Senin , Februari 18 2019
Home / Kota Musi / Dirut Swarna Dwipa Curhat ke Walikota Harnojoyo

Dirut Swarna Dwipa Curhat ke Walikota Harnojoyo

Dirut PD Perhotelan Swarna Dwipa, Rebo Iskandar saat melakukan audiensi dengan Walikota Palembang di Rumah Dinas Walikota. (Foto-Humas Pemkot Palembang)

Palembang, KoranSN

Direktur Utama (Dirut) PD Perhotelan Swarna Dwipa, Rebo Iskandar curhat ke Walikota Palembang H Harnojoyo tentang kondisi keuangan perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dia pimpin.

Curhat tersebut mengemuka saat jajaran manajemen PD Perhotelan Swarna Dwipa melakukan audiensi dengan Walikota Palembang dan pimpinan OPD Kota Palembanh, Rabu (5/12/2018), di Rumah Dinas Walikota.

Dalam curhat tersebut Rebo meminta Pemerintah Kota Palembang memberikan keringanan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan atas perusahaan daerah ini.

“Saya baru dilantik sebagai Dirut pada November lalu, dengan kondisi keuangan yang sedang tidak bagus, sebab biaya operasional yang besar. PD Perhotelan Swarna Dwipa masih memiliki tanggungan pajak Rp 200 juta kepada Pemerintah Kota Palembang,” ujarnya.

Oleh karena itu dirinya meminta kepada Walikota Palembang agar dapat memberikan keringanan atau toleransi atas tunggakan pajak yang dimaksud.

Baca Juga :   GM Pertamina RU III Tinjau Langsung Tambak Ikan Kelompok Bintang

Diketahui, dalam audiensi tersebut Dirut PD Swarna Dwipa Rebo Iskandar meminta keringanan beban pajak yang mencapai Rp 200 juta. Adapun unit Usaha PD Perhotelan Swarna Dwipa meliputi; Hotel Swarna Dwipa, Swarna Dwipa Residence, Graha Sumsel (pecenongan), Villa Cisarua (Villa Syailendra), dan pengelolan manajemen Asrama Haji.

Pada audiensi Dirut PD Swarna Dwipa Rebo Iskandar juga menyampaikan jika PD Perhotelan Swarna Dwipa yang dalam waktu dekat ini akan menjadi PT sedang memiliki kendala dana operasional, karena banyaknya pembangunan. Dari itu dirinya mengajak Pemerintah Kota Palembang untuk menanamkan sahamnya.

“Kami bisa membayar gaji karyawanpun masih bagus. Sebab operasional terbesar sekitar Rp 1 miliar untuk gaji karyawan. Karyawan kami berjumlah 350 orang. Kami masih menunggak PBB pada Pemerintah Kota Palembang sekitar Rp 200 juta,” ungkapnya.

Selain itu Rebo Iskandar juga meminta Pemerintah Kota Palembang agar memberikan edaran untuk menggelar acara di PD Perhotelan Swarna Dwipa sebagai upaya membantu perusahaan daerah ini.

Baca Juga :   Sabu Ratusan Juta Asal Aceh Gagal Diedarkan di Palembang

“Mohon bantuan dari Pak Wali. Kami juga meminta bantuan saat car free day agar akses ke Hotel Swarna Dwipa tetap lancar, sebab di hari Minggu merupakan ladang kami mencari uang,” ujarnya.

Terkait hal ini Walikota Palembang, H Harnojoyo mengaku baru mengetahui kondisi yang terjadi pada PD Swarna Dwipa. Oleh karena itu dirinya menginstruksikan kepada OPD terkait ubtuk membantu mencarikan solusi atas persoalan perusahaan daerah tersebut.

“Untuk car free day akan diinstruksikan agar akses ke Swarna Dwipa tetap lancar,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah Kota Palembang, Sinta Raharja mengatakan, manajemen PTlD Perhotelan Swarna Dwipa sebelumnya telah berjanji untuk melunaskan pajak tersebut pada September. Karena belum dibayarkan maka menyebabkan denda pajaknya telah berjalan.

Dirinya memberikan solusi kepada PD Perhotelan Swarna Dwipa untuk membayarkan terlebih dahulu pajak terkecil dari tiga SPPT PBB milik perusahaan daerah tersebut. Sedangkan sisanya, akan dibahas lebih lanjut terkait teknis pelunasannya. (fer)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Sambangi Korban Kebakaran di Panti Az Zikri, Febrita Kirim Psikolog

Palembang, KoranSN Kebakaran yang menghanguskan Panti Asuhan Az Zikri di Jalan Malaka IV RT 14 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.