Sabtu , Februari 16 2019
Home / Gema Sriwijaya / Dua Perdes Untuk Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba

Dua Perdes Untuk Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba

Kades Alamsri foto bersama Kapolsek Penukal Abab dan Kasat Pol PP PALI. (foto-ist)

PALI, KoranSN

Kepala Desa (Kades) Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Alamsri membuat terobosan baru dengan mengeluarkan dua Peraturan Desa (Perdes), yakni; Perdes larangan menggelar hiburan Orgen Tunggal (OT) pada malam hari serta Perdes larangan pelajar keluar malam. Dua Perdes tersebut diberlakukan untuk menyelamatkan para generasi muda dari bahayanya Narkoba.

“Tidak ada hal yang mustahil, jadi kapan lagi kita memerangi Narkoba kalau bukan dari sekarang. Memang banyak tantangan yang harus dihadapi, tetapi dengan tekad bulat, kami musyawarahkan bersama masyarakat, dan rupanya banyak yang mendukung kami untuk keluarkan dua Perdas tersebut,” ujar Alamsri, Selasa (12/2/2019).

Dua Perdes yang telah disetujui diakui Kades, sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2019 lalu dan sejak diberlakukan masyarakat tidak ada yang membantah.

“Kami tidak melarang warga menggelar hiburan OT, asalkan diselenggarakan pada siang hari saja. Kalau malam hari, silahkan cari tempat lain, jangan di desa kami. Dan Alhamdulillah, masyarakat mematuhi aturan itu. Artinya, apabila pemerintah tegas dan tujuannya baik, mudah-mudahan warga patuh,” imbuhnya.

Baca Juga :   Polisi Bekuk Bandar Judi Dadu Kuncang

Untuk sanksi Perdes hiburan OT dijelaskannya, tidak ada disebutkan dalam Perdes.

“Tidak ada sanksi, tetapi kita tidak akan keluarkan izin apabila ada warga yang akan menggelar OT sampai malam. Jadi kalau ada yang memaksa, dan menggelar OT sampai malam hari tanpa izin, silahkan berurusan dengan hukum,” tandasnya.

Untuk Perdes larangan pelajar keluar malam ditegaskannya, untuk menekan angka kenakalan remaja serta pernikahan belum cukup umur.

“Kalau pelajar sudah keluyuran malam, dipastikan lupa belajar dan menjurus ke hal-hal yang negatif, diantaranya nikah belum cukup umur. Kalau sudah demikian, maka banyak ruginya dialami yang bersangkutan, yang paling berdampak besar adalah putus sekolah. Jadi, kami keluarkan dua Perdes tersebut semata-mata untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba, pergaulan bebas dan kenakalan remaja,” paparnya.

Baca Juga :   Ribuan Massa PDIP Memerahkan Kantor KPUD Lubuklinggau.

Keputusan Kades tersebut tentu mendapat acungan dari berbagai kalangan, seperti Iptu Alpian selaku Kapolsek Penukal Abab. Dikatakannya, bahwa keputusan Kades membantu pihaknya dalam memberantas tindak kriminal.

“Salah satu penyebab penyalahgunaan Narkoba meningkat adalah karena adanya OT sampai larut malam ditambah sajian musik remix. Dan bagi pecandu Narkoba akan selalu terdorong untuk terus memakainya, apapun cara untuk mendapatkan narkoba dilakukan, termasuk melakukan tindak kriminal. Jadi kami sangat terbantu dengan Perdes Spantan Jaya,” ucap Alpian.

Apresiasi sama disampaikan Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI, bahwa apa yang dilakukan Kades Spantan Jaya terobosan bagi Kades dalam menyelamatkan anak bangsa dan hal ini harus dicontoh desa-desa lain di wilayah Bumi Serepat Serasan.

“Kami rasa putusan itu sangat bagus. Ini harus jadi contoh desa lain. Sebab, isu banyak yang menentang peraturan larangan OT sampai larut malam ditepis dengan adanya Perdes tersebut, dan terbukti masyarakat Desa Spantan mendukungnya,” kata Zulkopli. (ans)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pisau dan Golok Corak Batik Duren Lubuklinggau Tembus Pasar Nasional

Lubuklinggau, KoranSN Kerajinan pisau dan golok dengan corak batik motif duren khas Lubuklinggau tembus pasar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.