Dinas Pertanian Kawal Panen Padi di Banyuasin

Petani Muara Padang saat mamanggul padi. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin melakukan pengawalan dengan cara berkoordinasi bersama Bulog agar menyerap gabah petani Banyuasin yang sedang panen perdana seluas 14.695 hektare sawah pasang surut, terhitung awal Januari hingga pekan ketiga Januari 2018.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Banyuasin Erawan SP, ditemui diruang kerjanya, Kamis (25/1/2018) mengatakan, sudah lebih kurang 14.695 hektar sawah pasang surut di Banyuasin sedang panen padi. Dan akhir Januari ini ditargetkan mencapai 25 ribu hektare.

“Harga padi kering sawah saat ini masih sangat tinggi, yakni antara Rp 5000/Kg sampai Rp 5500/Kg,” ujar Erawan.
Erawan mengatakan, pada Januari minggu ke empat ditargetkan panen padi sudah mencapai 25.000 hektare. Target ini diyakini akan tercapai, seiring panen yang merata di wilayah perairan. Diprediksi panen akan berlangsung dari bulan Januari sampai Maret.

“Diperkirakan akan panen raya seluas 120 hektare hingga 130 ribu hektare. Tugas selanjutnya adalah kerjaan Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras atau gabah. Adapun panen raya yang sedang berlangsung saat ini diseluruh pasang surut, yakni di 14 kecamatan daerah pasang surut, kecuali Kecamatan Rambutan, Rantau Bayur Banyuasin I dan Banyuasin III serta Kecamatan Air Kumbang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ratusan Warga Ikuti Lomba Jala Ikan

Untuk menanggulangi turunnya harga gabah ditingkat petani, tim antisipasi Serap Gabah (Sergap) gabungan TNI, Kementerian dan Bulog sedang dibentuk. “Fungsi Sergap dibentuk untuk mengantisipasi turunnya harga gabah tingkat petani di Banyuasin yang saat ini sedang panen raya, fungsi sergap hanya pada saat panen raya setelah itu selesai,” kata Erawan.

Dikatakan Erawan, rata-rata beras Banyuasin dibeli oleh pedagang dari Lampung, karena mereka ada industri hilirnya, dimana beras di kemas menjadi sebuah hak paten lalu dijual di toko dan pasar dalam kemasan.

“Kita Banyuasin belum memiliki industri hilir beras seperti di Lampung,” ujar Erawan.

Terpisah Suradi (50) petani di Gapoktan Inti Tani Kecamatan Muara Sugihan saat diwawancarai mengatakan, menyambut baik harga gabah tahun ini. Harga tersebut dipengaruhi oleh operasi yang dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang selalu mantau wilayah-wilayah di Kabupaten Banyuasin yang sedang panen padi.

Baca Juga :   Muara Enim Gelorakan Germas

Menurut Suradi, dengan cara Bulog keliling ke petani menyebabkan kondisi harga gabah sawah dibeli sesuai pembelian pemerintah (HPP).

“Kalau di lapangan harganya cenderung melebihi HPP, bahkan ada toke padi di Banyuasin yang sanggup menerima padi dengan harga 5000/Kg harga gabah kering giling,” ujarnya.

Senada dikatakan oleh petani Muara Sugihan Parno (39). Menurutnya, selain harga gabah stabil karena kontrol pemerintah, juga karena faktor kualitas padi saat ini lebih baik dibanding tahun lalu.

“Tahun lalu jalan rusak, sekarang sudah bagus, kalau tahun lalu petani tidak menggunakan pupuk, tahun ini pakai pupuk,” kata Parno. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pilkada PALI: TPS Akan Dibekali APD Pencegahan Covid-19

PALI, KoranSN Guna memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten PALI bebas dari penyebaran Covid-19, …