Sabtu , November 17 2018
Home / Headline / Gandeng KPK, Pejabat Pemkot Palembang Dibidik Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Gandeng KPK, Pejabat Pemkot Palembang Dibidik Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Tampak Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Palembang dan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Palembang, Andi Andri Utama saat menujukkan barang bukti uang yang disita dari tersangka dugaan korupsi pengadaan lift Kantor BPKAD Kota Palembang. (foto-ferdinand/koransn.com/ist)

Palembang, KoranSN

Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik tersangka baru dari pejabat di lingkungan Pemkot Palembang, terkait dugaan korupsi pengadaan lift Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang tahun anggaran 2016.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Minggu (4/11/2018) mengatakan, sejauh ini baru dua tersangka yang telah ditetapkan, adapun keduanya yakni; oknum PNS Pemkot Palembang berinisial ‘AR’ dan tersangka ‘MA’ selaku pihak rekanan dari salah satu perusahaan di Jakarta. Dari itulah saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman penyelidikan guna menetapkan tersangka baru dari pejabat Pemkot Palembang.

“Jadi dalam penetapan tersangka baru ini kami berkoordinasi dengan KPK. Kedepan Insya Allah akan ada tersangka baru dari pejabat di Pemkot Palembang yang akan kami tetapkan,” tegas Andi.

Masih dikatakan Andi, bahkan untuk menetapkan tersangka baru tersebut kini jaksa penyidik pidana khusus Kejari Palembang terus melakukan kajian, yang nantinya akan diselaraskan dengan hasil persidangan tersangka ‘AR’ dan ‘MA’.

“Berkas tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ sudah kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang. Dari itu kedua tersangka segera disidangkan, dan hasil dari sidang kedua tersangka tersebut tentunya kita selaraskan dengan penyelidikan untuk menetapkan tersangka baru yang kini prosesnya masih terus kami lakukan,” ungkapnya.

Lanjut Andi, pada saat di persidangan nanti pastinya tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ akan mengungkap peran mereka masing-masing, termasuk memberikan keterangan siapa saja pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi Lift BPKAD Palembang tersebut.

“Fakta persidangan inilah nantinya akan kami dalami untuk mengungkap tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi ini,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (1/11/2018) Kejari Palembang telah melimpahkan berkas perkara tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang.
Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, pelimpahan berkas perkara kedua

tersangka ke pengadilan dilakukan lantaran sebelumnya berkas telah dinyatakan lengkap (P21) serta juga telah dilakukan tahap dua dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang.

“Dari itulah berkas perkara tersangka ‘AR’ yang merupakan oknum PNS Pemkot Palembang, dan tersangka ‘MA’ telah kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Palembang,” ungkapnya.

Masih dikatakan Andi, dalam pelimpahan tersebut pihaknya juga menyerahkan berkas dakwaan kedua tersangka yang nantinya akan dibacakan dalam persidangan. Dengan telah dilakukan pelimpahan berkas tersebut maka tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ dalam waktu dekat segera disidangkan di pengadilan.

“Dalam dugaan korupsi ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ disangkakan Pasal 2 ayat (2) Subsider Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus ini jaksa Kejari Palembang tidak melakukan penahanan kepada tersangka ‘AR’ dan ‘MA’. Hal ini terungkap saat tahap dua berkas perkara yakni; penyerahan kedua tersangka dan barang bukti dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dilakukan, Selasa lalu (18/9/2018) di Kejari Palembang.

“Kedua tersangka tidak kami tahan, karena adanya pertimbangan yang mengacu kepada Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (4) huruf a dan b KUHAP. Dimana dalam pasal ini, penahanan baru dilakukan jika tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama. Dikarenakan ‘AR’ dan ‘MA’ kooperatif, tidak ditahan selama proses penyidikan, serta tersangka mengembalikan uang Rp 249 juta lebih dari kerugian negara Rp 310 juta. Untuk itulah dalam tahap kedua ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ tidak kami tahan,” jelas Kasi Pidsus, Andi Andri Utama.

Sekedar mengingatkan, adapun nilai proyek pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut, yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dari penyelidikan jaksa Kejari Palembang, dalam dugaan kasus ini ditemukan bukti dugaan pidana korupsi hingga negara mengalami kerugian Rp 310 juta, hingga jaksa menetapkan ‘AR’ dan ‘MA’ sebagai tersangka.

“Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini kami juga sudah memeriksa 32 saksi yang diantaranya; saksi dari Pejabat Pemkot Palembang. Bahkan sebelumnya, kami telah memeriksa kedua tersangka, dimana dalam pemeriksaan tersebut untuk tersangka ‘AR’ dicecar 33 pertanyaan terkait proses pengadaan lift di BPKAD Palembang. Hal ini dilakukan, karena ketika dugaan kasus ini terjadi ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sehingga tersangka ‘AR’ jelas mengetahui proyek pengadaan lift tersebut,” tegas Kasi Pidsus, Andi Andri Utama.

Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy sebelumnya telah mengungkapkan, terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang, ia berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Bapak dan Anak Warga Lahat Ditemukan Tewas di Pertokoan Cibadak Jabar

Lahat, KoranSN Bapak dan anak yang keduanya warga RT 1 RW 2 Kelurahan Bandar Agung, ...

error: Content is protected !!