Home / Headline / Driver Gocar Ancam Usir PT Gojek Palembang dari Bumi Sriwijaya

Driver Gocar Ancam Usir PT Gojek Palembang dari Bumi Sriwijaya

Massa driver Gocar kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor PT Gojek Palembang di Jalan Basuki Rahmat Palembang, Selasa (8/10/2019). Dalam tuntuntannya, kali ini massa aksi meminta potongan insentif 50 persen dibatalkan atau PT Gojek pergi dari Bumi Sriwijaya. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Ribuan driver Gocar yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) dan Persatuan Driver Online Sumsel (PDOS), Selasa (8/10/2019) kembali melakukan unjuk rasa di Kantor Gojek Palembang di Jalan Basuki Rahmat Palembang.

Unjuk rasa menolak kebijakan PT Gojek terkait penurunan insentif 50 persen dari total 18 point jasa mengantar penumpang ini, merupakan aksi kedua kalinya. Sebab sebelumnya, Kamis lalu (3/10/2019) massa aksi juga melakukan aksi yang sama di Kantor PT Gojek Palembang.

Pada aksi kali ini, massa mengancam mengusir PT Gojek Palembang dari Bumi Sriwijaya apabila tidak segera membatalkan kebijakan penurunan insentif 50 persen tersebut.

Koordinator Aksi, Dewa Ruci menegaskan, tidak ada pilihan lagi dalam tuntutan ia dan rekan-rekannya. Sebab kebijakan pemotongan insentif tersebut sudah diberlakukan PT Gojek Palembang terhitung sejak 7 Oktober 2019 kemarin.

“Jadi kami mengusir PT Gojek Palembang dari Bumi Sriwijaya ini jika PT Gojek tidak membatalkan pemotongan insentif 50 persen kepada para driver Gocar. Tidak ada pilihan lain terkait tuntutan kami, karena ini harga mati,” tegasnya.

Masih dikatakannya, jika ia dan rekan-rekannya sesama driver Gocar juga akan menyegel PT Gojek Palembang apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

“Jika tidak ada solusi maka kami akan segel Kantor Gojek Palembang ini,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Arfin mengungkapkan, kebijakan yang dibuat PT Gojek merupakan kebijakan sepihak lantaran sebelumnya tidak ada koordinasi lebih dulu kepada para driver Gocar yang merupakan mitra.

Baca Juga :   Dihantam Ombak, KM Awet Muda Tenggelam di Tanjung Serai

“Kebijakan penurunan insentif 50 persen yakni dari Rp 300 ribu menjadi Rp 150 ribu untuk setiap 18 point yang didapat para driver Gocar merupakan kebijakan sepihak dan membunuh kami selaku driver Gocar,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, jika pihaknya juga akan mengadukan permasalahan ini kepada DPRD Sumsel.

“Kami sudah mengagendakan pertemuan dengan DPRD Sumsel untuk menyampaikan tuntutan kami ini, dalam waktu dekat pertemuan akan kami lakukan,” tandasnya.

Sekjen Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Malwadi menambahkan, sudah sejak beberapa hari belakangan ini para diver Gocar mogok menarik penumpang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penolakan kebijakan penurunan insentif PT Gojek.

“Bahkan aksi unjuk rasa ini kedepan tetap kami lakukan, karena kami akan terus berjuang habis-habisan sempai PT Gojek membatalkan penurunan 50 persen insetif tersebut. Sedangkan untuk jumlah massa yang menggelar aksi ini, jumlahnya mencapai sekitar ribuan massa,” paparnya.

Pantauan di lapangan, arus lalu lintas di Jalan Basuki Rahmat yang mengarah dari Simpang Sekip menuju Simpang Polda Sumsel dialihkan pihak kepolisian. Ini dikarenakan ruas jalan, tepatnya di depan Kantor PT Gojek Palembang dipenuhi oleh massa aksi yang menggelar unjuk rasa.

Suasana unjuk rasa juga sempat memanas saat massa hendak melakukan penyegelan Kantor PT Gojek Palembang. Namun penyegelan tersebut berhasil dibatalkan, setelah Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah yang memimpin langsung pengamanan unjuk rasa memberi himbauan kepada massa aksi.

“Rekan-rekan sudah menyampaikan aspirasi, tentunya hal itu telah didengar pihak PT Gojek Palembang. Kalau untuk menyengel, saya selaku Kapolresta sangat senang. Namun penyegelan harus ada izinya dari Pemda selaku pihak pemberi izin, kalau ada izinnya pasti saya kawal. Nah kalau tidak ada izin, itu tidak bisa. Sebab negara kita adalah negara hukum maka kita semuanya harus taat hukum,” tegas Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah.

Baca Juga :   Yan Anton Belikan Tita Rosita Cincin Berlian Senilai Rp 300 Juta

Sementara GM PT Gojek Palembang, David saat menyambut massa aksi menyampaikan, jika managemen PT Gojek sudah berusaha mencari jalan tengah terkait tuntutan dari driver Gocar.

“Aspirasi teman-teman saya terima dan akan saya teruskan kepada pimpinan di pusat, sebab kebijakan ini merupakan kebijakan pimpinan pusat. Saya juga mau menyampaikan, jika sebenarnya kedepan PT Gojek memiliki program-program untuk menambah penghasilan rekan-rekan sebagai driver Gocar. Adapun program tersebut, yakni berbentuk voucher dan peluncuran Gocar L di Kota Palembang,” ungkapnya dihadapan massa aksi.

Terpisah, Head Of Regional Corpotate Affairs PT Gojek Wilayah Sumatera, Teungku Parvinanda Hendriawan yang ditemui di Kantor PT Gojek Palembang mengungkapkan, jika insentif yang menjadi tuntutan massa aksi bukan termasuk hak atau upah dari hasil mengantar konsumen. Sebab insentif adalah bonus yang diberikan PT Gojek kepada para mitra driver Gocar.

“Kebijakan ini juga diberlakukan secara nasional se-Indonesia dan ini kebijakan pusat. Sedangkan terkait massa aksi yang mengusir PT Gojek dari Kota Palembang, itu merupakan aspirasi dan kami hargai itu. Namun yang ingin saya sampaikan, jika di PT Gojek ini bukan hanya ada orang-orang dari massa aksi yang menggelar unjuk rasa tersebut saja. Namun masih ada mitra lainnya, misalnya seperti gofood. Dari itu marilah dilihat secara keseluruhan soal penutupan sampai mengusir Gojek dari Kota Palembang ini,” pungkasnya.

Diketahui, dalam aksi unjuk rasa yang digelar sejak pukul 09.30 WIB tersebut tidak ada titik temu terkait tuntutan massa aksi dan pihak PT Gojek Palembang, hingga akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB massa aksi membubarkan diri. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Lahan Kosong di Jakabaring Terbakar, Kabut Asap Pekat Kian Parah (FOTO)

Palembang, KoranSN Kebakaran lahan hanguskan 2 hektare lahan kosong dijalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.