Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Emosi, Keluraga Apriyanita Pukuli Yudi Otak Pembunuhan Mayat Dicor di TPU Kandang Kawat

Emosi, Keluraga Apriyanita Pukuli Yudi Otak Pembunuhan Mayat Dicor di TPU Kandang Kawat

Anggota kepolisian berusaha menenangkan keluarga korban yang sempat emosi kepada tersangka pembunuh. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/12/2019) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan korban Apriyanita (50), yang mayatnya dicor pelaku di kawasan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Kandang Kawat Palembang.

Dalam rekonstruksi tersebut dihadirkan dua tersangka dari empat pelaku yang sudah tertangkap, mereka yakni tersangka Mgs Yudi Thama Redianto alias Yudi (40) dan tersangka M Ilyas Kurniawan (26).

Rekonstruksi ini digelar di tujuh Tempat Kejadian Perkara (TKP) salah satunya di rumah korban Apriyanita di Jalan Dwikora 2 Lorong Sriwijaya 1 RT 3 RW 1 Keluarahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB I Palembang.

Saat di lokasi ini, rekonstruksi sempat diwarnai kericuan karena keluraga korban Apriyanita yang emosi langsung memukuli tersangka Yudi yang tak lain otak dari pembunuhan korban.

Pada adegan rekonstruksi ini terungkap, jika awalnya pembunuhan korban terjadi saat tersangka Yudi mendatangi kantor tempat korban bekerja sebagai PNS, yakni di Kantor Kementrian PUPR Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III di kawasan Jalan Taman Kenten Palembang.

Setiba di kantor tersebut, tersangka Yudi dan korban duduk di kantin membahas sisa hutang tersangka Yudi kepada korban terkait pembelian mobil. Dimana sebelumnya, korban telah menyerahkan uang sebesar Rp 145 juta kepada tersangka untuk membeli mobil akan tetapi uang tersebut tidak dibelikan tersangka mobil, melainkan dihabiskan tersangka Yudi untuk foya-foya.

Dalam adegan pertemuan tersebut, korban menagih sisa hutang dari tersangka lalu tersangka mengajak korban ke mobil yang dikemudikannya menuju salah satu bank di Jalan Kapten A Rivai. Namun saat di perjalanan, tersangka membawa korban ke rumah korban di Jalan Dwikora 2 Lorong Sriwijaya 1 Palembang.

Setiba di lokasi, tersangka dan korban turun dari dalam mobil lalu duduk di teras rumah. Tak lama kemudian tersangka kembali ke mobilnya lalu mencampurkan obat tetes mata cair dengan satu botol air mineral, yang kemudian botol minuman tersebut diletakannya di dekat jok samping kemudi yang merupakan tempat duduk korban saat berada di dalam mobil.

Pantauan di lapangan, disaat adegan rekonstruksi inilah diwarnai kericuan dikarenakan dua orang pria yang merupakan keluarga korban mendadak emosi saat melihat tersangka Yudi. Akibatnya kedua pria tersebut langsung bergantian memukuli wajah korban. Namun kericuan tersebut berhasil direda oleh petugas kepolisian yang siaga di lokasi rekonstruksi.

Setelah suasana tenang, pihak kepolisian kembali melanjutkan rekonstruksi. Kali ini rekonstruksi digelar di parkiran salah satu bank yang berada di Jalan Kapten A Rivai Palembang. Setiba di lokasi tersangka Yudi menyampaikan kepada korban jika dirinya hanya memiliki uang Rp 15 juta sehingga ia belum dapat melunasi semua hutangnya tersebut.

Korban yang mendengar perkataan dari tersangka Yudi langsung emosi dan memaki tersangka.

“Kurang ajar kau, dak mau bayar hutang,” ujar korban yang perannya dipereragakan oleh peran pengganti.

Terlihat di adegan tersebut tersangka kembali meneruskan perjalanan mengendarai mobil, dengan korban yang saat itu masih duduk di jok depan tepatnya di samping tersangka. Dalam perjalan ini, korban dibawa oleh tersangka ke kawasan TPU Kandang Kawat.

Namun setiba di TPU tersebut korban menunggu di dalam mobil, sedangkan tersangka Yudi turun dari mobil menemui pamannya Nopi alias Acik (DPO) yang bekerja sebagai penggali kubur di TPU Kandang Kawat. Ketika tersangka Yudi mencari Nopi alias Acik, tersangka bertemu anak laki-laki Nopi yang berusia 16 tahun. Saat itulah Yudi menanyakan keberadaan Nopi.

Baca Juga :   Mantan Ketua dan Wakil DPRD Muba Menangis

“Dimana Acik (Nopi), aku ada yang mau disampaikan,” kata tersangka Yudi kepada anak dari Nopi.

Lalu anak dari Nopi pun pergi dari lokasi memanggil Nopi yang saat itu berada tak jauh dari kawasan TPU Kandang Kawat. Tak lama kemudian, Nopi alias Acik datang menemui tersangka Yudi, dan saat itulah tersangka menyampaikan jika dirinya sedang terlilit hutang kepada korban.

“Acik (Nopi), aku ini lagi ada masalah. Pening kepala aku ditagih terus hutan oleh seorang perempuan, yang kini orang tersebut sedang menunggu di dalam mobil. Dia (korban) selalu mengikuti dan menunggu saya membayarkan hutang sampai malam ini,” ungkap tersangka Yudi.

Kemudian tersangka Nopi alias Acik yang diperankan oleh peran pengganti menyarankan kepada tersangka Yudi untuk membunuh korban.

“Kito bunuh bae, siapke bae duet Rp 15 juta,” ungkap Nopi alias Acik dalam adegan rekonstruksi tersebut.

Mendengarkan saran itu membuat Yudi langsung menyanggupi permintaan Nopi alias Acik. Hingga keduanya pun sepakat menghabisi nyawa korban. Setelah itu tersangka Yudi kembali ke dalam mobil dan membawa korban keliling, sedangkan pelaku Nopi alias Acik dengan mengendarai sepeda motor menuju Jalan Ramakasi 3 untuk menjemput tersangka Ilyas.

Diadegan rekonstruksi itu, terlihat tersangka Nopi alias Acik bertemu Ilyas di dekat rumahnya. Kemudian keduanya duduk di sebuah warung dan menenggak minuman keras (Miras) beralkohol sembari menunggu telphone dari tersangka Yudi.

Sementara dalam rekonstruksi di lokasi yang berbeda, tersangka Yudi membawa korban kembali ke kantor korban yakni di kawasan Taman Kenten. Terlihat pada adegan rekonstruksi saat itulah korban yang sedang duduk di dalam mobil, meminum air mineral di botol yang sebelumnya air minum tersebut telah dicampur oleh tersangka Yudi dengan obat tetes mata cair sehingga membuat korban pun menjadi lemas.

Melihat korban terlemas, barulah tersangka Yudi menelpon pelaku Nopi alias Acik yang ketika itu sedang duduk bersama tersangka Ilyas di sebuah warung yang berlokasi tak jauh dari rumah Ilyas. Kemudian Nopi dan Ilyas menuju kawasan Jalan Taman Kenten dengan berboncengan mengendarai sepeda motor untuk menemui tersangka Yudi.

Tak lama kemudian, Nopi dan Ilyas bertemu dengan Yudi di Jalan Taman Kenten, tepatnya di dekat kantor korban. Di lokasi inilah tersangka Ilyas dan Nopi naik ke dalam mobil kemudian keduanya duduk di jok mobil bagian tengah, tepat di belakang korban yang duduk terlemas.

Saat di dalam mobil, pelaku Nopi memberikan tali tambang kepada Ilyas kemudian memerintahkan Ilyas menjerat leher korban dari belakang. Tampak saat eksekusi korban terjadi, Ilyas yang berperan menjerat leher korban sempat mengendorkan tali yang di pegangnya sehingga membuat pelaku Nopi berteriak meminta Ilyas menarik tali yang dijeratkan ke korban tersebut sekuat tenaga.

“Kuatkan (tarikan talinya),” teriak Nopi memerintahkan tersangka Ilyas dalam rekonstruksi itu.

Pada adegan selanjutnya, Ilyas yang mendengar perintah dari Nopi langsung menarik tali yang dijeratkan ke leher korban sekuat tenaga hingga akhirnya korban pun tewas.

Setelah korban tewas, Yudi menyerahkan uang upah membunuh korban kepada Nopi alias Acik dan Ilayas. Lalu Yudi membawa jenazah korban menggunakan mobil yang dikendarainya ke rumah pelaku Nopi di Jalan Bambang Utoyo Lorong Famili 1 Palembang. Sedangkan pelaku Nopi dan Ilyas mengikuti mobil tersebut dengan berboncengan mengendarai sepeda motor.

Baca Juga :   Ada Jejak Dugaan Kasus Yan Anton di DPRD Banyuasin

Ketika tiba di rumah pelaku Nopi, kemudian Nopi menelpon pelaku Amir (DPO) hingga tak lama kemudian Amir pun tiba di lokasi dan bertemu dengan tersangka Yudi. Dalam pertemuan tersebutlah Nopi menyampaikan kepada Yudi jika untuk menghilkangkan jejak maka jenazah korban harus dikubur, dan dicor di TPU Kandang Kawat sehingga mereka pun sepakat menguburkan jenazah korban.

Dari kesepakatan tersebut akhrinya tersangka Yudi dan Ilyas bersama pelaku Nopi dan Amir membawa jenazah korban ke kawasan TPU Kandang Kawat. Setiba di lokasi, jenazah korban diturunkan oleh tersangka Ilyas, Nopi dan Amir.

Kemudian jenazah korban di bawa ke kawasan TPU tersebut lalu dikuburkan oleh pelaku Ilyas, Nopi dan Amir. Setelah itu pelaku Yudi menyerahkan uang tambahan kepada pelaku Nopi yang saat itu Nopi memintanya dengan alasan untuk biaya pemasangan pedapuran (nisan) pemakaman.

Namun ternyata uang tersebut dibelikan Nopi semen yang kemudian digunakannya untuk mengecor bagian atas tempat korban dikuburkan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani usai rekonstruksi mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut ada 63 adegan yang diperagakan oleh tersangka Yudi dan Ilyas.

“Rekonstruksi ini digelar sesuai dengan keterangan para saksi dan kedua tersangka. Dengan telah digelarnya rekonstruksi ini maka dalam waktu dekat berkas perkara tersangka Yudi dan Ilyas akan dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah 16 hari dikabarkan hilang, Apriyanita, warga Jalan Sriwijaya I Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB I Palembang, Jumat (25/10/2019) pukul 14.30 WIB ditemukan tewas dengan kondisi jenazah korban dikubur sedalam 50 Cm lalu bagian atasnya dicor semen di kawasan TPU Kandang Kawat Kecamatan IT II Palembang.

Selain menemukan jenazah korban, dalam kasus tersebut polisi juga menangkap dua tersangka dari empat pelaku. Adapun kedua tersangka yang diringkus yakni; Mgs Yudi Thama Redianto alias Yudi dan tersangka M Ilyas Kurniawan.

Tersangka Yudi ketika diamankan di Polda Sumsel saat itu mengatakan, jika pembunuhan korban bermula pada tanggal 26 Agustus 2019 dirinya menawarkan korban untuk membeli mobil jenis minibus seharga Rp 145 juta yang dijual secara lelang di Jakarta. Karena korban tertarik lantas korban memberikan uang tersebut kepadanya.

Masih dikatakannya, namun uang yang diterimanya dari korban tersebut tidak digunakannya untuk membeli mobil, melainkan semua uang tersebut dihabiskanya untuk foya-foya. Hingga akhirnya, korban menagih uang itu dan tersangka pun menyampaikan kepada korban jika dirinya akan mengembalikan uang korban secara bertahap.

“Pembayaran hutang tahap pertama sudah saya serahkan uang Rp 50 juta. Lalu pada 9 Oktober 2019 tepat dihari pembunuhan korban terjadi, tenyata korban kembali menagih sisa hutannya. Dimana ketika itu korban menelpon dan minta uang Rp 35 juta untuk tahap kedua. Saat itu saya sampaikan jika saya hanya ada Rp 15 juta. Namun korban masih ngotot minta Rp 35 juta hingga akhirnya saya menemui korban di dekat kantornya. Saat bertemu, korban masih memaksa meminta uang itu. Bahkan korban tidak mau turun dari mobil, dari itulah kejadian ini terjadi,” ungkap tersangka Yudi kala itu. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Sidang Dugaan Korupsi Kredit Rugikan Negara Rp 13 M, Pihak Bank Sumsel Babel dan PT Rekind Saling Bantah

Palembang, KoranSN Saksi dari pihak Bank Sumsel Babel (BSB) dan saksi dari PT Rekayasa Industri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.