Dua Warga Prabumulih Tewas Usai Menenggak Miras Oplosan

Ilustrasi. (foto-net)
Ilustrasi. (foto-net)

Prabumulih, KoranSN

Leo (21) dan Joko (24), yang keduanya warga Jalan Urip Sumoharjo, Gang Masjid Ar Rohma, Kelurahan Pasar 2, Kecamatan Prabumulih Utara, Selasa (25/10/2016) menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Prabumulih.

Kedua korban tewas usai menenggak minuman keras (miras) oplosan. Untuk korban Leo, meninggal dunia sekitar pukul 11.20 WIB, setelah sempat mendapatkan perawatan tim medis sejak pagi harinya, sekitar pukul 09.00 WIB.

Sedangkan, korban Joko tiba di UGD sekitar pukul 14.00 WIB, nyawa korban tak tertolongkan dan akhirnya tewas sekitar pukul 16.00 WIB. Oleh pihak masing-masing keluarga, kedua korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Menurut keterangan yang dihimpun dari kerabat dan teman korban, sehari sebelum korban dilarikan ke RSUD Prabumulih, tepatnya, Senin malam (24/10/2016) sekitar pukul 18.30 WIB. Keduanya diketahui baru saja meminum-minuman beralkohol. Belum diketahui jelas, korban mencampur miras tersebut dengan apa.

Namun dari keterangan beberapa teman kedua korban, keduanya saat itu menenggak minuman botol bentuk gepeng berisi air yang berwarna kekuningan yang diduga telah dicampur dengan minuman suplemen.

“Korban ini, malam itu habis minum. Dak tau dicampur apo tapi yang kami liat itu air minumannyo warno kuning. Dak tahu kami minumnyo itu beli di mano,” ujar Ardi (33), satu diantara rekan kedua korban saat dibincangi di RSUD  Prabumulih, kemarin.

Baca Juga :   10 Kilogram Ganja Tujuan Muara Enim Diamankan di Banyuasin

Menurutnya, korban Leo dan Joko sebelum dilarikan ke rumah sakit, keduanya mulai mengeluhkan sakit sejak pagi kemarin. Kemudian korban sempat muntah dan bisa beristirahat sampai pukul 08.00 WIB. Tak lama setelah itu, tiba-tiba kondisi Leo melemah dan langsung dilarikan ke RSUD. Sekitar 15 menit kemudian, menyusul korban Joko.

“Iyo mereka beduo ini mulai mengeluh dadonyo sesak pagi tadi (kemarin, red). Kalau kato keluargo mereka, korban jugo sudah sempat dikeroki samo diminumke susu. Kalau Leo sudah ninggal tadi siang, jenazahnya lah dibawa balek,” terangnya.

Sementara, Direktur RSUD Prabumulih, dr Rusmini melalui Kepala Instalasi UGD, dr Dwinta Inayasari didampingi Suvervisor,  Indra Gunawan SST menuturkan, saat kedua korban tiba di ruang UGD, tim medis langsung menindaklanjutinya dengan memberikan perawatan medis secara intensif.

Dikatakan dr Dwinta, kondisi kedua korban saat di rumah sakit sudah kritis dan dalam keadaan lemah dari kesadaran diri.

“Keduanya langsung dibawa ke ruang ICU, namun kita menyanyangkan tidak bisa menyelamatkan nyawanya,” ujarnya.

Baca Juga :   Kejari Usut Tersangka Baru dari Pejabat Pemkot Palembang

Lebih lanjut dituturkan dia, gejala yang dialami kedua korban sama sebagaimana pihaknya menanyakan kepada keluarga korban jika sehari sebelumnya korban menenggak miras.

“Dari hasil pemeriksaan kita, memang dalam tubuh korban ini, akibat gejala yang kita temui dari faktor alkohol,”  tuturnya.

Lebih jauh disampaikan dr Dwinta, untuk pasien yang  ditangani di RSUD Prabumulih akibat korban miras oplosan, sejak awal Oktober hingga saat ini jumlahnya sekitar 13 orang pasien, 6 diantaranya meninggal dunia.

“Pasien akibat alkohol ini kalau untuk bulan ini saja sudah ada sekitar 11 pasien ditambah dua korban ini. Pasien itu semua tak hanya datang dari Prabumulih ini saja, tapi ada juga dari daerah luar sekitar kota ini seperti; Gelumbang, Lembak dan lainnya,” tandasnya. (and)

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Polisi Pindahkan Tersangka Pembakar Mobil Via Vallen

Sidoarjo, KoranSN Petugas Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur, memindahkan tersangka pembakaran mobil penyanyi Maulidyah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.