Dikenali Korban, Buronan Jambret di Kalidoni Ditangkap Usai Kabur ke Jakarta

Tersangka Satria Bagaskara (tengah) saat diamankan. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Satria Bagaskara (20), buronan kasus jambret yang kabur ke Jakarta berhasil ditangkap pihak kepolisian Sat Reskrim Polsek Kalidoni disaat tersangka pulang ke Palembang dan dikenali oleh korbannya.

Atas perbuatannya, kini tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Mayor Zen Lorong Limbungan Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Palembang ini, Kamis (21/11/2019) harus merasakan sel tahanan Mapolsek Kalidoni Palembang.

Kapolsek Kalidoni Palembang, AKP Irene didampingi Kanit Reskrim Ipda Heriyanto mengatakan, tersangka Satria Bagaskara melakukan aksi jambret bersama pelaku Riski (DPO), pada Minggu 21 April 2019 lalu di Jalan Jalan Mayor Zen Palembang dengan korbannya Ida Rohayati (42).

“Dalam aksi jambret tersebut tersangka dan pelaku Riski menjambret handphone milik korban, yang saat kejadian korban baru turun dari mobilnya sambil memegang HP,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolsek, dalam kasus jambret tersebut kedua pelaku memilik peran masing-masing. Dimana satu pelaku betugas mengedarai sepeda motor saat beraksi, sedangkan satu pelaku lagi berperan merampas HP dari tangan korban.

Baca Juga :   Ditinggal Pergi Pemilik Rumah Diamuk 'Si Jago Merah'

“Usai melakukan aksi jambret tersebut, tersangka Satria Bagaskara kabur ke Jakarta. Namun belum lama ini tersangka kembali ke rumahnya di Palembang. Nah, disaat kembali tersebutlah korbannya bertemu dengan tersangka sehingga korban yang mengenali wajah tersangka lalu melapor kepada petugas kepolisian Polsek Kalidoni dan akhirnya tersangka pun ditangkap,” terangnya.

Dilanjutkan Kapolsek, dari hasil pemeriksaan kepada tersangka diketahui jika tersangka Satria Bagaskara merupakan residivis kasus jambret.

“Kini tersangka dan barang bukti telah diamankan, dan dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 365 KUHP. Selain itu, kami juga masih melakukan pengembangan untuk menangkap satu pelaku lainnya yang buron,” tandasnya.

Sementara tersangka Satria Bagaskara mengatakan, untuk HP korban yang dijabretnya kini telah dijualkannya seharga Rp 750 ribu.

“Uang dari menjual HP tersebut saya bagi dua dengan Riski (DPO). Kini uang tersebut sudah habis saya gunakan untuk membeli susu anak saya yang masih kecil. Hal ini saya lakukan, sebab saat melakukan jambret tersebut saya belum mendapat pekerjaan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Banyak Pengusaha Menyetor Uang ke Yan Anton

Masih dikatakan tersangka, jika usai menjambret korban barulah dirinya mendapat pekerjaan di Jakarta yakni sebagai buruh bangunan.

“Dari itulah usai menjambret saya kabur ke Jakarta, karena di sana saya bekerja sebagai buruh bangunan membangun stadion bola kaki. Namun tak lama kemudian saya pulang ke Palembang, hingga akhirnya saya ditangkap polisi usai korban yang mengenali saya melihat saya nongkrong di kawasan Jalah Mayor Zen,” tandas tersangka. (ded)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Densus 88 Tangkap 6 Terduga Teroris di Solo Jateng

Jakarta, KoranSN Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri telah menangkap enam terduga teroris di wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.