Dua Pengedar Sabu di Sako Ditangkap

Kapolsek Sako, Kompol Ahmad Firdaus saat menginterogasi tersangka Aprizal dan Septa.(foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Sat Reskrim Polsek Sako meringkus dua pengedar narkoba jenis sabu. Kedua tersangka tersebut yakni; tersangka Septa (23), warga Jalan Perintis Kecamatan Sako dan Aprizal (22), warga Jalan Jepang Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang.

Kedua tersangka ini ditangkap disebuah warung di Jalan Jepang Kecamatan Sako Palembang, yang dijadikan tersangka sebagai tempat menjual sabu. Dari penangkapan kedua tersangka diamankan barang bukti 16 paket sabu siap edar.

Kapolsek Sako Palembang, Kompol Ahmad Firdaus, Minggu (28/10/2018) mengatakan, dua pengedar sabu tersebut dibekuk setelah pihaknya melakukan penyelidikan berdasarkan informasi masyarakat jika kedua tersangka kerap menjual narkoba jenis sabu.

“Dari hasil penyelidikan inilah kami melakukan penyergapan kedua tersangka di sebuah warung di Jalan Jepang Kecamatan Sako Palembang yang dijadikan kedua tersangka tempat menjual sabu tersebut. Dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan 16 paket sabu,” ungkapnya.

Baca Juga :   Napi Polresta Buat Kerusuhan

Masih dikatakan Kapolsek, dengan didapati barang bukti tersebut selanjutnya kedua tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Sako guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Dalam kasus ini kedua tersangka dijerat Pasal 144 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan tertangkapnya kedua tersangka maka saat ini kami masih melakukan pengembangan,” tegasnya.
Sementara tersangka Septa mengaku, jika dirinya dan rekannya Aprizal sudah 6 bulan menjadi pengedar sabu.

“Warung tempat kami tertangkap memang kami jadikan tempat menjual sabu. Dimana para pembeli sabu biasanya datang menemui kami di lokasi itu, adapun para pembelinya yakni teman-teman kami sendiri. Sebab, kalau ada yang tidak kenal datang membeli sabu maka tidak kami berikan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Penjaga Kebun Ditemukan Tewas di Pondok

Sedangkan tersangka Aprizal mengungkapkan, keuntungan dari menjual sabu tersebut dirinya dan rekannya Septa bisa mengkonsumsi sabu secara geratis.

“Jadi sebelum kami jual dan dijadikan paket kecil, ada sebagian sabu kami sisihkan untuk kami gunakan sendiri. Sedangkan kalau keuntungan uang dari menjual sabu tersebut tidak terlalu besar, hanya Rp 20 ribu dari setiap paket sabu yang laku terjual,” tutup tersangka. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …