Rabu , November 21 2018
Home / Headline / Dolar Melambung, Mahasiswa Sumsel Minta Pemerintah Segera Stabilkan Rupiah

Dolar Melambung, Mahasiswa Sumsel Minta Pemerintah Segera Stabilkan Rupiah

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumsel melakukan aksi turun ke jalan di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Kamis (6/9/2018), Aksi mahasiswa ini sebagai bentuk protes atas terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar. (foto-Ferdinand Deffriyansyah/suara nusantara/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se Sumsel bereaksi atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Secara fluktuatif nilai tukar rupiah ada pada angka 14.900 hingga 15.300 di awal September ini.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumsel melakukan aksi turun ke jalan di Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Kamis (6/9/2018), aksi mahasiswa ini sebagai bentuk protes atas terus melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar. (foto-Ferdinand Deffriyansyah/suara nusantara/koransn.com)

Dalam unjuk rasa yang digelar di Bundaran Air Mancur (BAM) Palembang, Kamis (6/9/2018) siang, Koordinator aksi yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Trisno meminta Pemerintah segera mengambil kebijakan untuk menstabilkan rupiah.

“Hingga hari ini mata uang rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar. Ini menandakan bahwa perekonomian Indonesia sudah seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia, kalau tidak aka menyebabkan dampak serius bagi masyarakat,” ungkap Trisno.

Menurut Trisno, melemahnya nilai tukar rupiah ke dolar, akan berdampak terhadapnya naiknya harga bahan pokok, kenaikan BBM, potensi terjadinya PHK oleh perusahaan terhadap karyawannya, daya beli masyarakat akan menurun.

“Selain itu, beban hutang negara akan semakin berat, karena pembayaran bunga dan hutang pokok besarannya semakin berat dengan nilai tukar dolar yang semakin besar,” tukasnya.

Trisno menyebut, untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah, masyarakat sebaiknya tidak berwisata ke luar negeri dahulu, menahan diri membeli bahan impor, gunakan transportasi publik, dan memperbanyak produk yang bernilai ekkspor.

“Masyarakat juga sebaiknya menggunakan produk dalam negeri dan menggunakan mata uang rupiah dalam transaksi. Ini harus kita lakukan agar krisis ekonomi yang menimpa Indonesia di tahun 2008 dan 1998, tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (awj)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Motif Pembunuhan Dufi Diduga Perampokan

Jakarta, KoranSN Polisi menyebut motif pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi terkait perampokan. Dufi dibunuh ...

error: Content is protected !!