Dituding Curi Aki Mobil, Pelajar di Panca Usaha Dipukuli dan Hendak Ditembak

Korban saat membuat laporan di Polresta Palembang. (Foto-Istimewa)

Palembang, KoranSN

Tak terima menjadi korban penganiayaan sekaligus pengancaman menggunakan Senpi, Alpin (17), pelajar di salahsatu SMA di Palembang bersama ayahnya, Rabu (22/3/2018) melaporkan ‘AD’ (25), tetangganya sendiri ke SPK Terpadu Polresta Palembang.

‘AD’ dilaporkan ke polisi setelah diduga menganiaya dan mengancam akan membunuh korban menggunakan Senpi. Korban dipukuli lantaran terlapor menuduh korban sudah melakukan pencurian Aki mobil miliknya, padahal tuduhan tersebut menurut keterangan korban saat membuat pengaduan sama sekali tidak ia (Alpin) lakukan.

Dihadapan petugas, korban menjelaskan, pemukulan dan pengancaman yang dialaminya terjadi Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB saat dirinya sedang tidur dirumah.

“Saya yang lagi tidur di rumah, tiba-tiba saja dibangunkan oleh terlapor. Saat itu, terlapor membawa saya ke suatu tempat, disana terlpor tanpa banyak bicara langsung menuduh saya mencuri aki mobil miliknya dan memukuli saya secara membabi buta. Saya yang merasa tidak melakukan itu, malah membuat terlapor makin geram hingga terus menganiaya saya,” kata remaja yang tinggal di Jalan Panca Usaha Lorong Mawar RT 63 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I.

Baca Juga :   Gelapkan Uang, Sales Permen Diserahkan ke Polisi

Tak cukup sampai disitu, lanjut korban, karena bukan dirinya yang mencuri membuat dirinya bersikukuh tak mengakui perbuatan yang bukan ia lakukan tersebut. Hal itu, malah membuat terlapor terus memukuli korban berharap korban mengakui aksi pencurian tersebut.

“Saya terus dipukuli, hingga berdarah-darah. Bahkan, terlapor mengancam akan menembak saya dengan Senpi yang ia bawa, jika saya tak mau mengaku sudah melakukan pencurian itu. Saya ketakutan, tapi karena tidak mencuri saya tetap tidak mengaku. Mungkin karena sudah kecapean mumukili saya, saya baru diperbolehkan terlapor untuk pulang kerumah. Dirumah saya menceritakan semua ini ke keluarga hingga orang tua saya kesal dan membawa saya untuk melapor ‘AD’ ke Polresta ini,” jelasnya.

Baca Juga :   Tempat Mesum Berkedok Warung Kopi di Banyuasin Dibongkar

Sementara Hakim, ayah korban yang mendampingi anaknya membuat laporan menjelaskan, sangat tidak terima jika anaknya dianiaya seperti ini.

“Kami berharap pelaku bisa segera ditangkap. Jangan mentang-mentang dia (terlapor, red) anak orang kaya, seenaknya saja ia memukuli anak orang. Apalagi sampai mengancam akan menemba anak saya,” ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas, Iptu Samsul membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

“Laporan korban sudah kita terima, dan segera akan dilimpahkan ke unit Reskrim untuk ditindaklanjuti,” singkatnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan kasus korupsi terkait pengadaan dan pemasangan …