Dua Buronan Pembunuh Pelda Aceng Diburu TNI

polisi-tembak-pencuri-hingga-tewas-dt19e
ILUSTRASI-FOTO/NET

Palembang,KoranSN
Dua pelaku pembunuh dan mutilasi Pelda Aceng yang kini masih menjadi buronan sedang dikejar oleh anggota TNI dari Polisi Militer dan Intel Kodam II/Swj.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Kolonel Arh Syaiful Mukti Ginanjar, Senin (24/10/2016) mengatakan, saat ini Kodam II/Swj telah menurunkan Polisi Militer dari Pomdam II/Swj serta anggota Intel untuk mengejar dua pelaku pembunuhan Pelda Aceng yang kini masih buron.

“Untuk mengungkap kasus pembunuhan korban tersebut, kita menurunkan Polisi Militer dan Intel untuk membantu penyelidikan yang kini dilakukan Polres Muara Enim. Jadi kita hanya membantu, karena semuanya kita serahkan ke pihak kepolisian. Namun untuk melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang masih buron, kita melibatkan Polisi Militer dari Pomdam dan Intel kita untuk mengejar kedua pelaku tersebut,” tegasnya.

Masih dikatakan Kapendam, Pelda Aceng merupakan anggota TNI yang kesehariannya bertugas sebagai staf di Kesdam II/Swj. Semasa hidup, korban dinilai selalu menjalankan tugas dengan baik dan korban tak pernah melakukan masalah.

“Jadi semasa hidupnya, almarhum merupakan anggota TNI yang selalu bekerja dengan baik dan bagus, tak pernah berbuat masalah,” tandas Kapendam.Terpisah, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasubag Humas, AKP Arsyad mengungkapkan, saat ini pihaknya baru mengamankan tiga tersangka yang terlibat dalam pembunuhan dan mutilasi korban Pelda Aceng.

“Tiga orang tersangka sudah kita amankan. Dua orang tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’ diamankan lebih dahulu, kemudian menyusul diamankan satu tersangka lagi yakni, ‘ER’. Sedangkan dua pelaku lain, ‘HR’ dan ‘PT’ (DPO) masih dalam pengejaran. Khusus, pelaku ‘HR’ dari keterangan ketiga tersangka yang sudah diamankan diduga ‘HR’ adalah eksekutor utamanya. Dihimbau kepada dua pelaku itu untuk segera menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” kata Kapolres Muara Enim.

Diakui Kapolres, nyawa korban Pelda Aceng dihabisi tersangka untuk menghilangkan jejak. Namun, berdasarkan penyelidikan petugas, akhirnya aksi para tersangka berhasil diungkap dan berapa orang tersangka berhasil ditangkap.

Baca Juga :   Tiga Jam Bupati Muba & Isteri Dicecar Penyidik KPK, Masa Tahanan Diperpanjang

Kapolres juga menjelaskan, sebelum dibunuh di rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, korban Pelda Aceng sempat dipukul dengan sebilah kayu hingga tubuh korban sempoyongan dan terkapar tidak sadarkan diri di lantai rumah. Selanjutnya, barulah, korban dieksekusi dengan dimutilasi menjadi lima bagian.

Dari pengakuan tersangka yang sudah diamankan, kata Kapolres, kalau eksekutornya adalah ‘HR’, sedangkan, tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan tersangka lainnya hanya turut menganiaya korban namun tidak melakukan mutilasi korban. Sebab, setelah melakukan penganiayaan terhadap korban Pelda Aceng, ‘BW’ alias ‘WW’ langsung ke luar rumah.

Masih dikatakan Kapolres, setelah melakukan mutilasi, lantai di ruang tengah rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ bersimbah darah, lalu dibersihkan oleh tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’ dengan cara dipel, dimana airnya ditimbah oleh tersangka ‘ED’. Selanjutnya jasad korban yang sudah terpotong menjadi lima bagian dimasukan ke dalam karung dan tempat kotak karet, kemudian diangkat menggunakan sepeda motor milik ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ER’.

“Sementara sepeda motor korban dibuang ke Sungai Kelekar untuk menghilangkan barang bukti milik korban Pelda Aceng, yang jasadnya dibuang dan dibakar di perkebunan yang masuk dalam wilayah Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, lima tersangka pembunuhan korban, terdiri dari; tiga tersangka telah ditangkap dan dua pelaku masih buron, kelimanya merupakan warga Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim.

Pembunuhan sadis Pelda Aceng diduga dilatarbelakangi persoalan hutang-piutang antara korban dengan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, yang pada saat itu sempat terjadi keributan mulut antara korban dan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’.

Hingga akhirnya, nyawa korban dihabisi dengan sadisnya, tubuh korban dimutilasi menjadi lima bagian yakni; bagian kepala, kedua tangan kanan dan kiri, serta kedua kaki kanan dan kiri. Pembunuhan dan mutilasi korban ini dilakukan di rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ di Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Minggu, 9 Oktober lalu sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :   Mahasiswi Unsri Tewas Ditabrak di Dalam Kampus

Setelah itu, jasad korban yang terpotong-potong dimasukan ke dalam dua karung dan diangkut dengan menggunakan sepeda motor, lalu dibuang dan dibakar di areal perkebunan yang masuk dalam wilayah Desa Menanti, Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim.

Hasil identifikasi dari Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Muara Enim, barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain; potongan gigi, serpihan tulang belulang korban yang ercampur dengan arang, sebilah kayu yang diduga untuk memukul korban, parang yang digunakan untuk memutilasi korban, kotak karet yang digunakan untuk mengangkut potongan jasad korban, dan tiga unit sepeda motor yakni, milik korban dan milik tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ER’ yang digunakan untuk mengangkut jasad korban.

Peristiwa sadis itu, baru terungkap, berawal dari adanya laporan istri korban, Jumat 21 Oktober 2016 ke Polres Prabumulih. Korban sendiri diketahui berdomisili di Kelurahan Cambai, Kota Prabumulih. Berdasarkan laporan itu jajaran Polres Prabumulih bekerja sama dengan Polres Muara Enim dan Polsek Gelumbang, mengingat wilayah Kecamatan Kelekar masih masuk dalam wilayah hukum Polsek Gelumbang.

Selanjutnya, personil gabungan tersebut berhasil mengamankan dua orang tersangka yaitu ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’, saat berada di di Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim. Kemudian, Sabtu 22 Oktober 2016 sekitar pukul 23.00 WIB petugas Polres Muara Enim mengamankan tersangka ‘ER’. Sementa dua pelaku lain, ‘HR’ dan ‘PT’ masih dalam perburuan petugas Polres Muara Enim. (ded/yud)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

MA Kabulkan Gugatan Paslon Ilyas-Endang, Ini Komentar Pengamat Bagindo Togar

Palembang, KoranSN Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan gugatan pasangan calon bupati dan calon wakil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.