Home / Headline / Empat Tersangka Korupsi Lahan Kuburan Ditahan di Rutan Pakjo

Empat Tersangka Korupsi Lahan Kuburan Ditahan di Rutan Pakjo

salah tersangka korupsi lahan kuburan Kadinsos OKU Najamudin
DITAHAN – Petugas Kejati Sumsel saat membawa Kandinsos OKU Najamudin. Bersama Tiga Tersangka laiinya untuk ditahan di Rutan Pakjo Palembang, Selasa (12/4/2016). FOTO-FERDINAND/KORANSN

Palembang, KoranSN

Empat tersangka dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) alias kuburan di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU, Selasa (12/4/2016) resmi ditahan di Rutan Pakjo Kelas I Palembang.

Keempat tersangka dugaan korupsi lahan kuburan tersebut yakni; Ir H Najamudin (Kepala Dinas Sosial Pemkab OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda Pemkab OKU), Drs Akmad Junaidi (mantan Asisten I Pemkab OKU), dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan). Penahanan dilakukan oleh Kejati Sumsel usai para tersangka diserahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Selain menyerahkan tersangka, dalam pelimpahan tahap kedua tersebut penyidik Polda Sumsel juga melimpahkan barang bukti berupa; uang tunai Rp 200 juta yang disita dari tersangka Hidirman, sertifikat lahan seluas sekitar 10 hektar, serta dokumen-dokumen terkait dalam perkara ini.

Pantauan di lapangan, sebelum diserahkan ke Kejati Sumsel, awalnya sejak pukul 09.00 WIB keempat tersangka menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel.  Kemudian, pukul 10.30 WIB, keempat tersangka dibawa penyidik ke Kejati Sumsel.

Setiba di Kejati Sumsel para tersangka kembali menjalani pemeriksaan secara tertutup di ruang jaksa penuntutan bidang pidana khusus di lantai enam gedung Kejati Sumsel.

Pemerikaan dilakukan jaksa hingga pukul 17.00 WIB, usai menjalani pemerikaan keempat tersangka langsung dibawa jaksa untuk ditahan di Rutan Pakjo Kelas I Palembang.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Pambudi mengatakan, penyerahan empat tersangka dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum di Baturaja Timur OKU ke Kejati Sumsel merupakan tahap kedua, setelah berkas perkara keempat tersangka dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa Kejati Sumsel.

Baca Juga :   Jangan Korupsi Uang Negara dan Kebijakan Negara!

“Meskipun keempat tersangka telah kita limpahkan dan belum ada tersangka yang baru. Namun penyelidikan perkara ini masih terus dilakukan oleh penyidik Tipikor Polda Sumsel, yang tujuannya untuk mengungkap dugaan tersangka lainnya,” katanya.

Masih dikatakan Pambudi, selain itu dalam tahap kedua yang dilakukan, Polda Sumsel juga menyerahkan barang bukti yang telah disita dari para tersangka. “Adapun barang buktinya yakni sejumlah uang, sertifikat tanah, serta dokumen-dokumen,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Penuntutan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel Rosmaya didampingi Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel Hotma Hutadjulu mengungkapkan, keempat tersangka dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan TPU di Baturaja Timur OKU langsung dilakukan penahanan usai diterima pihaknya dari penyidik Tipikor Polda Sumsel.

“Keempatnya kita tahan di Rutan Pakjo Kelas I Palembang. Selain empat tersangka, dalam perkara ini kita juga menerima pelimpahan barang bukti; uang Rp 200 juta yang disita dari tersangka pemilik lahan Hidirman, sertifikat lahan seluas sekitar 10 hektar, serta dokumen-dokumen,” katanya.

Lebih jauh Rosmaya mengatakan, dalam perkara ini untuk tersangka Ir H Najamudin (Kepala Dinas Sosial OKU) selaku pengguna anggaran proyek pengadaan lahan TPU, sedangkan tersangka Drs H Umirton (mantan Sekda OKU) sebagai ketua panita pengadaan lahan, kemudian Drs Akmad Juanidi (mantan Asisten I OKU) selaku wakil ketua panitian pengadaan lahan TPU. Sementara untuk tersangka Hidirman merupakan warga sipil pemilik lahan yang lahannya dijadikan sebagai lahan TPU.

Baca Juga :   Musi VI Ditarget Juni Beroperasi

“Dari keempat tersangka hanya tersangka Hidirman yang mengajukan penangguhan penahanan. Namun penangguhan tersebut kita tolak sehingga keempatnya hari ini (kemarin) resmi kita lakukan penahanan. Dalam perkara ini terdapat tiga berkas perkara terdiri dari; satu berkas perkara untuk tersangka Ir H Najamudin, satu berkas perkara untuk tersangka Drs H Umirton dan Drs Akmad Juanidi, serta satu berkasnya lagi untuk pemilik lahan, yakni tersangka Hidirman,” paparnya.

Lanjut Rosmaya, dalam dugaan kasus ini para tersangka melakukan modus dengan cara me mark-up anggaran pengadaan proyek lahan TPU dengan pagu anggaran APBD Tahun 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Dimana hasil audit dari BPK RI Perwakilan Sumsel dalam perkara ini terjadi kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

“Jadi, para tersangka ini me mark-up anggaran, misalkan tanah tersebut harga permeternya Rp 35 ribu kemudian dibuat oleh tersangka menjadi Rp 70 ribu sehingga menimbulkan kerugian negara. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka disangkakan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tipikor,” tegas Rosmaya.

Dengan telah diserahkannya para tersangka ke Kejati Sumsel serta telah dilakukan penahanan, kata Rosmaya, sekitar dua minggu kedepan keempat tersangka akan menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Palembang.

“Bahkan untuk persidangannya saat ini kita telah membentuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari, 5 jaksa dari Kejati Sumsel dan 3 jaksa dari Kejari Baturaja OKU,” tandasnya. (ded)

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

Polda Sumsel Amakan 44 Kg Sabu dan 30 Ribu Butir Ekstasi

Palembang, KoranSN Waka Polda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan, Jumat (23/8/2019) mengatakan, selama dua bulan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.