Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Lacak / Fatmi Mahasiswi UIN Raden Fatah Sempat Cakar Pelaku Upuzan Saat Diperkosa

Fatmi Mahasiswi UIN Raden Fatah Sempat Cakar Pelaku Upuzan Saat Diperkosa

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menunjukkan foto tersangka Upuzan alias Sirun. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Minggu (3/2/2019) mengungkapkan, Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah (RF) Palembang yang menjadi korban pembunuhan sadis di Muara Enim sempat mencakar tersangka Upuzan alias Sirun (34) saat pelaku memperkosa korban.

Diungkapkan Kapolda, bahkan luka cakaran korban di tangan pelaku menjadi salah satu bukti pengungkapan kasus perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan korban Fatmi yang terjadi di semak-semak kebun di kawasan Desa Menanti Kecamatan Kelekar Muara Enim.

“Terungkapnya kasus ini kan berawal saat ada saksi yang melihat sepeda motor korban dipakai oleh pelaku Upuzan. Kemudian polisi mengamankannya lalu mengintrograsi pelaku, dan saat itulah petugas melihat ada luka cakaran di tangan pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata DNA nya sama dengan darah yang melekat pada kuku korban. Jadi dengan barang bukti motor milik korban ada di pelaku ditambah luka cakaran tersebut maka polisi pun mengamankan tersangka,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, dari hasil pemeriksaan lebih lanjut akhirnya tersangka Upuzan mengakui perbuatannya, dimana aksi perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan korban dilakukan pelaku seorang diri.

“Selain itu juga diketahui jika pelaku Upuzan ini warga Desa Suban Baru Muara Enim yang lokasi desanya bersebelahan dengan desa korban Fatmi. Bahkan tersangka Upuzan merupakan residivis yang pernah dipenjara 10 tahun di Nusa Kambangan dalam kasus yang sama, yakni; kasus merampok, memperkosa dan membunuh korbannya dan 2 tahun yang lalu tersangka bebas dari penjara. Namun kini pelaku melakukan aksi kejahatan yang sama terhadap korban Fatmi,” jelasnya.

Menurut Kapolda, dalam kasus ini pelaku membunuh korban dengan sadis dan keji. Maka dari itu dalam proses hukum dan persidangannya nanti, dirinya meminta kepada saksi ahli dan majelis hakim agar tersangka Upuzan dijatuhkan pidana mati dan hukuman pidana tambahan, yakni kebiri.

Baca Juga :   Tembak Mati 3 Tersangka Narkoba, Kapolda: Ada Bukti Saya Sikat Habis Bandar, Pengedar dan Kurirnya

“Kami meminta pidana mati karena tersangka sudah merencanakan perampokan disertai pembunuhan korban sesuai dengan Pasal 365 KUHP, Pasal 338 KUHP dan 340 KUHP yang kini telah kami terapkan kepada pelaku. Sedangkan untuk tambahan hukuman kebiri yang kami minta pada saksi ahli dan hakim. Karena tersangka adalah residivis kasus perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan yang kembali melakukan kejahatan yang sama setelah bebas dari penjara,” tegas Kapolda.

Lebih jauh Kapolda mengungkapkan, pasca tertangkapnya tersangka, warga sempat mendatangi kediaman tersangka di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Muara Enim.

“Warga desa yang emosi merusak rumah pelaku Upuzan alias Sirun, namun kejadian itu langsung diredahkan oleh petugas. Untuk itu, saya menghimbau kepada warga agar mempercayakan proses hukum pelaku kepada pihak kepolisian, sebab dalam kasus ini pelaku kami jerat dengan pasal berlapis yang ancamannya hukuman mati. Selain itu, saya juga akan meminta agar pelaku juga diberikan hukuman kebiri,” tutup Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menggelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel, Sabtu (2/2/2019) mengungkapkan, jika Polres Muara Enim kini telah menangkap tersangka Upuzan alias Sirun yang merupakan tersangka perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan korban Fatmi Rohanayanti, mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang.

“Tersangka Upuzan pelaku perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan korban Fatmi telah ditangkap. Kini tersangka diamankan di Polres Muara Enim guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolda, kejadian yang menewaskan korban Fatmi ini bermula saat korban mengantarkan ibunya ke kebun karet dengan mengendarai sepeda motor. Setelah itu, korban pulang ke rumah dengan melintasi lokasi kejadian, yang ternyata saat di TKP korban telah dihadang oleh pelaku.

“Pelaku menghadang untuk merampok motor milik korban. Setelah itu, barulah korban diperkosa lalu dibunuh oleh pelaku. Dari hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi serta porses penyelidikan yang dilakukan Polres Muara Enim, akhirnya tersangka berhasil kami tangkap,” pungkasnya.

Baca Juga :   Contra Flow Tak Efektif Urai Kemacetan di Ampera

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Menanti Kabupaten Muara Enim, Kamis (31/1/2019) pukul 15.00 WIB dihebohkan dengan penemuan jenazah perempuan di semak-semak di kawasan desa tersebut. Diketahui jika korban adalah Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang yang tercatat sebagai warga Desa Menanti Muara Enim. Korban tewas karena menjadi korban perampokan.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono ketika dikonfirmasi saat itu mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penemuan jenazah korban tersebut.

“Benar, dan kini kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolres singkat.

Sementara Kabag Ops Polres Muara Enim, Kompol Irwan Andeta menambahkan, saat ditemukan kondisi jenazah korban Fatmi Rohanayanti sudah dalam keadaan tanpa busana, dan leher serta mulut korban diikat pelaku menggunakan pakaian korban.

“Tewasnya korban yang merupakan mahasiswi di Palembang dan tercacat sebagai warga Muara Enim ini diduga korban perampokan. Untuk jenazah korban tersebut ditemukan di semak-semak di kebun yang berada di kawasan Desa Menanti,” ungkapnya.

Terpisah, Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Kemas Ari yang dikonfirmasi saat itu membenarkan, jika korban Fatmi Rohanayanti merupakan mahasiswi di UIN Raden Fatah Palembang Fakultas Syariah Jurusan Hukum Keluarga Islam semester 3.

“Korban di Palembang ngekos, sebab orang tuanya di Muara Enim. Saat kejadian korban pulang ke rumahnya di Muara Enim dalam rangka liburan, karena para mahasiswa lagi libur kuliah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jika korban Fatmi dibunuh pelaku secara sadis dan keji. Dari itu pihaknya berharap dan meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap dan menindak tegas pelaku pembunuhan korban.

“Pelaku membunuh korban secara sadis dan keji, makanya kami minta agar polisi dan pihak yang berwenang segera menangkap dan menindak tegas pelaku tersebut,” katanya saat itu. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Motor Masuk Proyek Tol Palembang-Kayuagung, 1 Tewas 1 Patah Tangan

Kayuagung, KoranSN Lakalantas akibat kendaraan bermotor nekad masuk proyek tol kembali terjadi. Jika sebelumnya satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.