Dwi Saputra Pelaku Curas Asal Kabupaten PALI Ditembak

Ilustrasi. (foto-net)

Prabumulih, KoranSN

Dwi Saputra (26), tersangka kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di wilayah perbatasan Prabumulih-Muaraenim keok ditembak anggota Satuan Reserse Kriminal Polsek Prabumulih Barat, Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 03.30 WIB.

Penembakkan terpaksa dilakukan karena pada saat akan diringkus tersangka sempat mengarahkan senjata api rakitan kepada petugas. Akibatnya, tersangka harus dilumpuhkan dengan dua kali tembakkan di kaki sebelah kiri bagian paha.

Dari penangkapan itu, Petugas mendapatkan barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver enam silinder dengan tiga butir peluru FN aktif. Kemudian didapatkan juga sebilah senjata tajam jenis pisau, berikut barang bukti lain yaitu Handphone Nokia dan Tas kulit warna hitam.

Selanjutnya, dengan luka tembak, tersangka dibawa ke Rumah Sakit Fadhillah Prabumulih Barat. Setelah mendapatkan perawaran medis, tersangka digiring ke Mapolsek Prabumulih barat guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Taravolta Hutauruk melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal Mahdi mengatakan, Dwi Saputra merupakan salah satu tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap sopir mobil yang melintas diwilayah perbatasan kota Prabumulih.

Baca Juga :   Jaring Ikan, Warga Gunung Ibul Temukan Granat Nanas

“Mereka kita sergap saat beraksi memberhentikan mobil pick up di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Patih galung (Perbatasan Kota Prabumulih). Pelaku Dwi Saputra berhasil kita tangkap, sementara satu rekan pelaku yang kabur kita tetapkan sebagai DPO,” Ujar AKP Mursal.

Dikatakan AKP Mursal, tersangka sudah menjadi Target Operasi (TO) polisi, Karena melakukan aksi Curas di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat.

“Dari hasil penyidikan, pelaku merupakan warga PALI. Kini pelaku masih kita minta keterangan lanjutan guna mengetahui identitas tersangka DPO. Akibat ulahnya pelaku dikenai pasal berlapis atas tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan Senpira dan Sajam sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP dan Pasal 1 & 2 UU Darurat No.12 th.1951,” Jelasnya.

Baca Juga :   Melawan! Begal Motor Dilumpuhkan

Sementara tersangka Dwi Saputra mengatakan, saat kejadian dirinya tidak melakukan penodongan kepada korban. Dirinya menghadang mobil korban karena ingin menumpang pulang ke PALI. Namun secara bersamaan polisi patroli datang dan menangkapnya.

“Aku niat pulang ke PALI, makanya aku butuh tumpangan dan memberhentikan mobil pick up itu. Tiba-tiba polisi datang dan aku ditangkap. Tapi kalau Senpi memang itu aku bawa untuk jaga diri, sebab aku pernah menjadi korban perampokan,” tandas warga Desa Talang tumbur RT 12 RW 07 Kecamatan Pendopo PALI ini. (and)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Telisik Perjalanan Jaksa Pinangki, Kejagung Periksa Pejabat Imigrasi

Jakarta, KoranSN Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali memeriksa dua saksi dalam perkara dugaan korupsi …