Festival Gemstone Sepi Pembeli

_DSC1025
Stand peserta Festival Gemstone 2015 di Jakabaring sepih pembeli. foto Ferdinand.

Palembang, SN
Meskipun terlihat pengunjung yang dapat dijumpai di stand-stand peserta Festival Gemstone 2015 di Jakabaring, namun minat pembeli untuk membeli batu-batu yang dipamerkan sepi sehingga target yang ditetapkan beberapa penjual batu mulia dan akik tidak tercapai. Hal tersebut seperti yang diutarakan salah satu peserta Festival Gemstone 2015 asal Aceh, Ikrar saat ditemui Rabu (3/6).

“Mungkin karena lokasi acara jauh dari jangkauan masyarakat makan minat mereka untuk datang ke tempat ini kurang. Mereka yang datang ke tempat ini benar-benar mereka yang ingin membeli batu yang sedang dicari atau kolektor. Sehingga pengunjung juga terlihat kurang, jangankan untuk membeli yang melihat-lihat saja sedikit,”tuturnya.

Pria yang juga sebagai Owner Permata Atcheh Gemstone ini mengatakan, dalam Festival Gemstone di Palembang ia sengaja membawa batu giok dari Aceh yang dibanderol dengan harga fantastis sekitar Rp 200 juta. Harga tersebut berdasarkan kualitas batu yang dimiliki setelah diadakan uji laboraturium batu tersebut termasuk batu giok asli aceh.

Baca Juga :   Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Ikuti SBMPTN di Palembang (Foto)

“Untuk harga batu tidak ada standar tertentu, namun para penjual dan pecinta batu itu sendiri yang akan menentukan harga sesuai dengan kualitas batu yang dimilikinya,”tuturnya sembari mengatakan, batu giok yang dibanderol dengan harga Rp 200 juta sudah ada yang menawar dengan harga sekitar Rp 60 juta.
“Karena harganya belum cocok maka batu giok tersebut belum kami jual tunggu mendekati harga yang kami inginkan baru kami lepas,”ujarnya.

Bagi pria yang sudah melalang nusantara untuk mengikuti berbagai pameran dan festival gemstone ini, dari Provinsi Aceh juga menawarkan berbagai jenis batu lain dengan harga bervariasi. Seperti batu terapi yang dijual mulai dari harga Rp 50 ribu hingga Rp 30 juta.  Fungsi dari batu terapi untuk mengobati sakit kepala, sakit gigi dan lain-lian.

Hal senada dikatakan peserta dari Bengkulu, Hernanda Astri yang tergabung dalam tim Central Stone Bengkulu menuturkan, dalam festival di Palembang timnya menampilkan batu-batu dengan motif cantik seperti motif pemandangan, ikan, burung sampai bunga raflesia ciri khas Provinsi Bengkulu. “Untuk harga kita bervariasi mulai dari Rp 400 ribu, tetapi dari Bengkulu kita menampilkan ciri khas batu yaitu batu raflesia serta batu-batu bermotif yang memiliki harga hingga Rp 150 juta,”tuturnya sembari mengungkapkan untuk festival di Palembang yang diikuti kali ini sepi pengunjung dan sepi pembeli sehingga target yang ditetapkan tidak tercapai. Namun, ada satu target yang ingin diraih dari tim gemstone Bengkulu yaitu ikut serta dalam kontes batu motif.

Baca Juga :   Masyarakat Palembang Harus Tetap Laksanakan Protokol Kesehatan

“Salah satu batu motif pemandangan kami pernah ikut lomba dan menjadi juara 2. Bila sudah pernah juara maka batu tersebut akan memiliki nilai tersendiri serta harga jualnya akan tinggi,”pungkasnya.(ima)

Stand peserta Festival Gemstone 2015 di Jakabaring Sepih pembeli.
Stand peserta Festival Gemstone 2015 di Jakabaring Sepih pembeli. foto Ferdinand

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Sarjana #Cari_Aman Meraih Impian Bersama Astra Motor Sumsel

Palembang, KoranSN Meski belum berakhir masa pandemi Covid-19, tidak menyurutkan langkah Astra Motor Sumsel untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.