Dua Mantan Kalapas Jadi Saksi Sidang Perkara Suap di Lapas Sukamiskin

Sidang pemeriksaan saksi terkait kasus suap Lapas Sukamiskin di Pengadilan Negeri (PN Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung. (foto-antaranews)

Bandung, KoranSN

Dua mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Bandung, yakni Wahid Husein dan Tejo Harwanto menjadi saksi dalam persidangan perkara suap di Lapas Sukamiskin yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (12/8/2020).

Perkara itu menjerat Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar sebagai terdakwa. Rahadian didakwa melakukan suap untuk bisa menjadi mitra pekerjaan pemenuhan kebutuhan di Lapas Sukamiskin.

Sidang itu beragendakan pemeriksaan saksi, Tejo Harwanto yang kini menjabat sebagai Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham menyampaikan kesaksiannya terkait Rahadian saat dirinya menjabat sebagai Kalapas.

Menurut Tejo, kehadiran Rahadian yang menjadi mitra Lapas Sukamiskin memang telah berlangsung sejak Wahid Husein menjabat Kalapas sebelum dirinya.

Baca Juga :   KPK Cecar Sembilan Saksi Soal "Fee" dan Mobil Terkait Kasus Ismunandar

Lalu ia mengakui kerjasama dengan Rahadian masih berlanjut saat dirinya menjabat Kalapas, karena menurutnya tidak ada pihak lain yang bersedia untuk menjadi mitra tersebut.

“Karena beberapa pertimbangan kalau dilihat secara nyata yang bersangkutan punya potensi pengelolaan sarana percetakan,” kata Tejo.

Selain Tejo dan Wahid, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menghadirkan tiga saksi lainnya yang bernama Harman, Cepi Kriswanto dan Dudung Abdul Azis yang juga merupakan pejabat di Lapas Sukamiskin.

Jaksa KPK M Takdir Suhan menjelaskan, pemanggilan lima saksi termasuk Wahid Husein dan Tejo Harwanto ini dilakukan untuk menggali kesaksian terkait dugaan suap Radian Azhar.

Dalam konstruksi kasus, Rahadian didakwa memberikan suap kepada tersangka Wahid berupa sebuah mobil merek Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi B 1187 FJG berwarna hitam atas nama Muahir, anak buah Rahadian.

Baca Juga :   Terlibat Begal Sadis, Oknum Pelajar Dibekuk

Bahwa pemberian tersebut diduga dilakukan sehubungan dengan bantuan yang diberikan oleh Wahid kepada tersangka Rahadian untuk menjadikannya sebagai mitra koperasi di Lapas Madiun, Lapas Pamekasan, dan Lapas Indramayu serta sebagai mitra industri percetakan di Lapas Sukamiskin.

Rahadian didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dua Warga Lubuklinggau Timur II Kedapatan Simpan Sabu dan Ganja

Lubuklinggau, KoranSN Dua pelaku penyalahguna narkoba jenis sabu dan ganja, diamankan oleh petugas Satnarkoba Polres …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.