DPRD Sumsel Bentuk Pansus Bahas Dua Raperda Inisiatif

Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas menandatangani persetujuan dua Raperda inisiatif untuk dilakukan pembahasan menjadi Perda. (Foto/Ist)

Palembang, KoranSN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel menggelar rapat paripurna XXV dengan agenda tanggapan dan atau jawaban dari Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap pendapat Gubernur atas dua Raperda Inisatif DPRD Sumsel dan dilanjutkan Pembentukan Pansus, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Selasa (26/1/2021).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, H.M Giri Ramanda N Kiemas kali ini, merupakan bagian dari pembahasan Raperda Inisiatif DPRD Provinsi Sumsel sebelumnya. Meliputi Raperda Tentang Pondok Pesantren (Ponpes) dan Tentang Arsitektur Bangunan Ciri Khas Provinsi Sumsel.

Adapun 9 Fraksi di DPRD Sumsel yang secara bergantian menyampaikan pendapatnya terkait dengan 2 Raperda tersebut diawali oleh Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan oleh juru bicaranya Hj. Sumiati yang memandang Ponpes sudah menjadi kebutuhan dan keharusan. Karena keberadaan Ponpes banyak memberikan perannya dalam mewujudkan Sumsel yang kondusif. Sedangkan terkait Raperda Arsitektur Bangunan Khas Provinsi Sumsel, Fraksi PDIP menilai Raperda tersebut harus segera diwujudkan.

Baca Juga :   HD: Watak Keras, Teguh Pegang Prinsip, Memang Tabiat Wong Kito Nian

Senada dengan PDIP Jubir Fraksi Gerindra, Efrans Efendi memberikan respon positif terhadap dua raperda inisiatif tersebut.

Sementara Fraksi PKS yang disampaikan Ahmad Toha menilai ke 2 Raperda tersebut mendesak untuk disahkan menjadi Perda.

“Fraksi PKS menyarankan agar dalam pembahasan dan pendalaman materi ini melibatkan banyak pihak, agar nantinya dapat memberikan manfaat lebih kepada masyarakat khususnya bagi kemajuan pondok pesantren di dalam dunia pendidikan,” imbuhnya.

Di lain pihak Fraksi Nasdem melalui Juru bicaranya Sri Sutandi dapat memahami dan menyetujui kedua Raperda tersebut untuk dibahas dalam rapat Pansus DPRD Provinsi Sumsel. Demikian juga dengan Fraksi Partai Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PAN serta Fraksi Hanura dan Perindo.

Baca Juga :   Tidak Hadir di Pembukaan Festival Sriwijaya, Alex Tegur Walikota Palembang

Sementara Wagub Sumsel, Mawardi Yahya yang hadir dalam rapat paripurna tersebut mengatakan, mendukung dua Raperda inisiatif karena Sumsel merupakan provinsi yang religius. Hal itu terlihat dari keberadaan pesantren di Sumatera Selatan dan keberagaman budaya, arsitektur bangunan yang mempunyai ciri khas yang harus dilestarikan dan harus dikembangkan

“Jadi ini merupakan pedoman dalam pembuatan Raperda bagi Sumsel dimana adanya ciri khas arsitektur serta pembuatan Raperda Pesantren guna mendukung insan yang religius, spritual dan intelektual,” kata Wagub.  HALAMAN SELANJUTNYA  >>

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

HD Usulkan Pendirian Kampus IPDN di Sumsel

Palembang, KoranSN Selain melantik kepengurusan Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Sumsel 2021-2026, Minggu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.