Divonis Majelis Hakim 11 Tahun, Kurir Sabu Banding

Tesangka saat disidang di Pengadilan Negeri (PN) Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tak terima divonis 11 tahun oleh majelis hakim membuat terdakwa Ahmad (42), yang ditangkap lantaran terlibat kasus peredaran narkoba ini, Kamis (18/1/2018) langsung menyatakan sikap banding dan tidak menerima putusan majelis hakim terhadap dirinya.

Vonis itu langsung disampaikan majelis hakim yang diketuai Yohanes dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

“Dari bukti-bukti dan para saksi yang dihadirkan di persidangan ini, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Menjatuhkan, pidana penjara selama 11 tahun bagi terdakwa Ahmad dengan denda Rp 1 miliar subsider 5 bulan penjara,” tegas Yohanes.

Usai mendengarkan putusan majelis hakim, terdakwa Ahmad yang tinggal di Jalan Ki Gede Ing Suro Lorong Karang Waru Kelurahan 29 Ilir Kecamatan IB II ini terlihat langsung berang dan tidak menerima putusan terhadap dirinya.

Baca Juga :   Pelajar SMP Nyaris Tewas Tertabrak Kereta Api

“Saya tidak terima yang mulia. Karena narkoba itu bukan milik saya, waktu itu saya hanya mengantarkan teman saya Mirza dan setelah itu saya ditangkap polisi,” ucap terdakwa, tak terima putusan hakim.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erni Liliani SH menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun dan menjerat dengan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 132 dan 112.

Terungkap dalam surat dakwaan JPU, bermula pada Jumat 25 Agutus 2017 lalu sekitar pukul 10.00 WIB, berawal dari adanya informasi tentang transaksi narkoba oleh terdakwa Mirza, kemudian Fernadi, anggota Ditres Narkoba Polda Sumsel melakukan penyamaran dengan memesan narkoba jenis sabu kepada terdakwa Mirza.

Setelah itu, antara polisi yang menyamar dengan terdakwa sepakat bertemu dikawasan Musi 2 dan membawa sabu seberat setengah ons dengan harga 43 juta. Lalu, keduanya kembali janjian untuk bertemu di mess Kereta Api kawasan jalan Supeno.

Baca Juga :   Sopir Truk di OKI Tewas Dibegal

Lalu, terdakwa Mirza keluar dari mobil untuk menemui saksi dengan membawa bungkusan makanan ringan Tim Tam yang didalamnya sabu ada dua paket sabu dengan berat 48,34 gram. Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap terdakwa Mirza dan terdakwa Ahmad yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian terdakwa langsung dibawah ke kantor polisi dan diketahui serbuk haram tersebut didapat dari pelaku berinisial ‘DD’ (DPO). (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tetapkan Edhy Prabowo Sebagai Tersangka Penerima Suap

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka …