Dokter Dora Satu Sel dengan 11 Tahanan di Lapas Merdeka Palembang

Dokter Dora dikawal petugas Kejati Sumsel saat tiba di Lapas Perempuan di Jalan Merdeka Palembang, Jumat (23/3/2018). (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Lapas (Kalapas) Merdeka Palembang, Siti Zahro, Minggu (25/3/2018) mengatakan, mantan Plt Direktur RSUD OKU Timur (OKUT), dr Dora Djunita Pohan yang merupakan tersangka dugaan korupsi di RSUD OKUT saat ini ditahan di dalam sel tahanan bersama 11 orang tahanan.

Dijelaskannya, selama satu minggu kedepan dr Dora ditempatkan di Sel Mapenaling yang merupakan sel tahanan untuk para tahanan yang baru masuk ke dalam Lapas Merdeka Palembang.

“Jadi, dr Dora ditempatkan di Sel Mapenaling yang di dalamnya berisi 11 orang tahanan, termasuk dr Dora,” katanya.

Diungkapkan Kalapas, adapun para tahanan yang ditempatkan satu sel dengan dr Dora yakni; tahanan kasus pidana umum dan tahanan kasus narkoba.

“Sel tahanan ini hanya penempatan sementara selama satu minggu, setelah itu barulah dr Dora ditempatkan di sel tahanan Tipikor,” terangnya.

Diceritakan Kalapas, pada hari pertama ditahan di Lapas Merdeka, Jumat (23/3/2018, dr Dora memang sempat kaget atau shock bahkan mengeluh sakit.

“dr Dora kaget sampai mengeluh sakit itu merupakan hal wajar. Sebab sebagai manusia normal pastinya akan kaget dimasukan ke dalam tahanan, apalagi di sel tersebut kan ada tahanan pidana umum dan narkoba,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat pagi (23/3/2018) dr Dora Djunita Pohan resmi ditahan jaksa Kejati Sumsel di Rutan Merdeka Palembang. Penahanan dilakukan setelah dr Dora menjalani pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Asisten Intel Kejati Sumsel, Deddy Suwardy mengatakan, setelah diamankan oleh pihaknya di Tangerang dan dibawa ke Kejati Sumsel, dr Dora langsung dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga :   Kadisdik Sumsel Dicecar 33 Pertanyaan, Terkait Dugaan Pungli Sertifikasi Guru

“Dari hasil pemeriksaan, pukul 09.00 WIB dr Dora ditahan di Rutan Merdeka Palembang,” ungkapnya.

Diketahui, pada Kamis (22/3/2018) dr Dora diperiksa Kejati Sumsel kurang lebih selama 8 jam secara maraton sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah sebelumnya tim Kejagung RI bersama Kejati Sumsel melakukan penangkapan terhadap dr Dora Djunita Pohan di salah satu mall di Tangerang, Rabu sore (21/3/2018).

Penangkapan dilakukan setelah dr Dora dua kali tidak menghadiri panggilan jaksa penyidik Kejati Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan korupsi di RSUD OKU Timur. Seusai diamankan di Tangerang, dr Dora diterbangkan ke Palembang untuk dilakukan pemeriksaan di Kejati Sumsel.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumsel, Hari Setiyono, Jumat dini hari (23/3/2018) mengatakan, dalam dugaan kasus ini anggaran yang diduga diselewengkan dr Dora merupakan anggaran untuk para dokter ahli spesialis yang dipekerjakan di RSUD OKU Timur.

“Dari hasil pemeriksaan saksi dan pemeriksaan terhadap dr Dora maka penyidik telah menetapkan tersangka kepada dr Dora dalam dugaan kasus ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, adapun modus yang dilakukan tersangka berawal saat dr Dora yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Direktur RSUD OKU Timur memperkerjakan dokter spesialis di rumah sakit dengan membayar dokter spesialis menggunakan anggaran dari Pemkab OKU Timur.

“Dalam pelaksanaannya, ternyata alokasi dana untuk para dokter spesialis di RSUD ini ada yang diterima oleh para dokter spesialis, dan juga ada yang tidak. Sehingga dari audit BPKP, Pemkab OKU Timur mengalami kerugian negara sebesar Rp 540 juta lebih,” ungkapnya.

Baca Juga :   Dikeroyok Pengunjung, Security DA Tewas Besimbah Darah

Masih dikatakannya, dugaan kasus ini terjadi pada tahun 2014-2015, kemudian pada tahun 2016 dan 2017 dilakukan penyelidikan oleh Kejati Sumsel. Bahkan saat itu sudah 7 saksi yang telah diperiksa oleh jaksa penyidik.

“Akan tetapi saat penyidik memanggil dr Dora untuk diperiksa sebagai saksi, yang bersangkutan tak pernah hadir. Kemudian setelah hampir satu tahun akhirnya dr Dora diketahui berada di Tangerang, untuk itulah dilakukan pemanggilan disertai penjemputan paksa untuk dihadirkan ke jaksa penyidik,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, usai diamankan di Tangerang selanjutnya dr Dora dibawa ke Kejati Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan guna melengkapi berkas perkara.

“Saat diperiksa di Kejati, awalnya baru sebagai saksi. Setelah itu barulah dr Dora ditetapkan sebagai tersangka dan langsung diperiksa dengan status tersangka. Jadi dr Dora saat ini telah menjadi tersangka dalam dugaan korupsi di RSUD OKU Timur, hal ini dikarenakan kami menilai sudah cukup bukti menaikan perkara ini dari penyelidikan menjadi penyidikan,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …