Disfungsi Ereksi Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Disfungsi ereksi atau DE sering menjadi kasus tersembunyi. Mereka yang menderita DE biasanya berobat, namun tidak mau terus terang terhadap penyakit yang dialami, karena efek denial atau tidak berani menerima kenyataan hingga merasa malu.

Masih merasa malu mengakui mengalami disfungsi ereksi? Sebaiknya dipikir ulang. Karena ternyata, disfungsi ereksi bisa menjadi prediktor yang baik terhadap penyakit berbahaya lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Nouval Shahab, Sp.U, PhD.

“Setelah diteliti, disfungsi ereksi bisa jadi prediktor yang baik terhadap penyakit dengan mortalitas tinggi seperti jantung koroner,” ujarnya.

Baca Juga :   Pasien Sembuh COVID-19 Untuk Pertama Kalinya di Atas 1.000

Nouval menjelaskan, orang yang mengalami disfungsi ereksi setelah tiga tahun bisa dideteksi bahwa dirinya menderita penyakit jantung. Sementara penyakit diabetes justru bisa menjadi penyebab DE.

Untuk orang dengan diabetes, sistemik gula darah tinggi, pembuluh darah banyak mengalami gangguan, sehingga semakin lama aliran darah semakin bermasalah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Nouval menyarankan untuk tidak malu memeriksakan diri demi kelangsungan kehidupan, baik kehidupan berumah tangga hingga masalah terkait produktivitas. (Viva.co.id)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Pasien COVID-19 di Kulon Progo Tambah 18 Kasus Menjadi 547 Kasus

Kulon Progo, KoranSN Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.