Home / Editorial / Dilematis Eksplorasi Batubara di Lahat

Dilematis Eksplorasi Batubara di Lahat

ilustrasi-truk-batubara
ilustrasi-truk batubara

PERHATIKANLAH  dan dengarkan, sampai saat  ini tak henti korban berjatuhan akibat truk batubara yang melintas di jalur Lahat-Palembang. Korban nyawa, kecelakaan berakibat fatal, jalan macet beratus kilometer, dan banyak lagi kesusahan rakyat karenanya. Tetapi semua itu rasanya belum cukup untuk menggugah  pengambil keputusan untuk mengambil langkah bijaksana terhadap persoalan  ini.

Walaupun katanya pengaturan jam truk boleh melintas telah dibuat  sedemikian rupa, nyatanya kecelakaan dan kejadian tak terduga tetap saja terjadi.
Begitu banyak yang harus dikorbankan akibat pengangkutan batubara ini.

Untuk masalah truk batubara yang melintas ini, penulis pernah melaporkannnya kepada Presiden RI Joko Widodo. Saat kesempatan dialog langsung di Hotel Arista Palembang, penulis menceritakan kondisi truk batubara yang jumlahnya makin banyak melintas di jalan umum.

Baca Juga :   Lahan Parkir Terbatas, Bagaimana Ini?

Mobil penulis sendiri pernah mengalami ditabrak truk batubara  yang melaju dengan kecepatan kencang. Kala itu truk batubara  tak bermuatan datang dari arah Palembang. Tak hanya itu,  selama ini sudah ada korban jiwa yang membuat warga marah. Tetapi tetap saja truk batubara ini melintas.

Itulah gambaran untuk kesekian kalinya tragedi akibat kecelakaan truk batubara. Dan untuk diketahui pagi pengguna jalan  yang terbiasa melaju di jalur Lahat-Palembang sudah mengetahui  jam melintas batubara, yakni malam hari. Tetapi tetap saja kecelakaan kerap terjadi.

Semua pihak harus berpikir untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal kalau semuanya diatur dengan baik, tentu semuanya akan  berjalan dengan bagus, bahan galian memang bermanfaat lebih, rakyat tak terganggu dan pendapatan negara akan bertambah.

Baca Juga :   Perlu Keberanian dan Inovasi Tinggi

Sebenarnya kalau kita mengingat-ingat, Pemprov Sumsel pernah menghentikan sementara pengangkutan batubara dari Lahat yang masih menggunakan Jalan atau alur transportasi umum. Penghentian ini dilakukan karena protes rakyat sudah puncak klimaknya. Tentu saja kondisi tersebut disambut baik oleh rakyat.

Tentu saja menghentikan selamanya eksplorasi tambang batubara di Lahat,  bukan solusi yang bijaksana. Karena dari aktivitas tambang tersebut sudah terjadi siklus ekonomi, dan ketergantungan antar satu sistem  dengan lainnya sudah berjalan. (Agus Harizal)

 

 

 

 

 

 

 

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

Pengabdian Tanpa Akhir Sang Mantan Gubernur Sumsel

  Oleh Zulkarnain Alregar KETIKA pertama kali Provini Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.