Dua Hektar Lahan DEPO Sengketa

Ikhwanudin. (foto-dok-alwi/koransn.com)
Ikhwanuddin. (foto-dok-alwi/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Seluas dua hektar lahan untuk pembangunan stasiun DEPO Light Rail Transit (LRT) di Jakabaring masih sengketa. Hal tersebut diakui oleh Asisten I bidang Pemerintahan Setda Sumsel, Ikhwanuddin usai musyawarah rencana ganti rugi wajar Pembangunan DEPO LRT di kawasan Jakabaring di Pemprov Sumsel, Kamis (20/10/2016).

“Berdasarkan hasil pemetaan kami lahan tersebut masuk ke Pemprov namun pada kenyataannya ada juga sebagian punya warga,” katanya.

Dijelaskannya, memang seharusnya lahan tersebut merupakan milik aset Pemprov Sumsel yang merupakan hasil reklamasi pada tahun 90. Namun, ketika pada saat pembangunan ternyata ada yang mengklaim karena mereka merasa miliknya dengan bukti yakni sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN Banyuasin.

“Lahan yang digunakan itu seluas empat hektar namun sekitar dua hektar masih tumpang tindih,” terangnya.

Baca Juga :   Idrus Marham Siap Mundur Asalkan Golkar Bisa Ikut Pilkada

Meskipun begitu, lanjut Ikhwanuddin, pembangunan akan terus dilanjutkan sedangkan untuk penyelesaian tumpang tindih tersebut akan ada upaya hukum. Namun, untuk langkah awal ini sekitar minggu depan pihaknya terlebih dahulu meminta pendapat hukum mengingat Pemprov tidak mau gegabah.

“Nantinya akan ada peta bidang terhadap lahan tersebut, mungkin dibawah tanggal 21 November mendatang permasalahan lahan ini sudah selesai,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pembangunan stasiun DEPO LRT ini sendiri akan dilakukan pada satu November mendatang. Pihaknya berharap dalam permasalahan lahan ini tidak saling merugikan. Jika nantinya memang pemilik lahan tersebut adalah masyarakat maka pihaknya akan melakukan ganti rugi.

Baca Juga :   Jalan HM Noerdin Panji Diresmikan

“Untuk saat ini kami juga tengah menilai berapa harga yang pantas untuk lahan tersebut, dan ini dilakukan oleh KJPP,” ujarnya.

Dirinya juga menerangkan, dari luas lahan dua hektar tersebut, yang mengklaim yakni sebanyak dua orang sedangkan untuk persilnya dirinya mengaku tidak mengetahui pasti. “Saya tidak tahu pasti berapa persil, tapi dari dua hektar tersebut dimiliki oleh dua orang,” tandasnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Feby Deru Pamerkan Koleksi Kriya Sriwijaya Kepada TP PKK se-Sumsel

Palembang, KoranSN Rapat konsuktasi (Rakon) PKK se-Sumsel yang berlangsung di Griya Agung, Jumat pagi (23/10/2020) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.