Home / Lacak / Ditangkap Densus 88 AT, Keluarga Abu Kuro Shock

Ditangkap Densus 88 AT, Keluarga Abu Kuro Shock

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Kediaman Abu Kuro di Jalan Basuki Rahmat Lorong Perikanan III Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Keluarga ‘SE’ alias Abu Kuro (35), terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror (AT) Mabes Polri shock ketika mengetahui kabar penangkapan dari pihak kepolisian yang mendatangi rumah mereka di Jalan Basuki Rahmat Lorong Perikanan III Palembang, Kami (19/7/2018). Hal tersebut dikatakan kakak ipar Abu Kuro, Ade (36) saat ditemui di kediamannya.

Menurut Ade, sudah sekitar 3 tahun ‘SE’ alias Abu Kuro tinggal satu rumah bersamanya dan orang tuanya. Sebab, istri Abu Kuro merupakan adik kandungnya. Bahkan keluarga shock saat mendapat kabar jika Abu Kuro ditangkap Densus 88.

“Kami shock, karena sebelum ditangkap dia (Abu Kuro) pamit kepada isteri dan keluarga untuk berangkat kerja di salah satu perusahaan cat yang berada di kawasan Simpang Celentang Palembang. Namun, hingga larut malam adik ipar saya ini tidak pulang-pulang ke rumah sehingga membuat isterinya terus menangis. Siang tadi (kemarin), barulah ada polisi datang memberikan kabar penangkapan tersebut,” katanya.

Masih dikatakan Ade, dirinya dan keluarga tidak menyangka jika Abu Kuro ditangkap karena terduga teroris. Sebab selama ini, Abu Kuro tidak pernah berbuat aneh dan menyimpan bahan peledak ataupun senjata api.

“Orangnya sama seperti yang lain, tidak ada yang aneh tapi memang pendiam. Jadi, kami tidak mengira adik saya ini bisa terlibat masalah ini dan kami dari pihak keluarga menyerahkan semuanya ke proses hukum yang berlaku. Sebab, jika dalam pemeriksaan petugas ternyata adik ipar saya tidak bersalah tentunya akan dilepaskan, sementara kalau terbukti bersalah tentunya diproses hukum. Jadi saat ini kami hanya menunggu hasil pemeriksaan yang masihdilakukan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam kesehariannya Abu Kuro memang sering menggelar pengajian yang dilakukan di lokasi berpindah-pindah.

“Ada sekitar lima sampai enam orang teman pengajiannya. Kadang mereka berkumpul di rumah ini untuk mengaji, terkadang juga pindah ke rumah temannya yang lain. Sepengetahuan saya, teman adik ipar saya mengaji tersebut dua diantaranya tinggal di Mariana Banyuasin yang kesehariannya menjual jamu dan membuka bengkel,” tandasnya.

Terpisah, kontrakan yang dihuni terduga teroris ‘SP’ alias Abu Daud di Jalan Petaling II RT 07 Kecamatan Mariana Banyuasin terlihat dipasang garis polisi. Diketahui jika Abu Daud kesehariannya bekerja sebagai penjual jamu keliling.

Ketua RT 07, Rohman Ismail (45) mengungkapkan, rumah yang ditempati oleh ‘SP’ alias Abu Daud bersama keluarga merupakan rumah kontrakan, dan Abu Daud merupakan warga yang baru tinggal di kawasan tersebut.

“Orangnya biasa saja tidak mencurigakan, bahkan saat awal mengontrak rumah tersebut, dia (Abu Daud) melapor kepada saya, jadi selama ini tidak ada kecurigaan. Saya baru kaget saat ada petugas polisi datang meminta saya untuk mendampingi melakukan penangkapan, saat itu ada beberapa paralon dan buku-buku yang diamankan, makanya rumah itu dipasang garis polisi,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, jika keseharian Abu Daud yakni penjual jamu keliling sementara istrinya menjual kemplang.

“Jadi suami istri ini kerjanya berdagang dan mereka memiliki satu anak. Bahkan selama tinggal di sini, mereka rajin beridah, dari itulah selama ini kami tidak ada yang curiga,” tutupnya. (ded)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Penyelundupan Paket Ganja ke Bali di Bandara SMB II Digagalkan

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian bersama petugas Avsec (Aviation Security) Bandara SMB II Palembang, Jumat (17/8) ...

error: Content is protected !!