Home / Kesehatan / Dinkes Ogan Komering Ulu Timur Fokus Penanganan Kekerdilan

Dinkes Ogan Komering Ulu Timur Fokus Penanganan Kekerdilan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Komering Ulu Timur fokus pada penanganan Stunting guna menekan angka penderitanya khususnya anak-anak di wilayah itu. (foto-antaranews)

Baturaja, KoranSN

Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, fokus pada penanganan masalah kekerdilan atau penyakit kelainan pada tubuh manusia khususnya anak-anak yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu cukup lama.

“Karena stunting ini perlu penanganan sejak dini guna menekan angka penderitanya,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Maimunah di Martapura, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga :   5 Penyebab Tubuh Terasa Lemas dan Kurang Energi

Dalam pencegahan kekerdilan anak ini, kata dia, pihaknya menyiapkan berbagai kegiatan untuk penanganan, seperti rencana aksi daerah intervensi percepatan penurunan stunting di OKU Timur Tahun 2019-2020.

“Selain itu, Pemkab OKU Timur juga sudah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 19 tahun 2019 tentang Penanganan dan Komitmen dalam Maenangani Stunting,” katanya.

Dia menjelaskan, salah satu penanganan kekerdilan yang telah dilakukan pihaknya sejak lama yaitu menyediakan pemberian makanan tambahan (PMT) di setiap puskesmas di wilayah setempat.

“Termasuk juga kami gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang tumbuh kembang balita dan cara pola makan ibu hamil yang sehat,” ucapnya.

Baca Juga :   Kentut Anda Bau Busuk, Ternyata Ini Penyebabnya

Menurut dia, kekerdilan merupakan satu titik masalah gizi kronis disebabkan oleh asupan pangan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi hingga berdampak pada keterlambatan pertumbuhan yang dapat menyebabkan kekerdilan fisik pada balita.

Kurangnya gizi dan keterlambatan pertumbuhan menyebabkan kekerdilan fisik pada balita yang terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan dampaknya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun.

“Dampak dari stunting ini antara lain kemampuan motorik anak menjadi rendah, mudah terserang penyakit dan tumbuh kembang anak tidak optimal,” ujarnya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Lima Warga Pekanbaru Meninggal Akibat DBD

Pekanbaru, KoranSN Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyebut sejak Januari hingga pertengahan November 2019 terdapat sebanyak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.