Dua Warga Muratara Positif Covid-19

Tim Gugus Tugas Covid-19 Muratara saat melakukan penyemprotan disinfektan. (foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Dua orang warga Musi Rawas Utara (Muratara) dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tes dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

Kasus pertama, yakni perempuan (9) asal Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit beberapa waktu lalu yang saat ini sedang dikarantina. Kemudian bertambah satu orang lagi yakni laki laki (10) asal Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Hal ini dikatakan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Muratara, Susyanto Tunut melalui keterangan persnya, Kamis (7/5/2020).

“Hari ini gugus tugas menerima hasil swab test dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Hasilnya anak laki laki (10) tahun warga Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, positif SARS-Cov-2 atau Covid-19,” katanya.

Baca Juga :   Jam Kerja, Kantor Dinkes Terkunci Rapat

Ia menjelaskan, anak laki laki (10) ini terkait hasil tracking kasus 148 Sumsel perempuan (30). Sementara hasil swab test dua orang lagi negatif. “Anak laki laki (10) dan kedua orang tuanya sendiri sejak Minggu lalu dikarantina di Rumah Sehat. Sedangkan hasil swab test yang lainnya negatif,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, menindaklanjuti hasil laboratorium ini, tim gugus tugas mengintensifkan tracking kontak dengan OTG, dan melakukan penyemprotan disinfektan di rumah dan sekitar rumah yang bersangkutan di Desa Mandi Angin. “Sejauh ini lima orang yang kontak erat dengan anak laki laki (10) tersebut. Kelima warga ini diharapkan bersedia mengikuti karantina di Rumah Sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini tim Medis RSUD Rupit juga telah melakukan Rapid Test terhadap dua orang Ibu yang akan melakukan persalinan, perampuan (28) asal Desa Remban dan perempuan (38) asal Desa Pantai, hasilnya rapid test keduanya positif. “Kedua orang ini rencananya akan dikarantina di Rumah Sehat, tetapi yang bersangkutan memilih karantina mandiri di rumah,” ujarnya.

Baca Juga :   November 2018, Batas Akhir Pengajuan APBDes Perubahan

Lanjutnya, rapid test saat ini merupakan bagian SOP bagi ibu yang akan melakukan persalinan.

Ia mengharapkan bantuan dan kerjasama keluarga dan warga yang merasa pernah kontak dalam waktu 14 hari terakhir, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan jika diperlukan lakukan rapid test maupun swab test. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

FK2D Gelar Diskusi Netralitas Kades Dalam Pilkada

Muratara, KoranSN Guna menjaga netralitas dan imparsialitas kepala desa (Kades), dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.