Fera Oktaria Korban Pembunuhan dan Mutilas Rajin Shalat & Puasa Senin Kamis

Rumah korban di Tangga Takat Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Suasana duka masih tampak dari keluarga korban Fera Oktaria (21), yang jenazahnya ditemukan di penginapan Sungai Lilin saat ditemui di kediamannya di Lorong Indah Karya Tangga Takat Kecamatan SU 2 Palembang, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya Firdaus Jailani (35), selaku kakak ipar korban yang tetua mengatakan, korban Fera merupakan gadis yang baik, rajin shalat dan rajin berpuasa Senin dan Kamis.

“Keluarga ini keluarga baik, dan Fera adalah gadis yang sangat baik. Bahkan adik (korban) saya ini rajin shalat dan puasa Senin Kamis, jadi Almarhumah muslimah yang baik, ini yang perlu saya sampaikan ke media,” katanya.

Masih dikatakannya, informasi yang didapat keluarga dari pihak kepolisian untuk pelaku yang membunuh korban merupakan pelaku tunggal, yakni diduga pelakunya ‘DP’.

“Selama ini kami pihak keluarga mengetahui kalau cowok (DP) ini suka sama adik kami Fera. Tapi adik saya tidak suka sama dia, makanya dia selalu mengejar-ngejar Fera, jadi hanya ‘cinta monyet’ lah. Dan kami sampaikan juga, jika antara adik saya dan cowok tersebut belum ada hubungan spesial serta belum ada rencana rembukan nikah dan sebagainya, karena semua itu masih jauh. Sebab korban ini tidak suka dengannya, makanya terkahir korban menolak cintanya hingga terjadilah kejadian yang menewaskan korban ini,” ungkapnya.

Baca Juga :   Diduga Mengandung Formalin, Ribuan Tahu Diamankan

Diungkapkannya, sedangkan terkait jenazah korban ditemukan di dalam penginapan di Sungai Lilin, hal itu bukan dikarenakan korban menginap dengan pelaku. Akan tetapi, korban diintimidasi dan dipaksa pelaku hingga akhirnya korban sampai ke penginapan tersebut.

“Adik saya bisa meninggal dunia di kamar penginapan itu karena korban ini ditekan, dipaksa, diintimidasi dan diancam hingga dibawa pelaku ke penginapan tersebut. Kalau dikatakan ‘ngamar’ dengan pelaku, itu jauh dari kenyataan. Karena adik saya ini kalau dia terlambat pulang ke rumah saja ibunya repot mencari, selain itu korban ini selalu pulang ke rumah,” ungkapnya.

Dari itulah lanjutnya, pihak keluarga berkeyakinan jika kematian Fera adalah mati sahid. Sebab korban mempertahankan kehormatannya, mempertahankan kehormatan keluarga sampai akhirnya korban dibunuh pelaku.

Baca Juga :   Cabuli Siswi SD, Pria di Lahat Digiring Polisi

“Kejadian ini terjadi karena cowok itu ngebet dengan adik saya Fera lalu Fera menolak cintanya, makanya cowok itu kalap lalu membawa korban dengan mengancam dan memaksa korban hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia di penginapan,” jelasnya.

Diceritakannya, seusai tamat sekolah korban pernah ikut tinggal bersamanya di Bengkulu, tak lama kemudian korban pulang ke Palembang dan bekerja di minimarket yang berada di kawasan Jenderal Sudirman Palembang.

“Adik saya ini pulang ke Palembang lantaran mau dekat dengan ibunya, makanya saya memasukkan dia bekerja di minimarket tersebut. Bukan hanya itu, korban juga pernah menyampaikan kepada kami jika rencananya dia mau kerja sambil kuliah,” tandasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sulbar Tangkap DPO Kasus Korupsi Dana KMK Bank BPD Sulselbar

Mamuju, KoranSN Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat berhasil menangkap seorang terpidana kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.