DKK Klaim Sampah Rumah Tangga Meningkat 10 Persen

net
net

Palembang, SN
Pedagang Pasar Bedug di Masjid Agung meminta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk mengusut distributor mie dan tahu bukan pedagang kecil seperti mereka.

“Kami hanya membeli rujak mie di Pasar Lemabang, kami juga tidak tahu bahwa rujak mie tersebut mengandung formalin,” kata salah satu pedagang Pasar Bedug di Masjid Agung, Yuni, Senin (22/6).

Dirinya sangat menyayangkan tindakan dari BBPOM yang hanya mengawasi setiap pedagang kecil, padahal pedagang hanya membeli dalam jumlah yang kecil, sedangkan untuk pihak distributor dan produsen masih saja memproduksi mie yang mengandung formalin dalam jumlah yang cukup besar.

“Seharus BBPOM itu tangkap distributor dan produsennya agar mie mengandung formalin tidak beredar di pasaran, sehingga kami juga tidak membeli mie tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Palembang, Indriaty Tubagus mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan penangkapan distributor mie, bahkan ada beberapa distributor saat ini sudah memasuk P21 atau kelengkapan berkas untuk dipersidangkan.

Baca Juga :   HD Apresiasi Gita Dirgantara Taruna Akademik Militer Angkatan Udara

“Kami terus berupaya untuk mencari distributor mie dan tahu yang mengandung formalin ini,” terangnya.

Ia menambahkan, sidak yang dilakukan hari ini (Kemarin, red), pihaknya mendapati rujak mie dan tahu yang positif mengandung formalin dijual di Pasar Bedug Masjid Agung. “Hari ini kami mengecek langsung 11 sample yang diambil dipasar bedug, alhasil kami mendapatkan rujak mie dan tahu mengandung formalin,” katanya.

Dijelaskannya, pedagang yang didapati menjual rujak mie dan tahu berformalin akan diminta untuk mengisi berkas berita acara sebagai peringatan agar kedepan untuk berhati-hati menjual serta membeli barang dagangan. “Kami juga selalu memberikan nasehat kepada setiap pedagang untuk tidak menjual mie dan tahu karena kedua barang tersebut rentan mengandung formalin,” ungkapnya.

Baca Juga :   KEK TAA Jadikan Sumsel Provinsi Terdepan di Indonesia

Dirinya juga mengapresiasikan pedagang yang telah mengerti dampak dari formalin tersebut sehingga pedagang itu tidak menjual lagi mie dan juga tahu. “Saya bangga kepada para pedagang yang tidak menjual lagi mie dan juga tahu setelah ditahun sebelumnya didapati menjual dagangan mengandung formalin. Kedepan kami berharap seluruh pedagang lebih berhati-hati dalam menjual dagangan karena bahan kimia formalin tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,” pungkasnya. (wik)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Herman Deru Ajak Warga Macan Kumbang Patuhi Pergub 37

Palembang, KoranSN Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengajak masyarakat untuk terus disiplin protokol kesehatan. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.