Home / Gema Sriwijaya / Dirumahkan 3 Bulan, Karyawan Perusahaan di Lahat Tuntut Pesangon

Dirumahkan 3 Bulan, Karyawan Perusahaan di Lahat Tuntut Pesangon


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap saat dialog dengan para pekerja yang dirumahkan. (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

PT Priamanaya Energi, Jumat  (15/03/2019) didatangi oleh puluhan  karyawan yang dirumahkan. Kedatangan para pekerja ini menuntut hak pesangon mereka.

Menurut salah satu pekerja jika dirinya sudah tiga bulan dirumahkan, hingga saat ini ia tidak bekerja dan tidak menerima gaji.

“Saya sudah tiga bulan tidak bekerja (dirumahkan) dan tidak gajian, kami mau cari makan dari mana Pak! Itulah mata pencarian kami,” katanya sedih.

Pantauan awak media di lapangan. Tidak kurang dari 40 pekerja yang dirumahkan  mendatangi PT Priamanaya. Para pekerja berkumpul di pintu depan utama akses masuk ke mulut tambang.

Baca Juga :   36 Calon Kepala Sekolah Lulus Administrasi

Para pekerja sempat melakukan aksi penutupan gerbang akses pintu utama masuk ke PT Priamanaya. Dalam unjuk rasa itu, para pekerja meminta ingin bertemu langsung dengan pihak tambang untuk dicarikan solusi.

“Kami mau membuka gerbang akses ke tambang ini, tapi kami mau ketemu dengan orang tambang dan bicara langsung,” kata para pekerja secara serentak dengan nada lantang.

Parahnya, kumpulan karyawan yang dirumahkan tersebut secara spontan mendirikan tenda persis di depan pintu gerbang utama. Akibatnya, semua kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa masuk ke wilayah tersebut.

Selanjutnya sekitar pukul 17.00 WIB Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap beserta jajarannya mendatangi lokasi.

Penutupan gerbang jalan akses ke perusahaan.

Kapolres sempat berkomunikasi dengan kumpulan pekerja tersebut dan menghimbau agar semua bisa tenang.

Baca Juga :   KPU Pagaralam Terima Tujuh Parpol, Empat Dikembalikan

“Mari kita selesaikan dengan baik. Semuanya bisa kita komunikasikan. Tentunya bila semua tenang, semua aspirasi bisa disampaikan dengan pihak perusahaan,” kata Kapolres.

Setelah berkomunikasi dengan Kapolres akhirnya para pekerja dan perwakilan PT Priamanaya bertemu di gerbang depan hingga membuat kesepakatan atas tuntutan para pekerja. Setelah itu barulah gerbang akhirnya dibuka kembali. Begitu juga dengan tenda yang dipasang di pintu utama PT Priamanaya juga dibuka.

Andes pihak PT Priamanaya mengatakan, dirinya dan perusahaan tetap akan membantu dan mencarikan solusi bagi karyawan yang dirumahkan.

“Kami tetap akan membantu tuntutan para pekerja. Tentunya semua akan diakomodir dan dicarikan solusi, tapi memang keputusan tersebut tidak bisa cepat. Kami harus menunggu petunjuk dari kantor pusat,” jelasnya saat dikonformasi. (rob)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Bupati Banyuasin H Askolani Anggarkan Rp 96 Miliar Untuk Perbaiki Jalan Trans Pulau Rimau

Banyuasin, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin di 2019 ini menyiapkan anggaran Rp 96 miliar untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.