat (1) huruf adan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi saat dikoonfirmasi terkait telah dilimpahkannya dua tersangka dugaan kasus suap yakni menerima gratifikasi dalam seleksi penerimaan anggota Brigadir Polri Polda Sumsel tahun 2016 yang telah dilimpahkan ke Kejari Palembang tersebut mengaku jika dirinya belum mendapatkan informasi.

“Saya belum monitor, dan belum mendapat informasi terkait hal tersebut,” singkatnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ardani Ngaku Tak Tahu Soal Masalah Tanah Pada Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Palembang, KoranSN Ardani mantan Kapala Biro Hukum Pemprov Sumsel yang juga panitia dalam pembangunan Masjid …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.