Jumat , Desember 14 2018
Home / Go Sport / Empat Raksasa Eropa Kepayahan

Empat Raksasa Eropa Kepayahan

Barcelona jadi salah satu tim besar Eropa yang tersendat di musim ini. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Musim 2018/2019 sejauh ini tak berjalan baik untuk empat raksasa di Eropa. Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich, dan Manchester United kepayahan.

Keempat tim tersebut sedang melewati periode buruk di liganya masing-masing. Barca, Madrid, dan Bayern bahkan tak menang dalam beberapa laga terakhir secara beruntun.

Meski tak sampai terperosok ke papan tengah klasemen, apa yang sedang dialami menghadirkan hawa negatif ke Barca, Madrid, Bayern, dan MU. Situasi itu mulai memunculkan spekulasi soal masa depan sang pelatih.

Barcelona

Akhir pekan kemarin, Barcelona hanya dapat hasil imbang 1-1 saat tandang ke markas Valencia. Itu berarti Barca sudah tidak menang dalam empat pertandingan terakhirnya di Liga Spanyol.

Barca kehilangan sembilan poin dari laju negatif tersebut. Hanya dapat tiga poin dari empat pertandingan, Barca pun harus kehilangan takhtanya. Dengan 15 poin, Barca tergusur oleh Sevilla yang unggul satu angka.

Lini belakang secara khusus mendapat sorotan. Barisan pertahanan Barca terlalu rapuh. Itu terlihat dari fakta bahwa mereka sudah kebobolan sembilan gol dalam delapan laga di Liga Spanyol.

Angka itu jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan musim lalu. Di Liga Spanyol 2017/2018, Barca cuma kebobolan tiga gol di delapan pertandingan pertamanya.

Kesulitan yang dialami Barca musim ini juga terlihat dari kerapnya mereka menghadapi situasi ‘harus membalikkan keadaan’. Dari total delapan laga di Liga Spanyol yang sudah dimainkan, ada empat pertandingan di mana Barca kebobolan lebih dulu.

Lini belakang jelas jadi PR yang harus segera dibereskan Ernesto Valverde jika ingin mengembalikan Barca ke treknya.

Baca Juga :   MU Hadapi Blackburn, Arsenal Ditantang Tim Divisi Lima

Real Madrid

Jika Barcelona tengah dalam periode buruk, Real Madrid biasanya sebaliknya. Namun musim ini, kedua tim sedang ‘kompak’.

Kekalahan di markas Deportivo Alaves akhir pekan lalu memperpanjang puasa kemenangan Madrid menjadi empat laga secara beruntun di semua kompetisi. Tim arahan Julen Lopetegui itu kalah tiga kali dan cuma imbang satu kali.

Laju buruk tersebut tak lepas dari terhentinya produksi gol Madrid. Dalam empat pertandingan itu, tak ada satu gol pun yang dihasilkan oleh para pemain Madrid. Jika ditotal, sudah hampir tujuh jam Madrid tak menghasilkan gol.

Kepergian Cristiano Ronaldo berdampak besar terhadap ompongnya lini serang Madrid. Gareth Bale dan Karim Benzema yang diharapkan jadi andalan di lini depan tak juga unjuk gigi.

Di bawah Zinedine Zidane, dan dengan keberadaan Ronaldo, Madrid rata-rata melepaskan 7,5 tembakan per laga pada musim lalu. Musim ini, angka itu turun menjadi 5,6. Rataan gol Madrid juga turun dari 2,5 gol per pertandingan menjadi 1,5 gol per pertandingan.

Bayern Munich

Oktoberfest kali ini bisa jadi bukan Oktoberfest yang menyenangkan untuk Bayern Munich. Bagaimana tidak, mereka melorot sampai ke peringkat enam di klasemen Bundesliga.

Itu tak lepas dari hasil negatif yang didapat di tiga pertandingan terakhir. Die Roten diimbangi Augsburg dan berturut-turut dikalahkan Hertha Berlin dan Borussia Moenchengladbach. Mengumpulkan 13 poin dari tujuh laga, Bayern tertinggal empat angka dari Borussia Dortmund sang pemuncak klasemen.

Baca Juga :   Mimpi Terbesar Messi di 2018

Lini belakang jadi salah satu masalah Bayern. Mereka sudah kebobolan delapan gol dalam tujuh pertandingan yang telah dimainkan di Bundesliga.

Selain itu, Robert Lewandowski yang sempat ingin hengkang pada musim panas lalu juga tampil jauh dari kata memuaskan. Striker Polandia itu baru bikin tiga gol.

Masalah lainnya adalah tim yang semakin menua. Pemain seperti Arjen Robben dan Franck Ribery sudah berusia 34 dan 35 tahun.

Posisi Niko Kovac pun dikabarkan mulai terancam. Ia dinilai belum mendapatkan formula tim yang tepat dengan terlalu sering merotasi skuat.

Manchester United

Sejak awal 2018/2019, Manchester United sudah melewati start yang buruk. Dalam tiga laga pertama di Liga Inggris, mereka sudah kalah dua kali.

Laju MU memburuk jelang akhir September. Mereka melewati empat pertandingan secara beruntun di semua kompetisi tanpa kemenangan. Salah satunya adalah kekalahan dari Derby County di Piala Liga Inggris.

Laju negatif MU diperburuk kabar keretakan hubungan Jose Mourinho dan Paul Pogba. Masa depan keduanya di Old Trafford pun jadi tanda tanya.

Meski mampu bangkit dengan mengalahkan Newcastle United akhir pekan lalu, MU masih cukup jauh dari papan atas. Mereka tertahan di peringkat delapan dengan 13 poin, tertinggal tujuh angka dari Manchester City.

Pertahanan jadi masalah yang harus segera diselesaikan Mourinho. Sejauh ini, MU rata-rata kebobolan 1,8 gol per pertandingan dibandingkan 0,7 gol per laga pada musim lalu. (detikcom)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Inggris Mendominasi Babak 16 Besar Liga Champions

Jakarta, KoranSN 16 tim sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Dan Inggris ...

error: Content is protected !!