Home / Headline / Dugaan Korupsi Kredit, Kejati Bidik Tersangka Baru dari Pihak Bank Sumsel Babel

Dugaan Korupsi Kredit, Kejati Bidik Tersangka Baru dari Pihak Bank Sumsel Babel

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khidirman. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel segera mengembangkan penyidikan dugaan kasus korupsi pemberian kredit modal kerja Bank Sumsel Babel, guna membidik tersangka baru dari pihak Bank Sumsel Babel.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman, Minggu (6/10/2019) mengungkapkan, pengembangan penyidikan tersebut dilakukan setelah tersangka ‘AJ’ yang merupakan Komisaris PT GI selaku penerima fasilitas kredit modal kerja dari Bank Sumsel Babel disidangkan di Pengadilan Tipikor Palembang.

“Pengembangan untuk mengungkap tersangka baru dari pihak bank selaku pemberi fasilitas kredit modal kerja ke PT GI, kami lakukan setelah tersangka ‘AJ’ di sidangkan di pengadilan,” ungkapnya.

Masih dikatakan Khidirman, hal tersebut dilakukan lantaran dalam persidangan tersebut tentunya akan terungkap fakta-fakta hukum dari keterangan para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penutut Umum (JPU).

“Di persidangan nanti keterangan para saksi akan digali oleh Majelis Hakim dan JPU, sehingga akan mengungkap fakta-fakta persidangan terkait pihak bank yang memberikan fasilitas kredit modal kerja ke PT GI hingga berakibat kerugian negara senilai Rp 13 miliar. Nah, dari fakta persidangan tersebutlah akan kami tindak lanjuti dengan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap tersangka barunya,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, sebenarnya sejak tahap penyelidikan tersangka ‘AJ’ dilakukan, Kejati Sumsel telah memeriksa sejumlah saksi termasuk pihak dari Bank Sumsel Babel.

“Adapu para saksi yang telah diperiksa saat tahap penyidikan, diantaranya Direktur Bank Sumsel Babel yang di tahun tersebut menjabat, termasuk para pejabat di Bank Sumsel Babel,” ujarnya.

Baca Juga :   Hari Ini Tuntutan 4 Mantan Pimpinan DPRD Muba

Dilanjutkannya, hasil dari pemeriksaan para saksi tersebutlah hingga ditemukan bukti yang kuat dalam dugaan kasus ini, sehingga ‘AJ’ selaku Komisaris PT GI ditetapkan Kejati Sumsel sebagai tersangka.

“Jadi penetapan tersangka tersebut dilakukan sesuai tahapan mulai dari penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, hingga tahap penyidikan yakni penetapan tersangkannya,” katanya.

Lebih jauh dijelaskan Khidirman, dalam proses hukum tersangka ‘AJ’, sejauh ini berkas perkara tersangka telah dilimpahkan pihaknya ke Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang.

“Pasca kami melimpahkan berkas perkara tersangka tersebut, kini JPU masih menyusun surat dakwaan. Setelah surat dakwaan selesai disusun barulah JPU melimpahkan berkas perkara ke pengadilan guna persiapan persidangan tersangka ‘AJ’,” tandasnya.

Diketahui, terkait dugaan kasus ini sebelumnya Sekretaris Bank Sumsel Babel, Faisol Sinin ketika dimintai konfirmasi dan tanggapan terkait dugaan kasus tersebut dan telah ditahannya satu tersangka oleh Kejati Sumsel, Minggu (29/9) enggan berkomentar banyak.

“Kami masih mengikuti perkembangannya,” ujar Faisol Sinin saat itu.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khidirman sebelumnya juga telah mengungkapkan, penetapan tersangka ‘AJ’ dalam dugaan kasus ini setelah Kejati Sumsel menerbitkan surat perintah penyidikan dengan Nomor SPDIK: PRINT-02/N.6/FD.1/08/2019 tanggal 07 Agustus 2019.

Dikatakannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat tersangka ‘AJ’, selaku Komisaris PT GI mengajukan pinjaman modal usaha kepada Bank Sumsel Babel dengan memberikan jaminan agunan berupa mesin bor tambang minyak dan dua bidang tanah yang berada di Jawa Barat.

“Pengajuan pinjaman tersebut terjadi di Kantor Bank Sumsel Babel pada tahun 2014 lalu. Dalam pertemuan dengan pihak Bank Sumsel Babel tersebut, tersangka ‘AJ’ menyodorkan agunan yang dijaminkan agar PT GI mendapatkan fasilitas kredit modal kerja, hingga dari pengajuan tersebut Bank Sumsel Babel menyetujui pengajuan tersangka dan PT GI menerima fasilitas kredit modal kerja senilai Rp 15 miliar,” katanya saat itu.

Baca Juga :   Cemburu, Warga Indralaya Utara Habisi Nyawa Istrinya di Hotel di Palembang

Diungkapkannya, namun berjalannya waktu ternyata pembayaran kredit PT GI yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan di Kalimantan ini macet.

“Berawal dari temuan kredit macet tersebutlah lantas Jaksa Penyidik Kejati Sumsel melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, jaksa penyidik mendapati bukti jika dalam kredit modal kerja senilai Rp 15 miliar yang dikucurkan oleh Bank Sumsel Babel kepada PT GI tersebut, terjadi kerugian negara, dimana hasil audit BPK RI dalam dugaan kasus ini negara mengalami kerugian mencapai Rp 13 miliar lebih,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerugian negara tersebut yakni karena tersangka ‘AJ’ menaikan atau melakukan mark-up harga agunan yang dijaminkan. Padahal, dari hasil penyelidikan diketahui jika harga agunan yang dibuat tersangka tidak sesuai dengan kenyataannya.

“Jadi, mesin bor untuk tambang minyak dan dua bidang tanah yang diagunkan nilainya dinaikan atau di mark-up oleh tersangka ‘AJ’. Tujuannya supaya aset yang jadi agunan tersebut memenuhi persayaratan dalam pengajuan kredit modal kerja ke Bank Sumsel Bebel. Namun kenyataannya, hasil dari penyelidikan kami aset yang diagunkan itu nilainya lebih murah dari nilai kredit yang diterima tersangka. Untuk itulah dalam dugaan kasus ini terjadi kerugian negara,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Lahan Kosong di Jakabaring Terbakar, Kabut Asap Pekat Kian Parah (FOTO)

Palembang, KoranSN Kebakaran lahan hanguskan 2 hektare lahan kosong dijalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.