Home / Lacak / Dua Pembunuh di Pasar 16 Ditangkap

Dua Pembunuh di Pasar 16 Ditangkap

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Kedua tersangka pembunuhan saat diamankan di Polresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ferdiansyah (30) dan Gabak (30), dua warga yang tinggal di Jalan Depaten Baru RT 22 RW 01 Kelurahan 28 Ilir Kecamatan IB II ini, Selasa (13/2/2018) digiring aparat Sat Reskrim Unit Pidum Polresta Palembang menuju sel tahanan lantaran melakukan pengeroyokan berujung pembunuhan terhadap korban Feri Agustina (27), warga Jalan Sido Ing Lorong Pancasila Kecamatan Gandus Palembang.

Diketahui aksi pertikaian yang menewaskan korban tersebut terjadi, Sabtu dinihari (10/2/2018) sekitar pukul 00.15 WIB. Dari hasil penyelidikan polisi, akhirnya kedua tersangka yang dikenal sebagai pemuda pengangguran dan sering mabuk-mabukan di kawasan Ampera Pasar 16 Ilir ini, berhasil ditangkap polisi di kediaman mereka masing-masing.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara menjelaskan, kedua sahabat ini ditangkap setelah adanya laporan keluarga korban yang menjelaskan jika salah satu anggota keluarganya tewas usai dikeroyok dan ditikam menggunakan senjata tajam (Sajam) oleh kedua tersangka ini.

Pengeroyokan berujung tewasnya korban Feri Agustina ini, lanjut Yon, bermula saat korban menumpangi becak di kawasan Pasar 16 Ilir.
Kemudian, kedua tersangka yang juga sehari-harinya merupakan tukang becak di Pasar 16 Ilir ini terlibat saling tatap dengan korban saat becak yang ditumpangi korban melintas di depan becak kedua tersangka, yang diwaktu bersamaan sedang mangkal menunggu penumpang.

“Diduga karena dibawa pengaruh minuman keras, kedua tersangka lantas menghampiri becak yang ditumpangi korban. Lalu kedua tersangka menanyai maksud korban yang menurut tersangka menatapnya. Lantaran pengaruh Miras, terjadilah cek-cok mulut hingga membuat kedua tersangka marah dan langsung mengeluarkan Sajam dari balik punggungnya dan menikamkannya ke korban secara membabi buta hingga korban tewas di lokasi kejadian,” jelasnya.

Masih kata Yon, saat ini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan petugas. Atas perbuatannya keduanya diancam Pasal 170 KHUP dan 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sementara berdasarkan pengakuan kedua tersangka jika pembunuhan korban bukan dikarenakan saling tatap, melainkan lantaran mereka tidak terima kepada korban yang sudah lama tak mau membayar hutang.

“Korban itu ada hutang sama kami, tapi setiap kami tagih, korban tak mau membayarnya. Oleh itulah kami geram dan mengeroyoki korban,” aku keduanya bergantian dengan tangan terborgol. (den)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Bandit Pecah Kaca di Prabumulih Gondol Uang Rp 450 Juta

Prabumulih KoranSN Bandit pecah kaca, Rabu (15/8/2018) beraksi di Jalan Sudirman Kota Perabumulih, tepatnya di ...

error: Content is protected !!