Home / Gema Sriwijaya / Banyuasin / Disiplin Guru ASN Diperketat

Disiplin Guru ASN Diperketat


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
HM Yusuf. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Pendisiplinan guru, terutama yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) kian diperketat.
Sesuai dengan aturan pihak kementrian, mulai awal Februari seluruh ASN termasuk guru harus sudah menggunakan finger print (e-absensi). Aturan ini berlaku mulai 1 Februari 2019.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banyuasin, HM Yusuf melalui Sekretaris Disdikbud, Zulkarnain, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/4/2019).

Ia mengatakan, saat ini sebagian SD dan SMP di Banyuasin telah menerapkan absensi tersebut.

Pembelian alat sudah tercantum di dana BOS, jadi wajib beli. Namun tidak bisa dipaksakan karena melihat luas wilayah grafis. Apakah bisa digunakan oleh sekolah atau tidak tergantung ke jaringan,” kata Zulkarnain.

Baca Juga :   Pegadilan Negeri Eksekusi 154 Hektare Lahan Kelapa Sawit

Ia menambahkan, absen finger print ini kelemahannya adalah belum bisa diterapkan bagi sekolah di pinggiran yang jalur internetnya belum terjangkau. Jadi, pihaknya memberi kelonggaran untuk masih menjalankan absen manual.

“Saat ini tercatat sudah 40 persen SMP yang sudah masuk link ke BKD (siap finger print). Untuk SD malah sangat sedikit sekali. Tapi kita akan terus upayakan agar absen finger print ini bisa dipakai seluruh sekolah,” katanya.

Nantinya absen ini kata dia, akan terintegrasi ke beberapa intansi berwenang seperti BKD, Disdikbud Banyuasin, BKPSDM Banyuasin dan GTK Kemendikbud. Dari rekap absen inilah akan diakumulasi waktu ketidakhadiran dan keterlambatan dari guru.

Baca Juga :   Desa dan Desa Adat Dapat Perlakuan Sama Dari Pemerintah

“Kalau guru honor dari kepala sekolah belum wajib, ini hanya berlaku untuk kepala sekolah, guru dan pegawai berstatus ASN maupun TPJP,” tegas dia.

Menurutnya, penerapan finger print untuk guru ini, sangat baik, karena akan mendisiplinkan guru.

“Kalau ada yang malas, guru dan Kepsek yang tak absen menggunakan e-absensi sertifikasinya akan dikurangi bahkan bisa tidak dicairkan,” tegas dia.

Ia menambahkan, dengan adanya e-absensi tersebut diharapkan tidak ada lagi guru yang meninggalkan tugas di sekolah. Secara otomatis akan memberikan contoh baik kepada siswa. (sir)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Pendidikan di Muba Jadi Prioritas Bupati Dodi Reza Alex

Sekayu, KoranSN Kabupaten Muba sebagai pelopor sekolah gratis sejak 2002 lalu terus membenahi dunia pendidikan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.