Dua Bulan, Polres OKI Amankan 161 Senpira

kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia saat menunjukkan 161 senpi yang diamankan dalam 1,5 bulan. (foto-maniso/koransn.com)
SENPI  -kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia saat menunjukkan 161 senpi yang diamankan dalam 1,5 bulan. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Dalam kurun waktu dua bulan, Polres OKI dan jajaran Polsek dibawahnya berhasil mengamankan sebanyak 161 senjata api rakitan (senpira), baik hasil penyerahan warga atupun hasil dari penangkapan.

Kapolres OKI, AKBP Amazona Pelamonia, kemarin mengatakan jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumsel.

Menurutnya, sepanjang periode September-Oktober pihaknya telah melakukan operasi senpira yang merupakan rangka dalam penegakan hukum dengan cara pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Rincian hasil tersebut, lanjut Amazona, terdiri dari; 74 senpira laras panjang dan 87 senpira laras pendek. Mayoritas senpira itu merupakan serahan dari masyarakat secara sukarela. Namun, ada juga lima kasus yang diproses hukum karena pemiliknya tertangkap tangan menyimpan atau membawa senpi secara ilegal.

Baca Juga :   Rumah Sakit Myria Diteror Bom

“Sebelumnya, kami sudah memberikan himbauan pada masyarakat melalui Polsek, Camat, Kades dan perangkat desa lainnya, agar masyarakat yang memiliki senpi diminta untuk menyerahkan secara sukarela. Kami berjanji pemiliknya tidak akan diproses hukum,” ujarnya.

Diungkapkan Kapolres, bila masyarakat tetap bersikukuh menyimpan senpi tersebut dan suatu saat tertangkap tangan oleh polisi maka akan diproses secara hukum. Untuk senpi yang diamankan, kebanyakan dari Kecamatan Pangkalan Lampam.

“Lima kasus yang diproses akan dikenakan UU No 12 Tahun 1951, tentang kepemilikan senjata api buka pada tempatnya,” tandasnya.

Sementara Rosidi (39), warga Desa Muara Burnai II Kecamatan Lempuing Jaya, salah seorang pemilik senpira dari lima kasus yang tertangkap polisi mengatakan, ia membeli senpira tersebut seharga Rp 11 juta beserta tiga butir amunisinya.

Baca Juga :   Eksekutor Pembunuh Sofyan Driver Taksi Online Menyerahkan Diri

“Senpi itu tidak pernah saya gunakan untuk kejahatan, hanya untuk menjaga diri,” ujarnya.

Sementara, Andilala (40), warga Tulung Selapan, yang juga tertangkap tangan oleh polisi lantaran kedapatan memilik senpira mengaku, jika ia membeli senpira dan 6 butir peluru miliknya tersebut seharga Rp 1,6 juta. “Saya belinya di kawasan Cengal. Senpi itu, belum pernah saya gunakan,” tutupnya. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

PK Kembali Panggil Dua Pegawai WIKA Kasus Jembatan Waterfront City

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu kembali memanggil dua pegawai PT Wijaya Karya (WIKA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.