Home / Kota Musi / Dishub Gembok Mobil dan Angkut Motor, Pedagang Blokir Jalan Sudirman

Dishub Gembok Mobil dan Angkut Motor, Pedagang Blokir Jalan Sudirman

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia



Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Kabupaten Banyuasin

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Ricuh, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono bersama Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Honi Havana temui para pedagang jalan Sudirman yang protes akibat mobil dan kendaraannya diangkut pihak Dishub Kota Palembang, Rabu (9/1/2019). (Foto-Ferdinand Deffriyansyah/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Para pedagang di toko-toko yang menempati ruko di kawasan Jalan Sudirman Palembang, Rabu (9/1/2019) melakukan aksi protes dengan membentangkan tali plastik di jalan protokol tersebut. Akibat pemblokiran jalan ini, membuat sekitar 30 menit arus lalu lintas di lokasi menjadi lumpuh.

Protes para pedagang tersebut dipicu dari penertiban petugas Dishub Kota Palembang di lokasi dengan menggembok sejumlah mobil dan mengangkut sepeda motor yang parkir di sekitaran lokasi.

Pantauan di lapangan, saat massa melakukan aksi protes, tampak kendaraan dari Jembatan Ampera hendak menuju arah kawasan Cinde tidak dapat melintas karena di jalan tersebut di pasang tali oleh pedagang, selain itu puluhan pedangang juga tampak berdiri di tengah jalan menghentikan mobil dan sepeda motor yang sedang melintas.

Emosi warga mereda setelah Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono dan Kapolsek IT I, Kompol Edy Rahmat beserta Dandim 0418/Palembang, Letkol Inf Honi Havana mendatangi lokasi menemui para pedagang yang menggelar aksi protes tersebut.

Ketua Persatuan Pengguna, Pemakai Ruko dan Pelaku Usaha Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Syahrial Azizi mengatakan, aksi protes yang dilakukan para pedagang dilatarbelakangi emosi saat melihat petugas Dishub Kota Palembang menggembok mobil dan mengakut sepeda motor yang terparkir di lokasi.

“Petugas Dishub tersebut langsung main gembok mobil, main angkut motor tanpa melakukan peneguran lebih dulu. Bahkan saat kejadian, saya dicekik dan didorong-dorong, dari itulah semua pedagang di sini langsung keluar dari dalam toko dan menggelar protes dengan menyetop kendaraan yang lewat,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, protes yang dilakukan bukanlah salah dari para pedagang di kawasan Sudirman, sebeb sebelum adanya penertiban parkir tersebut pihaknya bersama pedagang lainnya telah mengirimkan surat ke walikota agar pemerintah mencabut larangan parkir di Jalan Sudirman.

Baca Juga :   6 Juni, Harnojoyo Lantik Pejabat Hasil Lelang Jabatan

“Sudah enam bulan kendaraan tidak boleh parkir di sini, ada surat edaran walikota terkait larangan parkir tersebut. Dengan adanya surat edaran ini, makanya kami belum lama ini telah mengirimkan surat ke walikota, namun sampai saat kini belum ada tanggapan sama sekali. Kami berharap, jika di Jalan Sudirman ini diperbolehkan kendaraan kembali parkir, karena dengan adanya larangan parkir membuat usaha kami sepi dan menurun hingga 70 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, kedepan para pedagang hanya menuntut satu keinginan kepada pemerintah, yakni agar diperbolehkan kendaraan parkir satu jalur di kawasan Jalan Sudirman.

“Jadi kami hanya mau di lokasi ini bebas parkir, sebab di sini priok nasi kami, dan di sini banyak masyarakat yang mencari makan,” tandasnya.

Sementara Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, kedatangannya ke lokasi untuk menenangkan massa aksi yang menggelar penutupan jalan.

“Kami sampaikan kepada para pedagang jika negara kita adalah negara hukum, boleh unjuk rasa namun sebelum aksi terlebih dahulu memberitahukan kepada pihak kepolisian agar polisi memberikan pengawalan, sehingga unjuk rasa tidak mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.

Masih dikatakan Kapolresta, terkait larangan parkir di kawasan Jalan Sudirman hingga berujung suasana menjadi memanas, sebenarnya larangan parkir itu sudah ada regulasinya, yakni surat edaran walikota yang diterbitkan sejak Juni 2018 lalu.

“Surat edaran larangan parkir ini terbit menjelang Asian Games, dan ini dasar hukumnya. Dari itu saya sampaikan agar masyarakat taat, sebab surat edaran itu sampai kini masih berlaku. Sedangkan untuk antisipasi kedepan agar para pedagang tidak kembali melakukan aksi protes menutup jalan maka kami akan melakukan komunikasi dengan pihak Dishub. Selain itu, saya juga menghimbau para pedagang jangan mudah terpancing dengan emosi yang dapat menggangu kepentingan umum,” jelasnya.

Baca Juga :   Warga Resahkan Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

Kapolsek IT I, Kompol Edy Rahmat menambahkan, ketika pihaknya menenangkan massa yang menutup arus lalu lintas, ada satu orang yang merupakan pegawai di salah satu toko di kawasan Sudirman diamankan lantaran awalnya diduga sebagai provokator.

“Tapi setelah kami lakukan pemeriksaan, ternyata warga tersebut hanya terbawa emosi saja, sehingga yang bersangkutan telah kami pulangkan. Sementara untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi, kami melakukan patroli di kawasan Sudirman,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan mengutarakan, penertiban parkir yang dilakukan pihaknya di kawasan Sudirman merupakan razia resmi yang secara rutin digelar di sejumlah jalan protokol di Kota Palembang.

“Kebenaran saja saat itu petugas sedang melintasi kawasan Sudirman hingga petugas melihat ada mobil terparkir di pinggir jalan serta ada sejumlah sepeda motor terparkir di atas trotoar. Sebelum motor dan mobil yang parkir itu dikunci, petugas telah memberikan himbauan. Namun masih saja pemiliknya parkir di sana hingga dilakukan penguncian mobil dan pengangkutan sepeda motor. Nah, ketika itulah terjadi protes warga. Tapi saat ini untuk mobil yang dikunci sudah kami buka, dan motor yang diangkut sudah kami kembalikan,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkannya, terkait larangan parkir di kawasan Jalan Sudirman sudah diberlakukan sejak Asian Gemes 2018 lalu. Kemudian dari hasil keputusan rapat forum lalu lintas, hingga larangan parkir tersebut sampai kini tetap diberlakukan.

“Hal ini juga sesuai dengan undang-undang lalu lintas No. 22 yang menyatakan larangan kendaraan parkir di bahu jalan nasinoal lantaran dapat menjadi sumber kemacetan. Dikarenakan kawasan Sudirman ini merupakan jalan nasional, makanya kami memberlakukan undang-undang tersebut,” paparnya.

Sedangkan dalam penindakan tilang kendaraan yang parkir di lokasi yang dilarang, lanjut Kurniawan, sesuai peraturan jika pelanggar akan diajukan ke persidangan.

“Nanti persidangan yang menentukan dendanya, jadi kami selaku Dishub tidak ada yang mengambil uang. Karena surat tilang para pelanggar diajukan ke pengadilan,” tutupnya. (ded)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Paparan Misi dan Visi Calon Rektor Unsri Ditunda

Palembang, KoranSN Sehubungan dengan beberapa hal tata terbit proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sriwijaya (Unsri) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.