Ditinggal Beli Bakso, Uang Rp 28 Juta Raib

Tampak mobil milik Kepala Desa (Kades) Desa Sukaraja Kecamatan Suak Tapeh Solimin yang menjadi korban motif pecah ban kendaraan.(foto-siryanto/koransn)

Banyuasin, KoranSN

Motif pecah ban kendaraan terjadi di Kota Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin, yang menjadi korban kendaraan nomor polisi (Nopol) BG 1711 JH milik Kepala Desa (Kades) Desa Sukaraja Kecamatan Suak Tapeh Solimin. Akibatnya, kades mengalami kerugian sebesar Rp 28 juta.

Menurut informasi dari sopir Kades bernama Anton, Senin (2/12/2019) menyebutkan, setelah mengambil uang di Bank Sumsel Babel Pangkalan Balai, dirinya bersama Kades naik kendaraan menuju tokoh bangunan. Sampai di toko, Kades turun dan buang air kecil.

Lalu, Anton membawa kendaraan menuju warung bakso Sido Dadi, Anton turun hendak membeli bakso. Ketika turun dari kendaraan, ada kendaraan memepet mobil dan membuka pintu samping mengambil tas berisikan uang.

Melihat aksi tersebut, Anton kemudian mengurungkan niat membeli bakso, lalu bergegas masuk mobil untuk mengejar pelaku.

“Saya hendak beli bakso, saat turun ada mobil hitam itu dan sepeda motor yang tak jauh dari mobil,” kata Anton.

Baca Juga :   Suryanto Tikam Sonia Berkali-kali

Masih kata Anton, dirinya berusaha mengejar mobil Avanza berwarna hitam Nopol B 1630 PZI yang berusaha kabur. Kejar-kejaran pun terjadi hingga di simpang empat Jalan Cangkring Pangkalan Balai.

Mobil Avanza yang ditumpangi 2 orang tadi terhenti lantaran ada kendaraan pribadi milik anggota Polres Banyuasin yang berhasil menghalangi laju kendaraan diduga pelaku motif tindak kejahatan pecah ban.

“Saya tidak tahu kalau mobil yang saya bawa bocor,” ungkap Anton.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar Alia didampingi Kanit Pidum Ipda Ammukminin mengatakan, pihaknya belum bisa mastikan apakah pemilik kendaraan Avanza B 1630 PZI pelakunya atau bukan.

“Nanti, ini baru dugaan karena dari tangan kedua orang yang diamankan belum ditemukan barang bukti,” kata AKP Ginanjar yang masih menugaskan Ipda Ammukminin untuk memperdalam modus pecah ban yang terjadi pada Kades Sukaraja.

Baca Juga :   Yan Anton Akui Tak Konsisten Jalankan Amanah Rakyat, Umar Usman Menangis

Masih kata Ammukminin, sementara kedua diduga pelaku dan Kades serta sopirnya dimintai keterangan di Mapolres Banyuasin.

“Untuk barang bukti kedua kendaraan milik kades maupun milik diduga pelaku sementara diamankan di Polres,” jelas Ipda Ammukminin.

Sejauh ini, kedua pelaku belum mengakui, dan tidak ada barang bukti uang yang diambil.

“Kita masih mengumpulkan keterangan dari sopir kades serta kadesnya terkait jumlah uang dan bagaimana kejadiannya,” ungkap Ipda Ammukminin.

Begitu juga kedua orang yang diduga pelaku. Keduanya masih dimintai keterangan. “Sampai sekarang masih menyelidikan, dan pengumpulan data,” tandasnya. (sir)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Lakukan Penyidikan Korupsi Proyek Dinas PUPR Kota Banjar

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan sedang melakukan penyidikan, terkait dengan kasus dugaan tindak pidana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.