Duel Maut, Warga 1 Ulu Meregang Nyawa

Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Candra Adinata (32), tewas meregang nyawa di depan Stasiun Kereta Api Kertapati Palembang setelah terlibat duel maut dengan seseorang yang hingga kini masih belum diketahui identitasnya.

Pertikaian satu lawan satu menggunakan senjata tajam ini terjadi, Rabu (18/10/2017) saat keduanya yang sebelumnya diduga sudah saling menyimpan dendam bertemu di lokasi kejadian.

Akibat pertarungan tersebut, pria lajang yang tinggal di Lorong Hijrah Kelurahan 1 Ulu Laut Kecamatan SU I Palembang ini tewas dengan mengalami beberapa luka tusukan di bagian tubuh diantaranya; di dada, punggung, bawah ketiak dan di bagian tepat di ulu hati korban.

Ditemui di kamar jenazah RSUD Palembang Bari, Aprizal (39), paman korban menuturkan, jika keponakannya tersebut kerap terlibat perkelahian dengan sejumlah orang yang tinggal di kawasan 15 Ulu, SU I Palembang

Baca Juga :   Alami KDRT, Isteri Laporkan Suami

“Untuk perkelahian kali ini, saya tidak tahu pasti kejadiannya bagaimana, tiba-tiba saja saat saya sedang berada di rumah menerima telpon yang mengabarkan jika keponakan saya sudah meninggal dunia dan jenazahnya berada di rumah sakit ini. Kata orang di lokasi kejadian jika korban berkelahi karena permasalahan dendam lama,” ujar Aprizal.

Masih kata Aprizal, sepengetahuannya keponakannya ini beberapa kali terlibat perkelahian. Seperti saat menyaksikan acara Orgen Tunggal (OT) di kawasan 15 Ulu beberapa waktu lalu.

“Keponakan saya ini pernah ditusuk orang saat nonton orgen tunggal. Korban juga pernah menyiram orang itu dengan air keras,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati, AKP I Putu Suryawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengejeran terhadap terduga pelaku yang identitasnya masih dirahasiakan.

“Awalnya, kita mendapatkan informasi jika telah terjadi perkelahian dan ada korban yang meninggl dunia, kemudian anggota langsung mendatangi TKP,” terangnya.

Baca Juga :   Dendam Lama, Sopir Bus Pusri Kertapati Disiram Cuka Para

Setelah itu, lanjut Putu Suryaman, berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, pihaknya mendapatkan keterangan jika tewasnya korban akibat perkelahian yang diduga dilandasi dendam lama.

“Anggota saya masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya. Untuk motifnya sendiri masih kita dalami. Pelaku yang saat ini masih diburu dapat dikenakal Pasal 351 KUH Pidana Ayat (2) tentang penganiayaan yang menewaskan seseorang,” tutupnya. (den)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Harun Masiku Disebut Punya “Funder” Galang Dana Bagi Wahyu Setiawan

Jakarta, KoranSN Kader PDI-Perjuangan, Harun Masiku disebut memiliki penyandang dana (funder) untuk memberikan dana kepada …