Dua Warga Aceh Terancam Pidana Hukuman Mati

ilustrasi narkoba jenis sabu
Kayuagung, SN

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kayuagung menuntut hukuman mati kepada dua orang warga asal Aceh, Murtala (50) dan Zulkefli Hasan (44) karena membawa 11,5 Kg narkoba jenis sabu dan 24.506 pil ineks.

Tuntutan dakwaan ini dibacakan JPU, Ibrahim Meydi SH dan Rizki Handayani SH di hadapan Majelis Hakim Dominggus Silaban SH MH (ketua), Imam Budi Putra SH dan Firman Jaya SH (anggota) saat sidang di Pengadilan Negeri Kayuagung, Selasa (28/7).

Dijelaskan Rizki Handayani, kedua terdakwa telah melakukan pemufakatan jahat dengan Udin (DPO) untuk menawarkan dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan I yang beratnya lebih dari 5 gram dengan upah masing-masing Rp 100  juta.

“Narkoba ini dibawa kedua terdakwa dari Aceh menuju Lampung. Perbuatan terdakwa telah melanggar pasal  114 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” sambungnya.

Baca Juga :   Wisatawan Dikejutkan Penemuan Jenazah di Pinggiran Sungai Musi

Beberapa hal yang memberatkan kedua terdakwa, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalagunaan Narkotika yang dapat membahayakan generasi bangsa. Bahkan tidak ada hal-hal yang meringankan kedua terdakwa.

Mendengar tuntutan dari JPU, kedua terdakwa kemarin terlihat lesu. Mereka berkonsultasi dengan H Herman SH MH (pengacara) untuk mengajukan pembelaan.

Majelis Hakim akan melanjutkan persidangan pada hari Senin (3/8) mendatang dengan agenda pembacaan pembelaan dari terdakwa.

Diberitakanya sebelumnya, kedua terdakwa yang  merupakan sindikat pengedar Narkoba asal Aceh diringkus jajaran Polsek Lempuing OKI, saat polisi menggelar razia di Jalan Lintas Timur.     Kedua terdakwa mengendarai mobil Avanza BK 1967 ZE membawa 11,5 Kg sabu-sabu dan 24 506 butir pil ineks senilai Rp 22,5 miliar.

Baca Juga :   Tanggapan Syahril Nasution Tentang Plang Bengkel

Dijelaskan keduanya, sabu-sabu dan ineks yang mereka bawa adalah milik Udin (DPO) warga Medan. Mereka hanya mengantarkan Narkoba tersebut ke daerah Kalianda Provinsi Lampung Selatan, dengan upah Rp 100 juta dan sudah dipanjar Rp10 juta. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Joko Tjandra Akan Jalani Sidang Perdana 2 November 2020

Jakarta, KoranSN Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra akan segera menjalani sidang perdana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.