Eksekutor Pemutilasi Pelda Aceng Serahkan Diri

tersangka-pembunuhan-tampak-mobil-tahanan-polres-muara-enim-yang-membawa-bw-alias-ww-ed-dan-er-yang-merupakan-tiga-tersangka-pembunuh-pelda-aceng-tiba-di-mapolda-sumsel-7
TERSANGKA PEMBUNUHAN-Tampak mobil tahanan Polres Muara Enim yang Membawa BW; ALIAS “WW ‘ED dan ER` yang merupakan tiga tersangka pembunuh Pelda Aceng,Tiba di Mapolda Sumsel. FOTO-DEDY/KORANSN.

Palembang,KoranSN
Tersangka pembunuh Pelda Aceng berinisal ‘HR’ yang diduga menjadi eksekutor utama mutilasi tubuh korban menjadi lima bagian, menyerahkan diri ke Polda Sumsel, Selasa (25/10/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Cahyo Budisiswanto, Rabu (26/10/2016) mengungkapkan, ‘HR’ satu dari dua pelaku pembunuhan disertai mutilasi korban Pelda Aceng yang sebelumnya menjadi buronan pihak kepolisian saat ini telah menyerahkan diri ke Polda Sumsel.Menurut Cahyo, dengan telah menyerahkan dirinya tersangka ‘HR’ maka tinggal satu pelaku lagi yakni berinisial ‘PT’, yang masih buron dan kini sedang dikejar anggota kepolisian.

“Dalam kasus pembunuhan korban Pelda Aceng ini kan ada 5 tersangka. Awalnya tiga tersangka telah ditangkap dan dua tersangka lainnya buron. Untuk dua tersangka yang buron tersebut, satu orang berinisial ‘HR’ sudah menyerahkan diri ke Polda Sumsel, Selasa kemarin (25/10/2016) pukul 09.00 WIB. Karena ‘HR’ sudah menyerahkan diri maka tinggal satu tersangka lagi yang masih buron,” katanya.

Masih dikatakan Cahyo, dengan telah diamankan keempat tersangka, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dimana dalam penyelidikannya dilakukan Polres Muara Enim yang juga dibeck-up oleh Polda Sumsel.

“Jadi, kasus ini masih dalam penyelidikan. Untuk itu kita belum dapat memberikan keterangan lebihlanjut, karena penyidik sampai saat ini masih melakukan pengembangan. Tapi yang jelas, dari dua pelaku yang buron, satu pelaku telah menyerahkan diri,” ujarnya.

Lanjut Cahyo, dikarenakan satu pelaku lagi masih buron maka Polda Sumsel menghimbau agar pelaku tersebut segera menyerahkan diri. Sebab, aparat kepolisian di lapangan hingga saat ini masih terus melakukan pengejaran.

“Kita juga meminta agar masyarakat mempercayakan penyelidikan kasus pembunuhan korban ini kepihak kepolisian. Biarkan proses hukum berjalan sesuai dengan aturannya dan percayakan kepada aparat penegak hukum,” tandasnya.

Baca Juga :   Narkoba Senilai Rp 8 Miliar Dimusnahkan, Kapolda: Bandar Harus Ditembak

Sebelumnya, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan telah mengungkapkan, jika dari lima tersangka (‘BW’ alias ‘WW’, ‘ED’, ‘ER’, ‘HR’ dan ‘PT’) yang terlibat dalam pembunuhan korban Pelda Aceng. Diduga tersangka ‘HR’ adalah eksekutor utama yang memutilasi tubuh korban menjadi lima bagian.

“Jadi dari keterangan, ‘BW’ alias ‘WW’, ‘ED’ dan ‘ER’ yang telah lebih dulu diamankan. Diduga tersangka ‘HR’ adalah eksekutor utama yang memutilasi tubuh korban. Sedangkan untuk tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan tersangka lainnya hanya turut menganiaya korban, namun tidak memutilasi korban,” ungkap Kapolres.

Lebih jauh diungkapkan Kapolres, kejadian ini berawal saat korban mendatangi rumah ‘BW’ alias ‘WW’ untuk menagih hutang. Tapi saat itu, korban terlibat ribut mulut dengan ‘BW’ alias ‘WW’. Disaat melihat ‘BW’ alias ‘WW’ ribut mulut, ‘HR’ yang taklain adik tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ langsung memukul korban dengan kayu dari belakang. Sehingga tubuh korban sempoyongan dan terkapar tidak sadarkan diri di lantai rumah. Selanjutnya, barulah korban dieksekusi dengan dimutilasi menjadi lima bagian.

“Antara korban dengan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, keduanya memang saling kenal. Sebab tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ pernah bekerja dengan korban. Saat kejadian, korban mendatangi rumah tersangka untuk menagih hutang kepada ‘BW’ alias ‘WW’, tapi mereka ribut mulut hingga korban akhirnya dibunuh dan dimutilasi. Dimana setelah memutilasi korban, lantai di ruang tengah rumah ‘BW’ alias ‘WW’ bersimbah darah lalu dibersihkan oleh ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’ dengan cara dipel, dimana airnya ditimbah oleh tersangka ‘ED’,” paparnya.

Baca Juga :   Lagi, Rp 2,3 M Uang Kerugian Negara Dugaan Korupsi Bandara Atung Bungsu Pagaralam Disita

Lanjut Kapolres, kemudian jasad korban yang sudah terpotong menjadi lima bagian dimasukan ke dalam karung dan tempat kotak karet, lalu diangkat menggunakan sepeda motor ke perkebunan yang masuk dalam wilayah Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim.

“Di lokasi inilah jasad korban dibakar. Sementara untuk sepeda motor korban dibuang tersangka ke Sungai Kelekar,” tandas Kapolres. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Kolonel Arh Syaiful Mukti Ginanjar, sebelumnya juga telah mengkungkapkan, jika korban Pelda Aceng merupakan anggota TNI yang kesehariannya bertugas sebagai staf di Kesdam II/Swj. Pembunuhan korban diduga karena motif hutang piutang.

“Untuk mengungkap kasus pembunuhan korban, kita telah menurunkan Polisi Militer dan Intel untuk membantu penyelidikan yang kini dilakukan Polres Muara Enim. Jadi, kita hanya membantu, karena semuanya kita serahkan kepihak kepolisian. Namun untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron, kita melibatkan Polisi Militer dari Pomdam dan Intel kita, untuk mengejar pelaku tersebut,” tegasnya.

Masih dikatakan Kapendam, Pelda Aceng merupakan anggota TNI yang selalu menjalankan tugas dengan baik dan selama bertugas korban tak pernah bermasalah. “Jadi semasa hidupnya, Almarhum merupakan anggota TNI yang selalu bekerja dengan baik dan bagus, tak pernah berbuat masalah,” pungkas Kapendam. (ded/yud)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Ahmad Yani Ajukan Kasasi ke MA

Palembang, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ricky BM, Selasa (20/10/2020) mengatakan, Ahmad Yani yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.