Sabtu , Februari 16 2019
Home / Nasional / Eni Sebut Novanto Minta Proyek Pembangkit Listrik di Jawa

Eni Sebut Novanto Minta Proyek Pembangkit Listrik di Jawa

Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau 1 Eni Maulani Saragih (kiri) menanggapi keterangan saksi pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih mengakui ada pertemuan di kediaman Setya Novanto dengan Dirut PLN Sofyan Basir terkait proyek PLTU Riau-1 pada 2016.

Hal itu diungkapkan Eni saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Mulanya, Eni diminta Novanto membantu bos Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo mendapat proyek PLTU Riau-1 di PLN. Untuk hal itu, Novanto menjanjikan fee. Maka, Eni langsung memfasilitasi pertemuan dengan Sofyan Basir di rumah Novanto.

Namun saat pertemuan, kata Eni, justru bukan PLTU Riau-1 yang lebih dulu ditanyakan Novanto, melainkan proyek PLTGU di Jawa. “Pak SN (Setya Novanto) mau minta proyek di Jawa III. Tapi jawabannya (Sofyan) di Jawa penuh,” kata Eni.

Baca Juga :   Jokowi Nomor Urut 1, Prabowo Nomor 2

Sofyan, lanjut Eni, mempersilakan bila Novanto hendak menggarap proyek PLTU di luar Jawa. Sebab, untuk daerah Jawa, semua sudah digarap oleh BUMN. “SN minta Jawa III, Sofyan bilang semua punya orang, Jawa tidak bisa, kalau di luar Jawa oke. Pokoknya yang masih di luar Jawa,” kata Eni.

Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, kata Eni, tidak sering dihadiri Novanto. Cuma dia, Sofyan Basir, Kotjo, dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso. Namun sesekali dihadiri oleh mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham.

Baca Juga :   Angkut 214 Kg Ganja, Mobil Kurir Asal Aceh Ditembak dan Masuk Parit

Pada perkara ini, Jaksa KPK mendakwa Eni Saragih menerima suap secara bertahap hingga mencapai Rp4,75 miliar dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo, terkait pengurusan PLTU Riau-1.

Jaksa KPK juga mendakwa Eni Maulani terima gratifikasi uang sejumlah Rp5,6 miliar dan SGD40.000 dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (Migas). (vivanews)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Anak Mendiang Teroris Santoso Bergabung ke Kelompok Ali Kalora

Jakarta, KoranSN Aparat mendeteksi bahwa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora memiliki satu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.