Dituntut 12 Tahun Penjara, Terdakwa Dugaan Korupsi Kredit BSB Minta Hukuman Seadil-adilnya

Terdakwa Ir Augustinus Judianto saat membacakan pledoi pribadi di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Terdakwa dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel (BSB), Ir Augustinus Judianto, Senin (10/2/2020) mengajukan pledoi pribadi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel yang pada sidang sebelumnya telah menuntutnya dengan pidana 12 tahun penjara.

Augustinus Judianto selaku Komisaris PT Gatramas Internusa dalam pledoi pribadinya di persidangan mengungkapkan, jika dirinya meminta kepada Majelis Hakim agar memberikan hukuman seadil-adilnya saat sidang putusan atau vonis nanti.

“Saya yakin dan percaya bahwa Yang Mulia Majelis Hakim dalam persidangan ini menjalankan kekuasaan kehakiman yang merdeka, independen, sehingga dalam memeriksa, mengadili dan membuat keputusan berlandaskan asas bebas, jujur dan tidak memihak sesuai dengan ketentuan hukum yang ada serta bertindak sebagai wakil Allah. Saya yakin keadilan dapat ditegakkan di Pengadilan Tipikor ini, dan saya mohon kiranya Hakim memberikan hukuman yang seadil-adilnya,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, di PT Gatramas lnternusa yang merupakan perusahaan penerima kredit modal kerja dari Bank Sumsel Babel, dirinya hanyalah menjabat sebagai komisaris. Sedangkan untuk direktur perusahaan, yakni Hery Gunawan yang telah meninggal dunia pada 26 April 2017 lalu.

“Posisi saya sebagai komisaris tidak bisa disamakan dengan direktur atau penganti direktur. Sebab, seluruh oprasional perusahaan sehari-hari dilakukan oleh direktur perusahaan yaitu Hery Gunawan. Untuk itu pengajuan kredit modal kerja ke Bank Sumsel Babel, penyerahan invoice serta pengalihan rekening bank dilakukan oleh Hery Gunawan yang merupakan direktur,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain itu seluruh pembelian asset PT Gatramas lnternusa semuanya juga dilakukan oleh Hery Gunawan. Namun dalam perkara ini malahan dirinya yang dituduh melakukan perbuatan melawan hukum terkait mark-up atau pemalsuan invoice.

“Hal tersebut sungguh aneh, apalagi saat diperiksa oleh jaksa penyidik ketika tahap penyelidikan, jaksa yang memeriksa tidak menanyakan terkait invoice kepada Hery Gunawan. Sebab jika hal itu ditanyakan, tentunya Hery Gunawan kala itu sudah dapat memberikan klarifikasi dan bukti-bukti yang dimiliki oleh PT Gatramas lnternusa,” terangnya.

Masih dikatakannya, dalam menjalankan tugasnya sebagai komisaris dirinya hanya mendapat Iaporan dan memberikan persetujuan sesuai tugas dan tanggungjawabnya.

“Namun pada akhirnya, saya dijadikan tersangka dan ditahan atas dakwaan pada perkara ini tanpa adanya bukti-bukti nyata dan jelas kalau saya melakukan, menyuruh melakukan atau bersama-sama melakukan perbuatan yang didakwakan dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum,” ungkapnya.

Baca Juga :   Bisnis Mobil Berujung Apriyanita Dibunuh dan Mayatnya Dicor di TPU Kandang Kawat

Lebih jauh diungkapkannya, selain ia dijadikan tersangka dan kini menjadi terdakwa di persidangan, kepailitan PT Gatramas lnternusa juga menyebabkan seluruh aset yang ia miliki dilelang oleh pihak kurator.

“Bukan hanya itu, kredibilitas saya yang susah payah saya bangun sejak tahun 1998 telah runtuh. Kemudian kepercayaan pihak perbankan selama ini telah hilang. Ini semua sungguh suatu kejadian yang tidak mungking sengaja saya lakukan, dan pernyataan JPU bahwa saya dengan sengaja memacetkan kredit adalah tuduhan yang tidak berdasar,” katanya.

Pada pledoi tersebut dirinya juga menyampaikan, jika dirinya merupakan kepala keluarga dan tulang punggung keluarga yang harus menghidupi isteri dan anak-anaknya serta kedua orang tuanya.

“Bahkan dengan adanya perkara ini satu-satunya asset yakni rumah tinggal yang dibeli oleh isteri saya sebelum kami menikah pada tahun 1995, atau jauh sebelum perjanjian kredit dengan Bank Sumsel Babel terjadi pada tahun 2014 telah disita oleh jaksa. Jadi, seluruh harta benda saya telah diserahkan. Bukan hanya itu, sejak 24 September 2019 saya ditahan dan menjalani proses hukum untuk perkara atas perbuatan yang tidak saya lakukan,” paparnya.

Dilanjutkannya, meskipun demikian dirinya percaya Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-NYA.

“Dari itu saya selalu berdoa, dan memohon diberikan kekuatan dan perlindungan-NYA supaya saya diberikan keselamatan, dan dapat menjalani seluruh proses persidangan yang harus saya lalui. Selain itu, saya juga berdoa agar semua pihak yang tersangkut atau terlibat dalam perkara ini selalu diberikan Rahmat dan limpahan Cinta Kasih-NYA,” tandasnya.

Usai mendengarkan pledoi pribadi dari terdakwa, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pleodi yang dibacakan Tim Kuasa Hukum terdakwa Augustinus Judianto, yakni Riduan didampingi Bangun Wijayanti.

Dikatakan kuasa hukum terdakwa, jika dalam perkara ini terdakwa Augustinus Judianto tidak terlibat dalam pencairan kredit, namun hanya sampai pada pemberian persetujuan kepada Direktur PT Gatramas Internusa Hery Gunawan dalam mengajukan permohonan kredit pada saat penandatangan perjanjian kredit modal kerja dengan Bank Sumsel Babel.

“Terdakwa hanya memberikan persetujuan pengajuan kredit yang diminta Hery Gunawan. Persetujuan tersebut dilakukan lantaran sebelumnya juga sudah ada persetujuan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Perseroan. Untuk itulah, kami menilai JPU keliru menetapkan Augustinus Judianto menjadi terdakwa, karena terdakwa ini hanyalah komisaris yang tidak terlibat dalam oprasional keseharian prusahaan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Dikawal Ketat, Dua Tersangka Suap Muba Tersenyum

Lanjutnya, dengan ini maka pihaknya selaku kuasa hukum terdakwa meminta agar Majelis Hakim menyatakan terdakwa tidak secara sah melakukan perbuatan pidana seperti dalam surat dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kemudian agar Hakim membebaskan terdakwa dari tahanan, memulihkan hak dan martabat terdakwa serta mengembalikan tanah milik terdakwa di Bogor yang telah disita,” tandasnya.

Setelah mendengarkan pledoi terdakwa dan kuasa hukum, Ketua Majelis Hakim Erma Suharti SH MH menutup persidangan dan akan kembali membuka sidang pada 24 Februari 2020 mendatang.

“Sidang dengan ini ditunda selama dua minggu, karena kami akan lebih dulu menggelar musyawarah majelis Hakim untuk memutuskan perkara ini. Oleh karena itu, sidang kami tutup dan dibuka kembali pada Senin 24 Februari 2020 dengan agenda putusan,” tutup Hakim.

Sementara usai persidangan, Riduan selaku kuasa hukum terdakwa Augustinus Judianto mengatakan, pada perkara ini perbuatan terdakwa hanya termasuk dalam lingkup perdata. Hal ini dikarenakan adanya proses pengikatan kredit melalui serangkaian tahap pengujian yang telah dilakukan oleh petugas Bank Sumsel Babel, sehingga kredit layak disetujui dan dapat dicarikan.

“Dalam perkara ini Hery Gunawan selaku direktur yang menyerahkan agunan berupa tanah dan mesin Top Drive Brand Tesco USA Type 500HC750 Hydraulic Top Drive System, bukan terdakwa. Kemudian Hery Gunawan juga yang melakukan pencarian kredit dan mengalihkan rekening bank,” jelasnya.

Menurutnya, dalam persidangan juga terungkap jika Augustinus Judianto juga tidak menerima keuntungan dari kredit tersebut.

“Jadi, tidak ada penembahan kekayaan yang diperolah oleh terdakwa. Sebab, semua kredit dari Bank Sumsel Babel masuk ke PT Gatramas Internusa yang kemudian uangnya digunakan Hery Gunawan selaku direktur untuk biaya oprasional perusahaan,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkannya, sedangkan hubungan Bank Sumsel Babel dengan Hery Gunawan dalam perkara ini terdapat keterkaitan dalam verifikasi agunan.

“Sebab agunan yang diajukan Hery Gunawan inikan diverifikasi oleh pegawai Bank Sumsel Babel. Tapi kalau disini (di persidangan) ada yang palsu, artinya kredibilitas yang memverifikasi harus dipertanyakan,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Macan Putih Gagalkan Transaksi Narkoba Lintas Daerah

Prabumulih, KoranSN Tim Macan Putih Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih menggagalkan peredaran Narkoba. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.