Senin , November 19 2018
Home / Gema Sriwijaya / Banyuasin / DLH Banyuasin Sosialisasikan Pencegahan Karhutla ke Masyarakat Sri Kembang

DLH Banyuasin Sosialisasikan Pencegahan Karhutla ke Masyarakat Sri Kembang

Tampak suasana sosialisasi pencegahan kebakaran hutan (karhutla). (Foto-Siryanto/KoranSN)

Banyuasin, KoranSN

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuasin mensosialisasi pencegahan kebakaran hutan (karhutla) yang menimbulkan dampak yang tidak baik bagi masyarakat secara luas, Kamis (6/9/2018).

Giat tersebut bertempat di Kantor Desa Srikembang, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, dihadiri sekaligus sebagai narasumber, yaitu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin H. Muhammad Tohit dan Kabid BPBD Kabupaten Banyuasin Fahrurozi.

Juga hadir Manggala Agni Kabupaten Banyuasin Sulton Maulana, Kasat Binmas Polres Banyuasin AKP Hipni, Bhabinkamtibmas Polsek Betung Brigpol Gandhi Prianata, Kades Sri Kembang Ali Kasim beserta staf, serta dihadiri oleh masyarakat Desa Srikembang yang berjumlah sekitar 25 orang peserta.

“Darurat Kebakaran dan asap yang melanda sangatlah berdampak buruk pada lingkungan sekitar, untuk itu kita memberikan sosialisasi kepada masayarakat Desa Srikembang tentang larangan membakar hutan,” kata Sekretaris DLH Banyuasin H. Muhammad Tohit.

Sementara Kasat Binmas Polres Banyuasin AKP Hifni menyebutkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait tetap mengimbau kepada seluruh Polsek jajaran dan personel Bhabinkamtibmas untuk menggiatkan sosialisasi cegah kebakaran hutan dan lahan.

“Kami berikan apresiasi kepada Polsek Betung yang sudah memasang spanduk di beberapa lokasi strategis, namun akan lebih jelas informasinya jika petugas datang langsung ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi,” kata dia.

Selain untuk memberikan sosialisasi mencegah kebakaran hutan, pihaknya juga memberitahukan kepada masyarakat tentang sanksi berat bagi para pelaku pembakaran hutan.”Sanksinya cukup tegas,” ungkap dia.

Selanjutnya, pihaknya bersama TNI, Lingkungan Hidup dan juga para aktifis akan menjadi garda terdepan dalam antisipasi situasi darurat asap kususnya di Kabupaten Banyuasin. “Mari kita cegah pembakaran hutan,” imbaunya.

Dikatakannya, pembakaran hutan merupakan tindak pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Berdasarkan pasal 78 ayat 3 dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 Miliar, berdasarkan pasal 187 KUHP, pelaku pembakaran hutan dengan sengaja, diancam pidana 12 tahun,” tandasnya. (sir)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

SMK Negeri 1 Lahat Gelar Kreatifitas Minat dan Bakat

Lahat, KoranSN Kegiatan kreatifitas yang dilaksanakan SMK Negeri 1 Lahat patut diacungi jempol, beberapa jenis ...

error: Content is protected !!