Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Politik dan Pemerintahan / Elektabilitas Tertinggi, Hendra Gunawan Berpotensi Kembali Pimpin Musi Rawas

Elektabilitas Tertinggi, Hendra Gunawan Berpotensi Kembali Pimpin Musi Rawas

Direktur Eksekutif LKPI, Arianto saat memaparkan temuan survei Lembaga Kajian Publik Independen pada 5-15 November 2019.(foto-anton/koransn)

Palembang, KoranSN

Calon incumbent, H. Hendra Gunawan atau yang biasa disapa dengan H2G berpotensi besar dapat memenangkan kembali Pemilukada Kabupaten Musirawas yang akan digelar 23 September 2020 mendatang. Hal ini tergambar dari temuan survei Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI), yang digelar 5-15 November 2019.

Direktur Eksekutif LKPI, Arianto dalam paparannya di Roca Coffee and Resto, Selasa (19/11/2019) mengatakan secara konsisten, elektabilitas H. Hendra Gunawan menempati urutan teratas, baik pada pertanyaan terbuka, pertanyaan semi terbuka dan tertutup.

“Kuatnya tarikan elektoral H2G ini juga tercermin dari uji simulasi calon-calon bupati yang akan maju di pemilukada Kabupaten Musirawas. Dilihat dari interval elektabilitas, jarak antar nama-nama calon lainnya cukup jauh, terpaut di angka 40 % lebih jaraknya dibandingkan calon-calon lainya,” kata Arianto.

Lebih lanjut, lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini menjelaskan, pada pertanyaan terbuka, elektabilitas H2G (30,8 %), Ratna Mahmud Amin (3 %), Hj. Suwarti (1,9 %), Samsul Bahri (0,9 %), Firdaus Cik Olah (0,6 %), Rodi Wijaya (0,4 %), Alamsyah A Manan (0,2 %), Wahyu Sumadi (0,2 %), sementara massa yang belum menentukan pilihan (massa mengambang) 60 %. Pada pertanyaan semi terbuka dengan mengajukan 19 nama calon bupati dan diluar nama calon bupati, H2G tetap berada diposisi teratas dengan elektabilitas 57,2 %, Ratna Mahmud Amin (7,9 %), Hj. Suwarti (5,9 %), Firdaus Cik Olah (3,7 %), Wahyu Sumadi (1,2 %), Samsul Bahri (1,1 %), Rodi Wijaya (1,1 %). Untuk calon-calon lainnya masih berada di bawah angka 1 % dan massa mengambang 19,8 %.

Baca Juga :   2016, 500 Korban Tewas Akibat Lakalantas di Sumsel

“Ketika disodorkan nama-nama calon yang akan maju di pemilukada mendatang dan diluar nama-nama yang disodorkan yang juga dipilih, tarikan elektoral masing-masing calon jelas terlihat. Nama H2G memiliki kekuatan elektoral yang kuat dibandingkan calon-calon lainnya. Jarak elektabilitas H2G dengan calon lainnya cukup jauh dan ini artinya secara statistik unggul signifikan,” ungkap lelaki yang biasa disapa dengan nama Iyan ini dengan lantang.

Demikian juga dengan uji simulasi calon, mantan kordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini menerangkan, dari 19 nama-nama calon yang diajukan sampai dengan dua nama yang disimulasikan (head to head), H2G masih konsisten berada diposisi teratas dari calon lain. Tautan elektabilitas dengan calon lain masih cukup jauh. Bahkan di uji simulasi tertutup, ketika H2G head to head dengan calon lain , elektabilitas H2G mencapai angka 66,7 %.

Dari simulasi ini jelas terlihat, tingkat konsistensi pemilih terhadap H2G semakin mantab. Selain itu, modal awal yakni popularitas dan akseptabilitas H2G yang tinggi merupakan faktor penentu besarnya elektabilitas. H2G juga menempati posisi teratas dengan angka popularitas (tingkat kedikenalan) 98,9 % dan akseptabilitas (tingkat kesukaan) sebesar 99,8 %.

“Dengan popularitas dan akseptabilitas yang sangat baik, modal dasar H2G sudah ada dan angka tersebut sudah sangat baik. Artinya, popularitas dan akseptabilitas H2G berbanding lurus (linear) dan sudah tidak ada masalah lagi. Tentunya ini pasti akan berdampak dengan tingginya elektabilitas. Secara teori perilaku pemilih, H2G sudah memenuhi dua unsur tersebut untuk meraih elektabilitas yang tinggi,” terang mantan auditor survei konvensi capres partai Demokrat wilayah Sumatera ini dengan lugas.

Baca Juga :   218 IUP Minerba Ditertibkan

Ditambahkan Arianto, tingkat kepuasan masyarakat selama H2G memimpin Kabupaten Musirawas juga cukup tinggi, yakni 73 % (puas) dan 5 % (sangat puas). Selain itu, alasan pemilih memilih kembali H2H adalah sangat rasional yakni Sudah ada bukti hasil kerja yang nyata (37,5 %), Bisa membawa perubahan yang lebih baik (22,2 %), Perhatian pada rakyat (22 %) dan berpengalama di pemerintahan (18 %). Dari empat latarbelakang ini, tentunya alasan yang paling kuat bagi masyarakat untuk memilih H2G kembali pada pemilukada yang akan datang. Secara psikologis, masyarakat sudah merasakan nyaman dengan kepemimpinan H2G.

“Terlebih lagi dilihat dari sebaran partai ke calon, pemilih H2G terlihat jelas tersebar dominan di semua partai politik, baik di partai Golkar, PDI-P, Gerindra, Nasdem, PKS, PKB, PAN, Demokrat, Hanura, PBB, PPP, Garuda dan Berkarya. Bahkan pemilih yang belum/tidak memilih partai politikpun sebarannya tetap memilih H2G. Jadi syarat dari sebaran partai politikpun juga terpenuhi dalam hal ini. Peluang H2G untuk memenangkan pemilukada kabupaten Musirawas 23 September 2020 mendatang berpotensi sangat besar,” ungkapnya.

Survei yang digelar LKPI melibatkan surveyor yang semuanya mahasiswa dari Kota Palembang dengan mengambil sample 820 responden (82 desa/kelurahan). Metode yang digunakan Multistage Random Sampling dengan marjin of error +/- 3,5 % dengan selang kepercayaan 95 %. (awj)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Giliran Lahat Dapat Kucuran Bangub Rp 11,5 Miliar

Palembang, KoranSN Setahun kepemimpinannya, HDMY terus membuktikan janji menyediakan infrastruktur yang nyaman dan mulus bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.